Asal Usul Kulit
oleh Seseorang, 13 Tahun Yang Lalu
Di dalam kandungan, "perisai” tubuh bayi yaitu kulit masih sangat tipis dan sensitif, tapi tetap canggih. Berikut yang perlu kita ketahui untuk melindungi kulit bayi
Dari berbagai jenis organ tubuh bayi, kulit adalah organ yang berukuran paling luas, bisa mencapai 2 m² dengan ketebalan 1 hingga 2 mm. Namun, kulit bayi saat berada di dalam kandungan, berbeda dengan kulitnya sekarang. Di dalam rahim, kulit janin selalu terjaga kelembabannya secara alami karena ia hidup di dalam kantung amnion (ketuban) berisi cairan amnion. Selain itu, kulit bayi juga selalu terlindungi oleh lapisan tipis dari lemak berwarna putih kekuningan (vernix caseosa).
Masih rentan dan sensitif. Saat bayi lahir, meski seluruh jaringan kulitnya telah terbentuk, tapi belum seluruhnya berkembang sempurna. Itu sebabnya, kulit bayi belum mampu berfungsi optimal. Begitu lahir, kulit bayi mengalami perubahan drastis dari kondisi lingkungan yang sangat berbeda dibandingkan ketika berada di dalam rahim ibu yang hangat, nyaman, dan aman. Di luar rahim, tidak ada lagi cairan amnion yang menjaga kelembaban kulitnya.
Kulit bayi lebih mudah mengalami dehidrasi dan kekeringan dibandingkan kulit orang dewasa. Untuk menjaga agar kulit bayi Anda terjaga kelembabannya, lakukan perawatan dengan kosmetik bayi yang tepat. Tak ada salahnya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter kulit anak untuk memilihkan kosmetik yang tepat dan teruji secara klinis bagi bayi Anda.
Ada 1 komentar pada diskusi ini
12 Tahun Yang Lalu