Di masa pertumbuhan bayi, aspek fisik jadi satu hal yang bisa Ibu jadikan acuan. Terutama untuk kesehatan mata. Kesehatan mata adalah salah satu hal yang perlu Ibu perhatikan secara menyeluruh terkait perkembangan bayi. Pasalnya, mata adalah salah satu panca indera yang akan menerima stimulus dari luar tubuh.

Mengenali ciri-ciri bayi tidak bisa melihat sejak dini dapat membantu Ibu untuk mendapatkan penanganan medis agar pertumbuhan dan perkembangan otaknya tidak terganggu.

Mengenal Masalah Penglihatan pada Bayi

Ciri-ciri bayi tidak bisa melihat perlu Ibu kenali di setiap tahap perkembangan bayi. Hal ini menjadi penting, karena ciri-ciri tersebut bisa saja jadi acuan gejala gangguan penglihatan pada bayi. Sebagaimana yang Ibu pahami, bahwa indera penglihatan merupakan aset penting dalam tumbuh kembang bayi. 

Penyebab Gangguan Penglihatan 

Berikut adalah beberapa penyebab gangguan penglihatan yang perlu Ibu ketahui:

  1. Mata malas atau amblyopia

    Ambliopia atau mata malas merupakan penyebab paling umum atas hilang atau terganggunya penglihatan anak. Kondisi ini terjadi ketika satu atau kedua mata anak tidak berkembang dengan baik pada awal kehidupannya. 

    Artikel Sejenis

  2. Retinopati prematuritas (ROP)

    Kondisi berat badan bayi yang rendah saat lahir dapat menjadi penyebab munculnya kondisi ini. Retinopati prematuritas dapat sembuh dengan sendirinya, tapi pada kondisi tertentu anak mungkin akan perlu proses operasi untuk menyembuhkannya. 

  3. Sindrom bayi terguncang

    Kondisi ini dapat menyebabkan cedera fatal otak, di mana sekitar 85% bayi yang mengalami kondisi ini mengalami perdarahan retina sehingga penglihatannya hilang permanen. 

  4. Oftalmia neonatorum

    Umumnya kondisi ini disebabkan oleh adanya infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan terganggunya penglihatan bayi. Dapat muncul dalam 28 hari pertama kehidupan bayi.

Ciri-Ciri Bayi Tidak Bisa Melihat 

Ciri-ciri bayi tidak bisa melihat dapat Ibu ketahui dari perkembangan kesehatan mata, bahkan dengan mudah dari kebiasaan yang dilakukan oleh si Kecil. Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang bisa Ibu pahami demi menjaga kesehatan dan perkembangan mata bayi. 

  1. Sering Menggosok Area Mata 

    Ciri-ciri bayi tidak bisa melihat satu ini kerap kali dianggap sebagai sebuah refleks atau kebiasaan. Padahal, si Kecil yang terlalu sering menggosok area mata bisa saja mencoba untuk menunjukan bahwa ada masalah pada penglihatannya. 

    Middle East African Journal of Ophthalmology sempat merilis sebuah penelitian tentang tanda-tanda menurunnya kesehatan mata pada si Kecil. Bayi yang sudah mulai menggosok bahkan menekan area bola mata bisa jadi ciri-ciri sulit untuk melihat. Ciri-ciri bayi tidak bisa melihat satu ini juga dikenal dengan istilah oculo digital syndrome. 

    Sindrom tersebut merupakan gejala dari penyakit mata bawaan, Leber’s congenital amaurosis. Penyakit mata satu ini dapat menyebabkan kebutaan di usia dini anak. Hal tersebut tentu akan membuat tumbuh kembang si Kecil jadi tidak optimal. Lakukan penanganan lebih lanjut jika Ibu menemukan ciri-ciri bayi tidak bisa melihat satu ini

  2. Tidak Ada Respon Terhadap Cahaya 

    Tanda atau ciri-ciri bayi tidak bisa melihat lainnya yang berujung pada menurunnya kesehatan mata dapat Ibu ketahui dari refleks. Umumnya, mata akan menunjukan refleks terhadap cahaya untuk menyesuaikan penglihatan. Namun, jika si Kecil terkesan tidak memiliki respon saat terpapar cahaya, besar kemungkinan bayi mengidap gangguan penglihatan yang mengkhawatirkan. 

    Tidak adanya respon terhadap paparan cahaya pada mata bisa menjadi indikasi terhadap kebutaan pada bayi. Sebagai bentuk penanganan dini, Ibu perlu melakukan penelitian medis lebih lanjut terhadap kesehatan mata si Kecil berdasarkan ciri-ciri bayi tidak bisa melihat tersebut. 

  3. Mata Terkesan Keruh 

    Mata yang jernih merupakan salah satu tanda yang selaras dengan kesehatan pada penglihatan. Jika mata bayi terkesan keruh, hal tersebut bisa jadi ciri-ciri bayi tidak bisa melihat yang mengkhawatirkan. 

    Tanda mata keruh pada bayi bisa jadi penyebab hadirnya katarak. Berdasarkan jurnal The Scientific Journal of The Royal College of Ophthalmologists, katarak pada bayi jadi penyumbang kebutaan dini di dunia sebesar 5 hingga 20 persen. 

  4. Pergerakan Bola Mata Tidak Teratur 

    Mengawasi pergerakan bola mata bayi juga bisa jadi salah satu langkah untuk memastikan kesehatan si Kecil. Pasalnya, pergerakan bola mata yang tidak teratur jadi salah satu ciri-ciri bayi tidak bisa melihat. Ciri tersebut menjadi salah satu gejala yang dapat menyebabkan kebutaan pada bayi. 

    Umumnya, pergerakan bola mata tidak teratur merupakan gejala dari dua jenis penyakit mata. Pertama adalah nystagmus yang dapat terjadi akibat optic nerve hypoplasia dan Leber’s optic nerve. Kedua adalah retinitis pigmentosa, sebuah kelainan genetik yang menyebabkan kerusakan dan kehilangan pada sel retina bayi. Keduanya merupakan ciri-ciri bayi tidak bisa melihat yang perlu Ibu jadikan acuan untuk penanganan dini. 

  5. Mata Juling 

    Ibu tidak boleh menganggap remeh gejala mata juling. Pasalnya, kondisi tersebut bisa jadi ciri-ciri bayi tidak bisa melihat yang membahayakan. Pasalnya, mata juling juga jadi salah satu penyumbang risiko kebutaan pada bayi. Hal tersebut umumnya terjadi akibat retinopathy of prematurity.

    Ciri-ciri bayi tidak bisa melihat satu ini memiliki persentase sebesar 60 persen sebagai penyumbang kebutaan bayi. Untuk itu, Ibu perlu waspada dan segera memeriksa kesehatan mata pada dokter anak. 

Penanganan untuk Gangguan Penglihatan pada Bayi 

Penanganan gangguan penglihatan mata bayi bisa Ibu lakukan dengan cara konsultasi menyeluruh kepada dokter. Ibu jadwalkan pemeriksaan medis secara rutin sejak bayi baru lahir. Hal ini perlu Ibu lakukan demi memastikan tumbuh kembang bayi berjalan optimal. 

Bisakah Kondisi Ini Dicegah? 

Pemeriksaan medis secara rutin bisa jadi salah satu pencegahan terjadinya kebutaan pada bayi. Hal tersebut merujuk pada jenis penyakit penglihatan yang menyerang si Kecil. Beberapa di antaranya dapat disembuhkan. Selain itu, Ibu juga perlu memastikan si Kecil mendapatkan asupan nutrisi yang lengkap dan tepat di masa tumbuh kembangnya. 

ASI merupakan asupan penting dalam memastikan tumbuh kembang bayi berjalan optimal. Untuk itu, Ibu juga perlu asupan tambahan untuk memastikan terjaganya kualitas ASI untuk si Kecil. Salah satunya dengan minum Susu Frisian Flag PRIMAMUM. 

Agar kualitas ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Ibu harus mendapatkan 500 kalori tambahan setiap harinya (AKG 2019) begitu juga tambahan nutrisi penting lainnya. Selain dari makanan, Ibu juga perlu mengonsumsi susu yang mengandung 9AAE (9 Asam Amino Esensial – protein penting dalam bentuk siap diserap oleh tubuh untuk mengoptimalkan tumbuh kembang otak dan tulang janin serta menjaga kesehatan ibu) dan 9 nutrisi penting lainnya seperti: tinggi asam folat, omega 3 (ALA)/DHA, Omega 6 (LA), tinggi zat besi, sumber serat pangan inulin, tinggi vitamin C, sumber protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan selama masa menyusui. 

Semua nutrisi di atas Ibu bisa dapatkan dengan rutin mengonsumsi 2 gelas susu Frisian Flag PRIMAMUM setiap harinya karena Susu Frisian Flag PRIMAMUM memiliki kandungan DHA, 9AAE dan 9 nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan oleh ibu selama masa menyusui. 

Bahkan kandungan DHA dalam Frisian Flag PRIMAMUM tertinggi dibandingkan dengan susu sejenisnya. DHA ditambahkan untuk mendukung pertumbuhan otak si Kecil di periode 1000 Hari Pertama Kehidupannya. Susu Frisian Flag Primamum tersedia dalam rasa cokelat yang lezat dan tidak membuat enek atau mual. 

Namun jika Ibu atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Ibu bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Ibu bertanya susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu! 

Selain dengan mengonsumsi susu untuk meningkatkan kualitas ASI, Ibu juga perlu terus memantau perkembangan anak menggunakan Rapor Tumbuh Kembang yang ada pada Akademi Keluarga Prima. Melalui fitur ini, Ibu bisa memastikan bahwa si Kecil tumbuh dengan prima. Yuk, coba sekarang di halaman ini!