Pasti Bunda pernah mendengar beberapa kasus penculikan yang terjadi di tanah air. Penculikan umumnya dilakukan untuk menarik perhatian melalui pesan dengan kompensasi sejumlah uang. Modus penculikan bervariasi, bisa karena balas dendam, persaingan bisnis, sakit hati, atau karena kelainan seksual pelakunya (phaedophilia).

Penculikan bisa terjadi pada siapa saja, dari keluarga berada atau pun tidak. Irma Gustiana A,M.Psi dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia yang juga menjadi Psikolog di Sekolah Dasar Ade Irma Suryani, Tebet ini memberikan kiatnya supaya hal mengerikan ini tidak terjadi pada buah hati Bunda.
Menjalin Kedekatan
Kedekatan pada buah hati bisa timbul dari adanya komunikasi yang dilakukan secara rutin. Bila si kecil merasa dekat dengan orangtuanya hal sekecil apa pun akan dibagi pada Bunda, sehingga jika ia menemukan hal-hal aneh ia akan bercerita dengan sendirinya.

Pupuk Kemandiriannya
Dengan mengajarkannya mandiri si kecil terbiasa untuk mengambil tindakan secara cepat. Hal ini penting supaya ia mampu melakukan pertahanan untuk dirinya. Misalnya ia akan mengatakan “Saya tidak mau ikut.” dengan suara keras untuk memancing perhatian orang-orang sekitar.

Pastikan Orang yang menjemputnya
Tekankan padanya untuk tidak ikut pada orang lain selain Bunda, Ayah atau keluarga yang biasa menjemputnya di sekolah, sekali pun dia mantan pengasuhnya. Hal ini untuk menghindari motif sakit hati yang mungkin terjadi pada si pengasuh sebelumnya.

Perkenalkan Orang Baru
Jangan lupa untuk mengenalkan orang-orang baru yang belum pernah ditemuinya. Dengan begitu dia bisa membedakan ini teman Bunda atau orang asing yang pantas dia waspadai.

Tips :
Jangan memakaikan anak perhiasan pada saat ia sekolah. Perhiasan bisa menarik orang untuk berperilaku buruk padanya.
Ingatkan selalu untuk menolak jika diiming-imingi sesuatu
Ajarkan supaya ia mengenal identitasnya ; namanya, alamat, nomor telepon sehingga ia tahu siapa yang harus dihubungi pada saat darurat.