Salah satu tanda bahwa bayi akan segera lahir adalah ketuban pecah. Dan momen ini justru menjadi momen yang paling menegangkan di antara momen lainnya. Tak jarang pula banyak wanita yang merasa takut dan khawatir saat ketuban pecah.

Sebenarnya apa saja yang terjadi saat air ketuban pecah? Mari kita simak beberapa informasi saat ketuban pecah, seperti dilansir oleh boldsky.com.

Merembes

Tanda pertama yang biasa dirasakan saat air ketuban pecah adalah adanya cairan yang merembes keluar dari miss V dan rasanya seperti saat sedang menstruasi. Cairan tersebut bisa sedikit atau banyak jumlahnya. Dan terkadang tidak selalu terasa bagi beberapa wanita.

Cairan yang menetes

Berbeda dengan gejala pertama, tanda kedua ini agak sedikit lebih terasa. Cairan yang keluar tak lagi sekedar merembes, tapi menetes keluar dari miss V. Jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang gejala pertama, dan hampir seperti saat buang air kecil. Keluarnya cairan ini bisa lebih banyak ketika dalam posisi berdiri.

Seperti ada yang pecah

Beberapa wanita merasa seperti ada gelembung yang pecah ketika ketuban keluar. Dan gelembung pecah tersebut juga mengeluarkan suara yang terkadang membuat wanita jadi gugup.

Cairan hangat

Usai terdengar seperti ada gelembung yang pecah, maka cairan hangat merembes keluar. Terkadang sedikit, terkadang juga banyak seperti air seni.

Adanya tekanan

Seketika cairan keluar dari miss V, lambat laun ada rasa tekanan di perut bagian bawah. Dan di sinilah mulai terjadi pembukaan serta kontraksi.

Rasa sakit meningkat

Beberapa kali kontraksi, rasa sakit akan meningkat dan tekanan akan semakin besar. Mereka yang bisa melahirkan normal mengalami pembukaan yang teratur waktu demi waktu. Namun, ada pula kasus di mana pembukaan hanya terjadi di pembukaan satu kemudian berhenti.

Ada baiknya saat terasa ada rembesan air yang keluar dari miss V, segera pergi ke klinik atau rumah sakit bersalin terdekat. Sehingga persalinan bisa segera dilakukan dan mencegah terjadinya problem pada proses kelahiran.