1. Memahami konsep dasar dari selera anak. Pahami kecenderungan anak berdasarkan perkembangan usianya, misalnya saat usia dua tahun anak gemar menyanyi, kenali sejauh mana kemampuannya menyanyi. Dengan begitu orangtua bisa menyusun strategi yang tepat.

2. Tidak memberi label negatif pada selera anak. Jangan langsung berkata ‘ya ampun’ atau ‘Mama
gak suka’ ketika anak memilih padu padan pakaian yang tidak cocok. Anak akan menjadi takut dan kurang percaya diri dalam menyampaikan seleranya kelak.

3. Mengenalkan anak pada selera lain yang ada pada lingkungan. Namun, lingkungan perlu juga merangsang hal–hal lain agar anak memiliki pengalaman baru dan menambah pengayaan pengetahuan.


4. Tidak memaksakan kehendak. Selama anak tidak berkeberatan dengan apa yang Anda tawarkan
bisa dikatakan itu hal positif. Jika tidak, jangan terburu- buru memaksakan kehendak Anda mungkin anak memiliki alasan yang logis.


5. Memberi reinforcement berupa pujian pada hal–hal yang ingin dibentuk.