Bukan hanya sibuk menjelajahi dunia luar, balita kini asyik menjelajahi alam pikirannya sendiri. Inilah saatnya dia bermain dengan imajinasi. Jangan buang kardus bekas pembungkus barang elektronik, karena itu bisa menjadi bahan pembuat kapal perang atau kereta kencana. Tak perlu heran jika Anda mendapati balita menjerit gara-gara menyentuh kaleng kosong yang baru dinobatkannya jadi panci panas. Jangan lupa pula bilang terima kasih ketika Anda disuguhi muffin dari gulungan kaus kaki.

“Main pura-pura adalah bagian penting dalam perkembangan sosial anak. Permainan ini membantu anak mengembangkan kemampuan bergaul dengan teman sebaya,” kata Barber. Kemampuan anak memerankan sesuatu yang bukan dirinya—misalnya saat main “ibu-ibuan”- juga menandakan dia mengerti dirinya adalah pribadi yang terpisah dan berbeda dari ibu.

Permainan imajinatif membantu mengasah kemampuan anak memerkirakan apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan orang lain. Juga, meningkatkan pemahaman anak akan dunia di sekitarnya. “Di dalam benaknya, anak-anak berusaha membangun kembali apa yang mereka dengar dan lihat di dunia nyata. Melakukan tindakan imajiner, membantunya memahami banyak hal, termasuk tindakan orang dewasa,” terang Barber.