Banyak riset telah membuktikan bahwa musik dapat memberikan berbagai dampak positif bagi perkembangan anak. Antara lain meningkatkan kemampuan mengingat, kemampuan fokus, dan juga meningkatkan ketrampilan berbahasanya.

Musik merupakan vibrasi suara yang terorganisir sesuai dengan irama (tempo), warna (timbre), nada (pitch), volume serta komposisi tertentu. Timbre merupakan warna bunyi yang dihasilkan oleh instrumen. Ada warna bunyi dawai seperti gitar dan biola, warna bunyi perkusi seperti tambur, ada juga warna bunyi alat musik tiup (terompet, seruling, serta oboe), dan masih banyak lagi. Warna bunyi inilah yang menghasilkan vibrasi suara khas kemudian ditangkap oleh indera pendengaran dan dilanjutkan ke susunan saraf pusat dan mempengaruhi fungsi kognitif seseorang.

Tinggi rendahnya nada yang dihasilkan oleh alat bunyi juga mempengaruhi fungsi organ pendengaran yang kemudian disampaikan ke fungsi kognitif. Misalnya nada tinggi pada piano yang menghasilkan bunyi denting tidak terlalu menggugah sensor pendengaran dan fungsi kerja susunan saraf pusat dibandingkan bunyi pada pitch yang sama yang dihasilkan oleh alat gesek (misalnya biola).

“Masing-masing aspek memiliki dampak tersendiri. Secara menyeluruh, musik mempunyai dampak kognitif dan afektif bagi individu,” jelas Monty Satiadarma, seorang psikolog klinis dan pengajar di Universitas Tarumanegara. Mengingat manfaatnya bagi perkembangan kognitif dan afektif anak, tak ada salahnya Anda menjadikan musik sebagai teman sehari-hari dalam merawat anak.


sumber:parenting.co.id