Tingkat kematian ibu melahirkan dan anak merupakan indikator kelayakan sebuah negara bagi kaum perempuan. Dari 160 negara yang disurvei, Indonesia menempati urutan ke-107 negara paling layak untuk dihuni kaum perempuan khususnya ibu-ibu.

Survei tersebut digelar baru-baru ini oleh sebuah organisasi internasional yang bergerak di bidang kesehatan ibu dan anak yakni Save the Children. Negara yang disurvei meliputi 43 negara maju, serta 117 negara berkembang termasuk Indonesia.

Dari total 160 negara, Norwegia menduduki peringkat tertinggi negara paling layak dihuni ibu-ibu. Seluruh kelahiran bayi di negara ini sudah ditangani oleh tenaga kesehatan, sehingga tingkat kematian balitanya tercatat paling rendah yakni 1 di antara 175 balita.

Kesejahteraan pekerja perempuan juga paling diperhatikan, karena di Norwegia ibu melahirkan bisa mendapat hak cuti paling panjang yakni setahun penuh. Selain itu, fasilitas dan layanan kesehatan di negara ini dinilai paling layak untuk ibu-ibu.

Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan Afghanistan yang menempati peringkat ke-160 alias juru kunci. Kematian balita terjadi pada 1 dari setiap 5 anak, sedangkan kematian ibu melahirkan tercatat paling tinggi yakni sebanyak 1 dari 11 kelahiran.

Indonesia menempati posisi ke-43 dalam kategori negara berkembang, atau peringkat ke-107 dari seluruh negara yang disurvei. Survei tersebut tidak merinci data di Indonesia, namun berdasakan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, angkanya tercatat 228 per 100 ribu kelahiran hidup.

Secara lengkap, 10 negara terbaik bagi ibu-ibu menurut survei tersbeut adalah sebagai berikut seperti dikutio dari Savethechildren, Kamis (5/5/2011).

1. Norwegia
2. Australia
3. Islandia
4. Swedia
5. Denmark
6. Selandia Baru
7. Finlandia
8. Belanda
9. Belgia
10. Jerman

Sementara itu 10 negara terburuk bagi ibu-ibu adalah sebagai berikut.

1. Afghanistan
2. Nigeria
3. Chad
4. Guinea Bissau
5. Yemen
6. Kongo
7. Mali
8. Sudan
9. Eritrea
10. Equatorial Guinea