Share Like
Simpan

Menjadi seorang ibu, tentu banyak tantangannya. Sejak ia berada di dalam kandungan hingga beranjak dewasa. Pengalaman saya pribadi, kesulitan yang saya hadapi di awal masa pertumbuhan si Kecil adalah membawanya ikut serta dalam perjalanan jarak jauh.

Pertama kalinya saya membawa si Kecil adalah saat melakukan perjalanan Jakarta—Solo menggunakan kereta, saat itu ia berumur 8 bulan. Waktu tempuh perjalanannya sekitar 8 jam. Hal yang paling saya pikirkan saat itu adalah bagaimana saya membawa MPASI agar tetap segar dan layak konsumsi.

Masalahnya, anak saya termasuk anak picky eater. Hanya segelintir jenis makanan yang mau ia makan tanpa penolakan. Ditambah lagi, saya termasuk ibu yang pantang memberikan makanan instan.

Setelah mencari informasi sana-sini, saya menemukan berbagai tips agar MPASI yang disiapkan dari rumah tetap segar di perjalanan. Mari simak, yuk!

1. MPASI yang dibekukan

Simpan MPASI yang telah diolah di rumah dalam wadah kedap udara. Sebelum wadah digunakan, rendam dengan air panas terlebih dahulu untuk memastikan kebersihannya. Wadah yang bersih dapat mengurangi perkembangan bakteri yang akan merusak kualitas makanan.

Setelah MPASI selesai diolah, diamkan beberapa saat agar udara panasnya keluar. Baru setelah itu tutup dengan rapat lalu dimasukkan ke dalam freezer. Berikan label yang berisi tanggal dan jam saat MPASI tersebut diolah agar Ibu dapat memastikan kesegarannya.

2. Simpan dalam cooler bag

Sebelum berangkat, susun wadah yang berisi MPASI dalam cooler bag yang berisi blue ice atau balok es khusus untuk menjaga suhu cooler bag. Selain MPASI, Ibu juga bisa menyimpan buah-buahan di dalamnya agar tetap segar.

3. Saatnya makan!

Sesaat sebelum waktu makan tiba, sebaiknya MPASI didiamkan dulu selama beberapa saat setelah dikeluarkan dari cooler bag..Pada beberapa anak, ada yang tidak menyukai MPASI dengan suhu masih agak dingin, jadi pastikan dingin atau tidak MPASI-nya sesuai dengan selera si Kecil, ya.

4. Pilih makanan yang tepat

Dalam perjalanan, sebaiknya MPASI yang akan Ibu berikan adalah makanan yang sudah pasti disukai oleh si Kecil. Melakukan percobaan resep baru saat perjalanan hanya akan menambah kerepotan karena berisiko ia tidak mau makan.

Jika memang Ibu tidak sempat untuk mengolah MPASI sebelum berangkat, buah-buahan seperti pisang, apel, alpukat, dan jeruk dapat menjadi pilihan. Selain dapat mengganjal perut mungilnya, buah-buahan tersebut juga sangat mudah penyajiannya.

Memberikan makanan dalam perjalanan jauh pada dasarnya adalah agar ia tidak gelisah dan rewel karena merasa lapar. Selain itu, membiarkan ia bermain dengan mainan favorit di saat sesi makan juga dapat menjaga mood si Kecil tetap baik sampai di tempat tujuan. Mungkin perjalanan jarak jauh bagi kita orang dewasa tidak akan terlalu melelahkan. Namun, bagi si Kecil hal tersebut dapat menjadi hal yang melelahkan dan berpotensi membuat si Kecil rewel.

Lain cerita apabila ia termasuk anak yang susah makan. Ibu bisa menyiasati makanan si Kecil dengan penyajian yang menarik. Misalnya, jika Ibu membawa potongan buah-buahan, campur dengan buah lain hingga menciptakan warna-warni yang dapat membangkitkan selera makannya.

Bagaimana, Bu? Sudah terbayangkah cara agar MPASI tetap segar selama perjalanan? Selamat mencoba, ya!