Apakah Olah Raga Aman Bagi Kehamilan....???
oleh Seseorang, 13 Tahun Yang Lalu
Untuk ibu yang sedang hamil dan ingin berolahraga ternyata tidak semua olahraga aman dilakukan ibu hamil.
Jadi, lakukanlah olahraga ringan dan tidak membahayakan kondisi janin Anda. Olahraga pun perlu untuk membuat tubuh Anda lebih rileks
FAKTA: Kondisi tubuh ibu hamil berbeda dengan ibu yang tidak hamil. Perlu perlakuan khusus untuk kondisi tubuh yang berbeda, termasuk pilihan jenis olahraganya. Jika dulu Anda terbiasa melakukan olahraga yang membutuhkan gerak aktif, energi ekstra atau menantang seperti: Basket, sepak bola, voli, menyelam atau arung jeram. Saat hamil hindari olahraga tersebut. Goncangan-goncangan yang terjadi pada olahraga semacam ini dapat membahayakan pertumbuhan janin, misalnya merangsang kontraksi.
Kehamilan bisa membuat Anda lebih rentan terhadap kegiatan olahraga.
FAKTA.: Selama hamil tubuh akan memproduksi hormon relaksin. Hormon ini sengaja dirancang untuk membantu melumasi sendi-sendi pada tubuh Anda untuk mempermudah kerjanya. Selain membantu kinerja sendi-sendi, hormon relaksin membuat sendi menjadi lebih renggang jarak-jaraknya. Kerenggangan ini menyebabkan risiko cedera meningkat.
Jadi, berhati-hatilah saat berolahraga. Jangan regangkan otot-otot punggung, bahu dan kaki terlalu lama, atau batasi peregangan hanya 6 atau 7 detik setiap kali peregangan.
Ibu hamil tidak boleh olahraga yang melatih bagian perut.
MITOS: Tidak ada ahli yang mengatakan latihan perut dapat membahayakan ibu hamil. Pasalnya, latihan perut sebenarnya memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil. Otot-otot pada bagian perut dan panggul perlu dilatih untuk membantu proses persalinan. Bahkan Fleming, seorang instruktur senam kehamilan dan pencipta video Buff Moms-To-Be menambahkan, kehebatan dari latihan perut ketika hamil adalah membantu perut Anda kembali ke bentuk semula pascamelahirkan. Kecuali, olahraga yang gerakannya mengharuskan tubuh untuk telungkup, ibu hamil dilarang melakukan olah raga jenis ini.
Ada 3 komentar pada diskusi ini
12 Tahun Yang Lalu
12 Tahun Yang Lalu
13 Tahun Yang Lalu
Keuntungan berolahraga saat hamil :
melenturkan otot, melatih pernapasan sehingga memudahkan saat persalinan normal nanti
menambah daya tahan dan stamina selama hamil dan terhindar dari diabetes
menstabilkan bobot tubuh supaya tidak terlalu banyak naik, bobot tubuh yang berlebihan bisa menyulitkan Bunda saat persalinan nanti
menurunkan resiko penyakit jantung di mana kerja jantung dan darah wanita hamil lebih cepat dari biasanya
terhindar dari resiko osteoporosis saat kehamilan mau pun menyusui
Dengan banyaknya manfaat berolahraga tentu Bunda rela berpeluh-peluh sedikit. tapi ingat, kondisi yang tengah hamil mengharuskan Bunda memilah-milah mana olahraga yang boleh dilakukan mana yang tidak.
Olahraga yang boleh dilakukan :
Untuk trimester pertama dan kedua Bunda masih boleh melakukan olahraga dengan pembebanan seperti jalan kaki (10-20 menit), senam dan treadmill. Yoga juga bisa jadi pilihan. Memasuki trimester ketiga lakukan olahraga tanpa beban seperti berenang atau sepeda statis. Kalau Bunda tidak bisa berenang cobalah berjalan-jalan di dalam air.
Jenis olahraga yang harus dihindari :
Jangan sekali-sekali bersepeda di ruangan terbuka. Olahraga sepatu roda, ski air, menyelam, beladiri, atletik dan trampolin juga wajib Bunda jauhi untuk menghindari terjadinya cedera pada janin.
Sumber : infobunda.com