Cara Cerdas Bertengkar Didepan Anak
oleh Seseorang, 14 Tahun Yang Lalu
Setiap pasangan pasti mengalami pertengkaran. Penelitian membagi jenis permasalahan antar pasangan yang muncul dalam dua kategori.
Pertama, masalah yang mudah diselesaikan seperti perdebatan dalam memilih perabotan yang akandibeli, menonton film, dan masalah-masalah sepele lainnya.
Jenis kedua adalah masalah masalah besar seperti masalah finansial, hubungan cinta, dan semacamnya.
Karena Anda telah mengetahui bahwa setiap pasangan pasti akan bertengkar, maka Anda harus bisa “bertengkar dengan benar” dan tidak hanya mengandalkan kemarahan saja. Kemarahan memang sebaiknya dihindari. Apalagi dengan pasangan. Tetapi kemarahan sebaiknya tidak disimpan. Menyimpan kemarahan akan sama saja dengan menyimpan dendam. Sisi baik kemarahan adalah dapat mengutarakan isi hati dan membebaskan pikiran Anda dari masalah-masalah yang menggangu.
Tentu saja kemarahan yang baik adalah kemarahan yang terkendali dan dapat menghindari konflik. Pasangan yang mempunyai anak memiliki tekanan tambahan yang mempengaruhi cara bertengkar mereka karena mereka harus menjaga tingkat kemarahan dan kesopanan di depan anak-anak mereka. Berikut adalah beberapa hal yang cara untuk melakukan “pertengkaran yang baik dan benar” di depan anak Anda:
1. Jangan bertengkar secara fisik. Tentu saja ini adalah syarat yang paling utama dalam melakukan pertengkaran yang baik.
2. Jangan menjelek-jelekan pasangan Anda di depan anak Anda karena anak akan berpikir bahwa keluarganya tidak harmonis dan ia akan sedih.
3. Anak-anak sangat memperhatikan orangtuanya. Jangan berpikir cara “saling diam” dengan pasangan Anda tidak akan disadari oleh anak Anda. Daripada saling diam, mengkritik dan saling berdebat akan lebih baik untuk dilakukan, tetapi kurangi amarah Anda agar perdebatan yang dilakukan tidak menimbulkan suasana yang tegang.
4. Jangan pernah menyuruh anak ikut campur dalam pertengkaran Anda dan menyuruhnya memihak. Anak akan menjadi bingung dan frustasi apabila disuruh memihak dan terlibat dalam masalah Anda.
5. Jangan membicarakan masalah-masalah yang kurang pantas seperti masalah keuangan, seks, atau pekerjaan di depan anak Anda.
6. Tunjukan pada anak Anda bahwa pertengkaran yang terjadi dapat Anda selesaikan dengan baik sehingga anak akan menyadari bahwa pertengkaran tidak selalu buruk dan dapat menghasilkan solusi yang akan memperkuat hubungan.
Ada 1 komentar pada diskusi ini
14 Tahun Yang Lalu