Air Isi Ulang VS Air Dalam Kemasan
oleh Seseorang, 14 Tahun Yang Lalu
Demi alasan kepraktisan, kini orang lebih memilih untuk mengonsumsi air kemasan atau air isi ulang. Produk air minum isi ulang berasal dari sumber air tanah yang kemudian dimuat dalam sebuah tempat penampungan (reservoir). Air tersebut kemudian disaring dan disterilisasi dengan cara ozonisasi (menggunakan gas ozon) atau dengan pemaparan radiasi sinar ultraviolet.
Produk air dalam kemasan berasal dari sumber air yang sama dengan air isi ulang, yaitu air tanah. Bedanya, air minum dalam kemasan memiliki proses disinfeksi yang lebih lengkap. Setelah itu, air dipasarkan melalui proses pengepakan (berupa gelas, botol, atau wadah ukuran 1 galon).
Meski keduanya terbilang aman, Anda harus tetap mewaspadai terjadinya kontaminasi terhadap kedua produk tersebut. Air minum yang sehat harus jernih, tidak berbau, tidak berwarna, dan bebas dari semua jenis bakteri berbahaya, seperti E. Coli, salmonella typhii. Air juga harus bebas dari kandungan zat kimia berbahaya, seperti logam berat (merkuri (Hg), timbal (Pb), aluminium (Au), besi, serta klorida.
Pastikan bahwa segel pada botol kemasan air masih dalam kondisi utuh. Bagi Anda yang mengonsumsi air minum isi ulang, pastikan bahwa Anda mengunjungi depo yang representatif. Perhatikan kelengkapan fasilitas produksi, sumber air, dan kualitas sanitasi depo tersebut. Sebuah depo resmi juga harus memiliki surat izin operasional dari pemerintah daerah.
(Dr. Ir. Suprihatin, Deputi Manajer Teknis I
Bidang Analisis Air/Air Limbah IPB, Bogor)
Ada 4 komentar pada diskusi ini
14 Tahun Yang Lalu
14 Tahun Yang Lalu
14 Tahun Yang Lalu
14 Tahun Yang Lalu