Bagaimana cara membuat si kecil mau mencoba makanan baru?
Berikut ini ada beberapa cara kreatif untuk membuat anak-anak tertarik dengan makanan baru:

• Libatkan anak-anak dalam semua aspek yang berkaitan dengan waktu makan: belanja, mengatur makanan di lemari dapur dan di lemari es, mencampurkan bahan dan/atau menata makanan di piring.

• Gunakan alat pemotong kue kering untuk membuat bentuk serta ukuran yang menarik, atau gunakan pisau untuk memotong "gaya bebas". Pastikan Anda memotong makanan, karena ada pemotong kue dan pisau yang terlalu tajam untuk anak-anak.

• Buat makanan baru setiap minggu dan rencanakan untuk membuat berbagai macam makanan. Sajikan makanan yang merangsang semua indera dengan mencoba beragam warna, seperti hijau, putih, merah, kuning dan cokelat; aneka rasa, misalnya hambar, pedas, asam dan manis; tekstur yang berlainan, antara lain lunak, keras, kenyal, renyah; dan suhu yang beragam, yaitu dingin, beku dan hangat.

Apa yang harus saya hindari ketika memberikan makanan kepada anak-anak?
• Jangan menyuapi anak di supermarket - Pergilah berbelanja setelah Anda makan. Siapa pun pasti sulit menahan godaan camilan yang dijajakan di toko apabila berbelanja ketika perut masih kosong.

• Jangan menggunakan makanan sebagai hadiah atau bujukan. Sebaiknya, berikan pujian secara lisan. Tindakan ini akan membina harga diri anak dan mencegah perilaku yang meremehkan makanan di kemudian hari.

• Jangan berhenti menyajikan makanan yang pada awalnya tidak disukai. Jika Anda berhenti begitu saja, keinginan anak akan lebih dinomorsatukan ketimbang belajar untuk mencoba mencicipi makanan baru.

Apa yang dapat saya lakukan untuk membantu anak saya membangun kebiasaan makan yang baik?
Kira-kira begini, cukup praktikkan apa yang Anda ajarkan. Anak belajar dari mengamati. Sebagai orang tua, Anda adalah panutan yang paling jelas. Terapkan pedoman berikut untuk membentuk kebiasaan sehat agar ditiru oleh anak:
• Tetapkan waktu makan rutin sesuai dengan gaya hidup Anda.

• Jadwalkan waktu makan camilan sehari-hari agar pada waktu makan, mereka tidak makan secara berlebihan.

• Gunakan piring berukuran sedang dengan porsi lebih sedikit agar anak berhenti makan setelah merasa kenyang.

• Jadikan waktu makan sebagai kesempatan untuk bercengkerama. Pilih lingkungan yang ceria untuk bersantap, jauh dari televisi dan gangguan lainnya.

Bagaimana mencegah anak agar tidak sulit untuk makan apa saja?
Pertama, ingatlah bahwa anak akan melalui tahap-tahap ketika mereka akan menyukai makanan atau sama sekali tidak menyukainya. Perilaku ini biasanya hanya sementara. Jika anak suka memilih-milih soal makanan, coba lakukan hal berikut ini.
• Pikirkan tentang semua makanan kelihatannya dihindari oleh anak Anda. Sebenarnya terdapat ratusan jenis makanan dalam setiap kelompok makanan. Jadi, jika satu tidak berhasil, ganti dengan yang lain.
• Kreatiflah dalam menyiapkan makanan. Jika anak Anda tidak mau makan sayuran yang dimasak, coba sajikan mentah-mentah dengan saos rendah lemak. Atau, jika anak tidak suka makan kacang-kacangan, samarkan dengan cara membungkusnya dalam taco, dicampur dengan sup, roti daging atau burger.
• Campurkan makanan yang tidak disukai anak Anda dengan makanan yang disukainya. Masukkan irisan buah ke dalam sereal, atau campurkan keju ke dalam kentang yang dilumatkan. Yang penting adalah, makanan itu masuk ke dalam tubuh, bukan dengan cara yang dipaksakan.

Frances Sheridan Goulart © Universal Publishing Service