Share Like
Simpan

Senangnya ya Bu, kalau si Kecil lagi di rumah. Ibu bisa puas deh, melihat ekspresi lucunya setiap hari! Mulai dari tertawa, menangis, sampai raut wajah bingungnya yang imut. Ada saja hal yang memancing perhatiannya dan membuat si Kecil spontan bereaksi. Kalau sudah begitu, saya suka tersenyum sendiri. Ia menggemaskan sekali!

Pernah, suatu ketika saya sedang membereskan puzzle milik kakaknya yang berserakan di lantai. Si Kecil nampak kebingungan melihat potongan puzzle yang saya bereskan. Disentuhnya satu, dilihat-dilihat, lalu ditinggalkan. Hal yang sama ia lakukan terhadap potongan puzzle yang lain. Diam-diam, saya amati polah si Kecil. Ternyata, ia kebingungan melihat banyaknya puzzle dengan ragam bentuk dan ukuran, yang mungkin aneh baginya. Saat itulah saya tersadar, “Benar juga, sudah saatnya si Kecil belajar konsep bentuk dan ukuran!”

Sejak saat itu, saya pun mencoba memperkenalkan konsep bentuk dan ukuran pada si Kecil. Mengingat ini merupakan hal yang baru baginya, saya memilih mengajarkan si Kecil konsep yang sederhana lewat kegiatan sehari-hari. Berikut ini adalah hal-hal yang pernah saya lakukan. Coba dibaca ya, Bu. Siapa tahu bisa jadi inspirasi untuk dicoba di rumah.

  1. Dalam rumah kita, sebenarnya banyak sekali perabotan dan benda lainnya yang bisa menjadi objek pengamatan bagi si Kecil. Waktu bermain bersama si Kecil saya jadikan kesempatan untuk menjelaskan konsep bentuk, lewat benda yang ada di sekitar kami. Misalnya, bola bisa menggelinding karena berbentuk bulat, atau boks mainan di hadapannya memiliki bentuk kotak, dengan empat sisi yang sama panjang.
  2. Pada situs yang dikelola oleh Purdue University, saya membaca bahwa cara terbaik mengajarkan konsep bentuk pada anak ialah lewat bermain langsung dengan benda. Untuk itu, terkadang saya meminta si Kecil untuk meraba dan memainkan benda yang sedang dijelaskan. Harapannya, si Kecil akan lebih mudah memahami penjelasan yang saya berikan dengan menyentuh benda tersebut secara langsung.
  3. Si Kecil paling senang bermain-main di halaman rumah. Pernah saya menyusun beberapa bola di halaman. Sengaja saya urutkan bola tersebut mulai dari yang terkecil hingga yang paling besar. Setelah itu, saya ajak si Kecil untuk membandingkan ukuran bola-bola tersebut. “Lihat, ukurannya beda-beda, ya! Mana yang terkecil?” Selain belajar, si Kecil juga bisa bersantai di tengah ruang terbuka.
  4. Membacakan cerita juga termasuk ide yang baik untuk belajar lho, Bu. Dulu, saya suka bermain tebak-tebakan bersama si Kecil. Ketika membaca, saya pegangi tangan si Kecil. Kemudian, saya membimbingnya menelusuri tiap sisi buku tersebut. Lalu saya tanyakan jumlah sisi buku tersebut. “Sebelum Ibu jelaskan bentuk buku ini, coba jawab: ada berapa sisi yang kamu hitung?” Duh, lucu sekali ekspresi si Kecil saat memikirkan jawaban dari pertanyaan tersebut!

Bagaimana? Tips di atas tidak sulit untuk dilakukan ya, Bu. Selain mudah dan menyenangkan, manfaat yang didapat juga tidak kalah penting. Usia 1-2 tahun ini, memang merupakan saat yang tepat bagi si Kecil untuk mengenal bentuk dan ukuran  objek. Ia belajar mencerna apa yang ia lihat, serta seperti apa tampilan benda tersebut. Itulah sebabnya, kegiatan ini menjadi penting untuk dilakukan.

Tidak hanya itu, Bu. Saat mencoba mengenali benda, sebenarnya si Kecil sedang berlatih koordinasi mata dan tangan. Di sini, kemampuan indera penglihatan dan perabanya sedang diasah. Si Kecil juga telah melakukan cara berhitung sederhana dengan menghitung jumlah sisi benda yang ada di dekatnya.  Menarik, bukan? Dari kegiatan sederhana, ternyata begitu banyak hal baru yang dipelajari oleh si Kecil.

Nah, selain bentuk dan ukuran benda,  tentu masih banyak pelajaran lainnya yang belum diketahui oleh si Kecil. Oleh karena itu, Ibu tidak perlu heran melihat keaktifan si Kecil. Seperti anak usia 1-3 tahun pada umumnya, ia akan terus bergerak mengamati hal-hal baru di lingkungan sekitarnya. Tidak hanya gerak fisik, pikiran si Kecil pun seakan tidak pernah berhenti untuk memahami dunia barunya. Hebat, ya?

Dulu saya sempat bertanya-tanya sendiri: apa ia tidak capek? Barulah sekarang ini saya mengerti jawaban di balik semangat si Kecil. Makanan bergizi yang saya berikan pastinya berpengaruh besar untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Apalagi, saya juga melengkapi kebutuhannya dengan memberi Frisian Flag Jelajah Suprima pada si Kecil. Susu pertumbuhan ini diperkaya dengan kombinasi tinggi Protein, Zat Besi, Iodium, Selenium, Seng, Vitamin A, C, & E serta Inulin. Semuanya adalah nutrisi kunci yang bermanfaat untuk tumbuh kembang anak usia 1-3 tahun. Manfaatnya terasa sekali lho, pada perkembangan si Kecil. Ia tumbuh menjadi anak yang ceria dan penuh semangat. Sebagai Ibu, saya merasa senang telah memberikan tambahan nutrisi yang tepat bagi si Kecil.

Semoga pengalaman saya dapat membantu Ibu untuk mengajarkan konsep bentuk dan ukuran pada si Kecil di rumah. Selamat mencoba!