Mungkin orangtua harus bisa memahami dengan, rasa takut anak terhadap sesuatu. Misalkan saja anak kita sering takut jika bertemu dengan badut, atau kesenian tradisional yang menggunakan berbagai macam topeng seperti reog, ondel-ondel dan yang lainnya.

Ketakutan anak ini, sebenarnya terjadi lantaran anak tersebut sering sekali didoktrin dengan berbagai hal yang menakutkan.

Ketika anak dihadapkan dengan berbagai jenis hal yang mereka takutkan maka tak jarang, anak tersebut sering menangis dan cenderung untuk mengurung dirinya lantaran rasa takut.


Lantas bagaimana cara orangtua agar anak tak lagi merasa takut dengan berbagai hal yang menyeramkan seperti contoh di atas. Berikut cara terbaik bagi orangtua untuk mengatasi ketakutan anak:

1. Jangan memperparah rasa takut anak dengan badut, ondel-ondel, dan topeng dengan menjadikannya ancaman bila mereka tak menuruti kata-kata Anda seperti ‘Dek, jangan lari ke sana nanti ada ondel-ondel lho’. Kalima tersebut membuat anak terdoktrin bahwa ondel-ondel adalah hal yang menyeramkan bahkan ketika mereka belum pernah bertemu.

2. Jika anak punya teman atau kakak yang sering menggodanya, ingatkan mereka agar mereka tidak mencela dan menjadikan objek tertawaan akan ketakutannya tersebut. Celaan akan membuatnya semakin benci dan takut dengan figure-figure tersebut.

3. Pahami rasa takut anak, jangan memaksakannya untuk berani berinteraksi dengan si badut. Dekatkan anak dengan hal-hal yang menyeramkan, bukan malah menjauhkannya. Cukup Anda beri contoh seperti berfoto dengan badut dan berinteraksi dengan mereka agar anak tahu bahwa badut tidak membahayakan.

Beri pengertian pula bahwa badut sama seperti kita hanya saja mereka memakai kostum lucu. Bila perlu, mintalah si badut untuk membuka topengnya agar anak tahu bahwa di balik topeng badut adalah manusia biasa

4. Adakalanya Anda harus mengarang cerita imajinasi tentang kebaikan figure-figure tersebut yang suka menolong anak-anak dan baik hati. Berikan image positif tentang badut, ondel-ondel, dan topeng agar anak mau mengenal mereka.

5. Jika anak tetap mengalami Coulrophobia, tunjukkan pada mereka bahwa Anda memahami rasa takutnya dan siap menemaninya. Berikan ucapan-ucapan yang lembut dan menenangkan dan mintalah orang di sekitar untuk memahaminya juga.

Beri contoh teman-temannya yang tidak apa-apa walaupun mereka berinteraksi dengan hal yang ia benci. Jangan biarkan rasa takutnya terbawa hingga dewasa.
- See more at: http://perempuan.com