Salah satu alasan utama aborsi adalah ibu tidak menginginkan anaknya lahir. Anomali janin yang menyebabkan bayi akan terlahir cacat mental/fisik yang parah pada beberapa kasus juga membuat beberapa orang memutuskan untuk menggugurkan kandungan. Penyebab kelainan janin yang utama antara lain: kelainan genetik pada kromosom (20-25%), infeksi (3-5%), penyakit ibu (4%), efek samping obat dan terapi (<1%). Namun kedua alasan itu tidak dapat dibenarkan menurut agama maupun hukum. Aborsi tanpa indikasi medis adalah pembunuhan.

Aborsi hanya diperbolehkan atas rekomendasi dokter, di antaranya:

Penyakit pada ibu di mana bila kehamilan dilanjutkan, nyawa ibu akan terancam. Dokter mempertimbangkan risiko kehidupan ibu berdasarkan kondisi saat ini maupun perkembangan dan komplikasinya di masa mendatang. Termasuk dalam penyakit yang menyebabkan kehamilan harus dihentikan adalah keganasan kanker. Total kejadian keganasan selama kehamilan diperkirakan 1 kasus per 1000 kehamilan. Kanker yang paling umum ditemukan pada wanita hamil antara lain: kanker serviks (1 per 2200 kehamilan), kanker payudara (1 per 3.000 kehamilan), dan melanoma (0,14-2,8 per 1000 kehamilan).
Kehamilan di luar rahim (kehamilan ektopik).
Bayi tidak berkembang/meninggal