PERUT MEMBESAR LEBIH CEPAT “Berat rahim wanita tidak hamil sekitar 30 gram. Setelah hamil selama 9 bulan, berat uterus umumnya menjadi 1 kg,” kata Dr. Sarsanto W. Sarwono, SpOG, spesialis kandungan dari RS St. Carolus, Jakarta. Secara alami, rahim akan mengecil secara perlahan. Tiga bulan pasca-persalinan, berat rahim sudah mendekati berat normalnya. Namun uterus Anda tetap saja tidak bisa kembali persis seperti sediakala sehingga saat hamil kedua, perut Anda seolah membesar lebih cepat dibandingkan saat hamil si sulung.

GERAKAN JANIN TERASA LEBIH CEPAT “Pada umumnya tendangan pertama bayi bisa dirasakan oleh ibu pada usia kehamilan 19-20 minggu,” kata Dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG, spesialis kandungan dari SamMarie Family Healthcare, Jakarta. Di kehamilan pertama, mungkin Anda sudah merasakan gerakan janin sejak bulan ke-4. “Itu karena ibu sudah punya pengalaman sebelumnya maka dia lebih sensitif terhadap gerakan janin di dalam perut. Sebenarnya tidak ada perbedaan,” kata dokter yang biasa disapa Dr. Bonti itu. Pada bulan ke-3 kehamilan, gerakan janin terasa seperti gelembung kecil atau sapuan halus pada rahim. Bagi ibu yang hamil kali pertama, pengalaman itu kerap dimaknai sebagai gas yang terkumpul di dalam usus.

LEBIH CEPAT LELAH Kehilangan kekencangan otot dan peregangan jaringan ikat yang menopang rahim–kedua perubahan itu Anda dapatkan dari kehamilan pertama–juga dapat memicu nyeri. Ditambah kesibukan Anda mengasuh anak pertama yang masih batita atau balita, rasa lelah mungkin semakin berlipat ganda. Keluhan paling sering diungkapkan wanita hamil anak kedua adalah nyeri tulang punggung. Berkonsultasilah kepada dokter seputar aktivitas fisik yang boleh Anda lakukan untuk mengurangi nyeri punggung.

PERHATIKAN RIWAYAT KEHAMILAN SEBELUMNYA Jika Anda mengalami diabetes gestasional, pre-eklampsia, atau masalah kesehatan lain pada kehamilan pertama, segera diskusikan dengan dokter kandungan. “Kondisi itu tidak selalu terulang pada kehamilan kedua, tapi perhatian ekstra perlu diberikan. Konsultasikan penggunaan vitamin kehamilan, konsumsi antioksidan, atau pencegahan maupun penanganan lain kepada dokter,” kata Dr. Bonti.

LEBIH SANTAI Mual muntah sudah dapat Anda atasi, demikian juga dengan nyeri punggung, sulit tidur, dan keluhan kehamilan lain. Anda juga tidak lagi panik ketika dokter kandungan meminta Anda menghitung frekuensi gerakan janin sebagai tindakan pencegahan. Intinya, kemungkinan besar Anda jauh lebih rileks menjalani kehamilan kedua, bahkan tidak sedikit wanita yang mengaku baru merasakan nikmat kehamilan setelah mengandung si nomor 2.

Semangat ya bunda :)