Anak Anda dicintai dan sering diberi mainan oleh seluruh anggota keluarga? Wah senangnya! Manfaatkan hadiah-hadiah yang berlimpah ini untuk mengajarkan rasa kasih sayang diantara anggota keluarga.

“Buku tentang bidadari ini bagus sekali. Pasti Tante Dona membelikannya untuk kamu, karena sayang sekali sama kamu.” Atau, “Oma sayang ya sama kamu, sampai mau repot-repot menjahitkan piyama pink ini.” Saya yakin, anak Anda yang cantik dan menggemaskan itu sejak dini telah dibanjiri rasa cinta, terutama dari mama dan papanya; karena ia memiliki perilaku yang juga penuh cinta. Keep up the good work, Mom! Terus tanamkan pada diri anak bahwa saling memberi dan menerima kasih sayang akan membahagiakan hidupnya.

Tetapi, semua yang berlebihan memang dampaknya bisa buruk, termasuk hadiah yang berlimpah. Semua kembali terpulang pada Anda. Pada kenyataannya, kemampuan mengingat anak-anak balita (bawah lima tahun) seusia anak Anda belum berkembang sempurna atau masih sangat terbatas. Jadi, ia tidak akan ingat hadiah-hadiah apa saja yang sudah diterimanya dari anggota keluarga besarnya. Apalagi, kalau pemberian hadiah itu begitu intens.

Yang perlu Anda lakukan adalah latih anak untuk berterima kasih atas hadiah-hadiah yang diterimanya. Lalu, hanya gunakan benda-benda yang memang anak perlukan. Misalnya, kalau piyama anak Anda sudah mulai pudar warnanya, barulah ia bisa memakai piyama pink hasil jahitan oma. Atau, kalau sudah tiba saatnya untuk membacakan buku yang baru, Anda bisa membacakan buku tentang bidadari dari Tante Dona. Hadiah-hadiah lainnya (bola dunia dari opa, sekotak pensil warna dari Oom Dicky, atau mainan Lego dari Tante Eka) bisa Anda simpan dulu. Keluarkan hadiah-hadiah itu, ketika diperlukan. Misalnya, ketika anak sudah bersikap baik dan perlu diberi hadiah.

Ajarkan pula pada anak untuk melihat kelebihan dari benda-benda yang dimilikinya. “Bola dunia dari opa ini bagus sekali, ya. Di malam hari, lampunya bisa dinyalakan untuk menerangi kamar kamu.” Atau, “Mainan Lego dari Tante Eka bisa dibentuk jadi kereta api, lho.” Dengan cara ini, anak akan lebih menghargai benda-benda miliknya. Juga, ajarkan pada anak untuk bertanggung jawab atas benda-benda miliknya. Misalnya, mengembalikan ke tempat penyimpanan, setelah digunakan. Pada awalnya, dampingi dulu dia ya.