duduk di bangku sekolah acap kali menimbulkan kebosanan pada anak. Anak-anak diawal sekolah mengalami masa peralihan dari dunia bermain ke dunia belajar yang sebenarnya. Oleh karena itu, kebosanan adalah hal yang wajar dialami anak. Sebagai orang tua, membangkitkan kembali semangat anak untuk belajar ketika kebosanan menghinggapi anak perlu diupayakan.

Rekreasi bersama keluarga atau teman-teman biasa dilakukan untuk merefresh kembali kondisi anak-anak. Tetapi rekreasi membutuhkan biaya yang tidak murah. Ada cara lain yang bisa menjadi alternatif, yaitu menyediakan majalah anak di rumah. Majalah anak bisa menjadi pilihan untuk membangkitkan kembali semangat anak untuk belajar, dengan harga yang lebih terjangkau.



Cerdas Memilih Majalah Anak



majalah anak
Beragam majalah beredar, isi dari tiap majalah disesuaikan dengan konsumennya. Orang tua diharapkan lebih selektif untuk memilihkan majalah untuk anaknya. Orang tua jangan mudah percaya dengan brand “majalah anak”.

Teliti terlebih dahulu konten dari majalah sebelum diberikan kepada anak anda. Pilihlah majalah yang tidak semata-mata berfungsi untuk menghibur, melainkan disertai fungsi edukasi.

Hindari majalah anak yang banyak berisi iklan. Iklan-iklan tersebut dapat menarik anak untuk membeli barang pada iklan tersebut. Secara tidak langsung, anak anda akan belajar pola hidup konsumtif. Hindari pula majalah yang terlalu banyak memuat gemerlap kehidupan dunia.

Melalui majalah tersebut, akan membentuk anak menjadi hedonis. Dan yang terpenting adalah sesuaikan majalah dengan usia anak anda. Majalah anak yang sesuai dengan usianya akan mendukung proses belajarnya. Semakin berwarna-warni majalah anak, maka akan semakin menarik anak untuk membaca.

Setelah anda menemukan beberapa majalah anak yang sesuai untuk anak, libatkan anak anda untuk memilih majalah anak mana yang paling dia suka. Seperti orang dewasa, anak-anak juga memiliki kesukaan yang berbeda-beda. Dengan memilih sendiri majalahnya, anak anda akan semakin termotivasi untuk membaca majalah tersebut.

Saat anda memberikan majalah anak, berikan rekomendasi kepada anak artikel mana yang paling menarik atau gambar mana yang paling bagus. Apa yang anda lakukan tersebut akan membuat anak semakin penasaran dengan isi majalah. Jika anak anda selesai membaca majalah, ajak dia berdiskusi tentang isi majalah anak yang dibacanya. Sampaikan juga pendapat anda tentang isi dari majalah tersebut.

Tetapi jangan mengkritik apapun opini yang disampaikan anak anda. Jika perlu untuk memperbaiki opininya, lakukan dengan cara yang baik. Melalui diskusi kecil ini, anak akan banyak belajar tentang cara menyampaikan pendapat dan bertukar pikiran dengan orang lain.

Di majalah anak biasanya terdapat perlombaan. Ajak anak anda untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh majalah tersebut. Misalnya lomba menulis cerita pendek. Jika cerita pendek yang dibuatnya dimuat di dalam majalah, anak anda akan semakin termotivasi untuk belajar menulis lebih baik lagi. Kalaupun anak anda gagal dalam perlombaan itu, besarkan hatinya dan cobalah untuk mengajak anak anda mengikuti lomba lain di kesempatan yang lain. Cara ini dapat mengokohkan mental anak untuk berkompetisi. Iklim kompetitif yang anda bangun sejak dini bermanfaat untuk masa depannya.

Jika anak anda pada tahap belajar huruf atau berhitung di sekolahnya. Majalah anak dapat menjadi media untuk belajar huruf dan berhitung. Potong huruf-huruf dengan warna menarik yang terdapat dalam majalah. Kenalkan huruf kepada anak dengan menyebutkan nama benda yang diawali huruf tersebut.

Gambar-gambar menarik di dalam majalah anak dapat menjadi sarana untuk mengajari anak untuk berhitung. Majalah anak menyediakan ruang yang luas untuk belajar anak anda.