Jika pengenalan MPASI terlalu lambat kemungkinan besar perkembangan oromotor bayi pun akan terhambat. Apalagi jika anda melewati fase kritis kedua setelah umur 9 bulan, dimana bayi sudah seharusnya diberikan makanan semi padat yang lebih bertekstur untuk menstimulasi kemampuan oromotor bayi untuk mengunyah. Adalah penting anda tidak melewatkan masa krusial ini saat ia masih tertarik untuk mempelajari keterampilan makan. Semakin besar usia anak, ia akan lebih fokus pada kegiatan bermain dibandingkan aktivitas makan dan sulit membuatnya tertarik untuk belajar bagaimana mengunyah dan menelan makanan padat yang benar jika ia terlalu terbiasa mendapatkan makanan cair.

Syarat pertama agar bayi menguasai keterampilan oromotor untuk mengunyah dan menelan dengan benar, jika pengenalan MPASI sudah terlambat adalah dengan tidak memaksanya. Karena keinginan makan harus berasal dari diri anak sendiri supaya manfaat yang didapat bisa tercapai lebih efektif.

“Apa boleh buat, satu-satunya cara yang bisa anda lakukan untuk melatih kemampuan oromotor bayi dalam mengunyah dan menelan makanan padat jika fase kritis pengenalan makanan padatnya sudah lewat adalah dengan menetapkan jadwal makan yang teratur,” ujar Dr. Damayanti R. Sjarif, Dr. SpA (K).

Dengan jadwal makan yang teratur, ritme biologis anak pun akan terpola, sehingga anak akan merasa lapar saat waktunya makan dan tidak akan menolak saat disodorkan makanan. Tentunya singkirkan hal-hal yang bisa mengalihkan perhatiannya dari acara makan, tanpa juga membuatnya tertekan.

Saat ia mulai makan, tunjukkan cara mengunyah dan menelan yang benar dengan berpura-pura melakukan hal itu di depannya agar ia mengikuti anda dan jangan lupa berikan apresiasi jika ia berhasil melakukannya. Dan yang terakhir dan tak kalah pentingnya adalah kesabaran dan komitmen anda yang dibutuhkan untuk menjamin keberhasilan bayi dalam menguasai keterampilan makan ini.