Alasan pertama adalah lambung dan usus bayi sudah memasuki kondisi matang. Lambung bayi pada usia ini sudah cukup matang untuk mengolah makanan cair dan semi padat, sementara usus sudah cukup matang dalam proses penyaringan makanan.



Alasan kedua, produksi protein Immunoglobin di dalam tubuh sudah mulai meningkat, sehingga usus dan lambung mampu mencegah masuknya alergen ke dalam saluran penernaan yang bisa membahayakan kondisi pencernaan si kecil. Hal ini yang juga menjadi ciri bahwa pada usia ini umumnya alergi pada bayi sudah mulai menghilang.



Alasan ketiga, bayi sudah memiliki kemampuan menggerakkan lidah dan mulutnya untuk mendorong makanan yang masuk ke bagian mulut yang lebih dalam. Pada usia ini, bayi juga sudah memiliki kematangan dalam hal refleks menelan. Si kecil sudah mampu menggerakkan lidah dan membuka katup mulut dalam secara bersamaan dan mendorongnya ke dalam faring.



Alasan keempat, pada usia ini, bayi sudah mampu duduk dengan menegakkan badannya, terutama kepala (meskipun ada beberapa yang harus dibantu dengan kursi untuk menyandarkan punggungnya). Tulang punggung bayi sudah memasuki usia matang, sehingga sudah kuat untuk menopang tubuh bagian atas sehingga bisa duduk. Dengan duduk, proses pencernaan makanan MPASI pun lebih lancar karena tubuh berada dalam posisi tegak dan risiko bayi tersedak pun berkurang.



Alasan kelima, di usia 6 bulan, proses pertumbuhan gigi bayi sudah dimulai. Peran gigi dalam mengolah makanan di dalam mulut sangat penting, karena gigi dapat membantu untuk mengunyah dan memotong makanan. Alasan keenam, bayi usia 6 bulan sudah mulai memiliki rasa ingin tahu, sehingga ketertarikan terhadap makanan pun sudah mulai ditunjukkan. Hal ini sebagai cikal bakal membangun rasa ingin mencicipi suatu makanan.