Bubur Bayi Praktis
oleh Seseorang, 14 Tahun Yang Lalu
Bubur Bayi Praktis
Bunda pasti menginginkan segalanya yang terbaik bagi si kecil, termasuk dalam hal pemberian asupan makanan yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. Di sisi lain, bunda juga membutuhkan lebih banyak waktu luang untuk bercengkerama dengan si kecil, mengajak si kecil bermain sambil belajar atau untuk melakukan “me time”, memanjakan diri sendiri untuk menjaga keseimbangan hidup bunda. Bubur bayi Promina menjawab kebutuhan ini. Selain praktis dan memotong waktu penyiapan bubur bayi menjadi lebih singkat, keunggulan dari bubur bayi instan Promina dibandingkan masakan rumah adalah nutrisinya yang sesuai dengan kebutuhan tahapan usia bayi dan bertekstur tepat agar kemampuan oromotor si kecil bisa terstimulasi. Dengan bubur bayi Promina, bunda tidak perlu susah payah menyiapkan makanan bayi dengan segala kerepotannya yang juga belum tentu juga menghasilkan makanan yang bernutrisi dan bertekstur tepat.
Bunda pasti setuju proses membuat bubur bayi sendiri tidaklah praktis. Pertama-tama, bunda perlu berkonsultasi dahulu ke dokter anak atau ahli gizi yang kompeten untuk mengetahui perkembangan bayi dan makanan bernutrisi apa saja yang cocok buat si kecil sehingga tumbuh kembangnya optimal, kesehatannya terjamin, kekebalan tubuhnya terbentuk dengan prima dan kemampuan oromotornya terstimulasi.
Setelah itu bunda perlu menentukan rancangan menu harian agar si kecil tidak bosan dan tercukupi kebutuhan ragam vitamin dan mineralnya. Namun meskipun untuk mendapatkan bahan makanan yang diinginkan amatlah mudah – bunda bisa mengunjungi pasar atau supermarket atau tukang sayur, kendalanya adalah pembelian bahan makanan tidak bisa dilakukan dalam jumlah sedikit untuk satu kali masak. Seringkali bahan-bahan tersebut tidak langsung habis dalam sekali masak dan ketika akan membuat menu berikutnya bahan makanan sisa yang disimpan tadi sudah tidak segar lagi untuk diolah.
Jumlah porsi bubur bayi yang dihasilkan dari proses memasak juga biasanya jarang bisa mendapatkan hanya untuk satu kali makan bayi saja, sehingga variasi makanan berkurang. Dapat bunda bayangkan betapa repotnya jika setiap kali waktu makan, setiap kali pula bunda harus memasaknya. Hal ini bisa menyebabkan bayi cepat bosan karena mengkonsumsi makanan yang sama berturut-turut.
Persiapan memasak juga cukup memakan waktu. Bunda harus memastikan semua bahan makanan bersih dan segar; peralatan memasak juga steril. Selain itu ada proses mengupas, memotong-motong, menggiling, menyangrai, memarut, menyaring, mengukus, merebus, dan membuat kaldu ayam, daging atau ikan. Saat memasak bubur bayi pun memakan waktu lama sehingga pemakaian bahan bakar gas cukup besar.
Belum lagi masalah penyimpanan dan kemasan, apakah tempat penyimpanan bubur makanan sisa terjamin higienis? Selain itu, jika memang bubur bayi bersisa, jika dipanaskan kembali untuk waktu makan berikutnya nutrisinya bisa hilang. Semakin sering sayur dipanaskan, enzim-enzim yang diperlukan tubuh untuk memperlancar proses pencernaan yang terdapat dalam sayur akan hilang.
Ada 0 komentar pada diskusi ini
Belum ada komentar pada post ini