1. Menghormati selera makan anak

Jika anak memang sedang tidak tidak lapar, maka jangan memaksakan untuk mau makan. Demikian juga, jangan memaksakan menyuapkan makanan bergizi yang tidak disukai oleh anak. Hal tersebut justru akan membuat anak semakin keras kepala mempertahankan selera makan yang diinginkan.

Sajikan menu makanan sehat dengan porsi kecil untuk menghindari respon pertahanan diri dari anak. Serta beri kesempatan anak untuk secara mandiri meminta makanan yang dia inginkan. Secara perlahan-lahan, beri pengertian pada anak untuk memilih menu makanan yang sehat.

2. Berikan makan dengan jadwal rutin

Sajikan makanan dan makanan ringan di sekitar waktu yang sama setiap hari. Membiarkan anak untuk meminum jus atau susu sepanjang hari dapat menurunkan nafsu makan. Jika anak dibiasakan dengan jadwal rutin, maka akan dapat mengaktifkan alarm tubuh mengenai kebutuhan makan.

3. Bersabarlah mengenalkan makanan baru

Anak-anak sering menyentuh atau mencium makanan baru. Bahkan dapat memuntahkan makanan baru tersebut kalo memang tidak menyukainya. Doronglah anak dengan berbicara tentang warna makanan, bentuk, aroma dan tekstur bukan mengenai rasanya. Sajikan makanan baru bersama dengan makanan favorit anak.

4. Menyajikan makanan dengan lebih menarik

Sajikan brokoli dan sayuran lainnya dalam saus favorit. Potong makanan dalam berbagai bentuk dengan cetakan kue.

5. Meminta anak untuk membantu memilih makanan

Meminta anak untuk membantu memilih buah-buahan, sayuran dan makanan sehat lainnya. Ketika di rumah, meminta anak untuk membantu mencuci sayuran atau mengaduk adonan.

6. Memberikan contoh yang baik

Jika orang tua juga menerapkan makanan sehat untuk diri sendiri, tentunya anak juga akan lebih mengikuti.

7. Menyajikan makanan dengan lebih kreatif

Menyajikan makanan sehat dengan lebih kreatif, dapat membuat anak lebih tertarik untuk memakannya. Tambahkan brokoli cincang atau paprika hijau untuk saus spaghetti, menaburi sereal dengan irisan buah.

8. Meminimalkan gangguan

Matikan televisi dan gadget elektronik lainnya selama makan. Tindakan tersebut akan membantu anak fokus untuk makan. Perlu diketahui bahwa iklan televisi mungkin juga mendorong anak untuk menginginkan makanan manis.

9. Jangan menawarkan permen atau makanan manis lainnya sebagai hadiah

Menawarkan permen atau makanan manis lainnya sebagai hadiah mengirimkan pesan bahwa makanan penutup merupakan makanan terbaik, yang mungkin hanya meningkatkan keinginan anak untuk makan permen.

10. Jangan menyajikan makanan secara terpisah-pisah

Menyajikan makanan secara terpisah-pisah dapat mendorong anak untuk pilih-pilih makanan. Memberikan pengertian pada anak bahwa tiap komponen makanan memiliki fungsinya masing-masing. Sehingga setiap komponen makanan harus dikonsumsi dengan jumlah seimbang