Pastikan dulu tidak ada penyebab lain bayi menangis, misalnya lapar, haus, lelah, mengantuk, ingin dipeluk, kedinginan, kepanasan, atau nyeri.
Jika bayi mengkonsumsi ASI, sebaiknya Ibu bayi tidak mengkonsumsi dairy product, bawang merah, kubis, brokoli, makanan berbumbu, kafein, kacang merah dan makanan lain yang menghasilkan gas.
Jika bayi mendapatkan susu formula, konsultasikan dengan dokter, kemungkinan dokter akan menyarankan untuk mengganti susu dengan susu formula bebas laktosa atau rendah alergi, hindari menelan udara dari botol, jika bayi tampak kembung, sendawakan sesering mungkin.
Jangan memberi minum susu atau menyusui secara berlebihan.
Buat lingkungan bayi setenang mungkin, pencahayaan yang terang pada kamar bayi, hindarkan suara yang keras atau ribut.
Bungkus bayi dengan selimut, gendong serta ayun dengan perlahan.
Ajak bayi berjalan-jalan.
Mandikan bayi dengan air hangat, atau letakkan botol berisi air hangat di perut bayi, usap atau pijat perut bayi secara perlahan.
Beberapa bayi menyenangi suara ritmik, suara-suara tersebut bisa menenangkan bayi.
Selain itu berikan air gula pada bayi untuk mengurangi rasa nyeri.
Jika semua kebutuhan dasar bayi sudah terpenuhi dan bayi masih terus menangis, konsultasikan ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya masalah kesehatan yang menyebabkan bayi menangis. Dokter akan merekomendasikan beberapa cara untuk mengatasi kolik pada bayi yang mungkin bisa membantu. Sering kali Orang Tua menemukan sendiri cara untuk menenangkan bayi kolik.