Banyak Melarang, Berampak Negatif Terhadap Psikologis Si Kecil
oleh Seseorang, 12 Tahun Yang Lalu
MANAKALA mobilitas bayi sudah mulai banyak, begitu mulai pandai berjalan, bahaya rentan dialami seperti terjatuh, terpeleset, terbentur, terantuk, cedera, merupakan peristiwa yang sebetulnya terantisipasikan.
Tak dipungkiri banyak orangtua yang cenderung terlalu takut dalam menjaga anak, sehingga anak terlalu dilindungi. Padahal, ketika orangtua terlalu melindungi anak dengan banyak melarang anak melakukan berbagai hal, dapat memberikan dampak buruk bagi psikologisnya.
"Anak yang terlampau dilindungi, dan dijaga, rasa percaya dirinya kurang bertumbuh. Anak jadi serba takut melakukan ini-itu yang baru. Padahal, anak perlu mengeksplorasi sekujur lingkungannya. Perlu selalu mencoba hal-hal, kegiatan, atau suasana yang baru tanpa merasa diri terkungkung, atau terlalu diawasi," jelas Dr. Handrawan Nadesul, dalam bukunya "Membesarkan Bayi Menjadi Anak Pintar".
Yang benar, lanjut Handrawan, biarkan anak memperkaya pengalamannya terjatuh, misalnya, sambil terus memonitor gerak-geriknya. Biar anak lebih leluasa mengenal lingkungannya dengan akrab.
"Selama eksplorasi anak terhadap lingkungannya tidak sampai mengancam jiwanya, atau diantisipasi bisa membahayakan dirinya, orangtua dan pengasuh tidak perlu terlalu mengintervensi. Untuk itu anak harus dijauhkan dari segala yang bisa mengancam keselamatannya, atau berpotensi membahayakan dirinya," katanya.
Alih-alih membatasi gerak-gerik anak, tugas orangtua lebih kepada mendahulukan keamanan bagi lingkungan anak sangat diperlukan.
"Sejatinya setiap bayi belum mampu mengantisipasi kondisi berbahaya. Jadi, apapun bentuk dan wujud kondisi yang tidak sehat tersebut, bayi berhak mendapat pengamanan dari orangtua, atau pengasuhnya. Bayi harus dilindungi dari hal itu. Namun sayangnya masih banyak orangtua yang mengabaikan hal ini, sehingga tidak jarang bayi terancam, dan menjadi korban kelalaian orangtuanya. Bayi tersengat arus listrik, terbakar setrikan, terminum obat nyamuk, tertelan kacang, kejadian keseharian yang masih terdengarm" ungkap health motivator tenama ini.
Jenis-jenis pengamanan di lingkungan gerak sang buah hati dapat dilakukan dengan pengamanan tangga rumah, tidak bermain sendiri di tepi kolam renang, jauhkan dari menyentuh sakelar listrik atau kabel listrik, tak boleh ada benda tajam di dekat bayi, seperti pisau, gunting, jarum.
Jangan biarkan pula anak menjangkau lemari obat, bahan kimiawi pembersih rumah seperti karbol, lisol, pemoles lantai, dan tidak bermain di dapur. Terakhir, jangan lupa bahwa meninggalkan bayi sendiri dalam mobil merupakan suatu hal yang berbahaya, atau berkendara tanpa pengaman khusus bagi bayi dengan pintu mobil disetel tidak dapat dibuka dari dalam.
Ada 0 komentar pada diskusi ini
Belum ada komentar pada post ini