Share Like
Simpan

Jadi Ibu bekerja memang penuh tantangan, ya. Setelah seharian menghadapi pekerjaan kantor dan kemacetan di jalan, sesampainya di rumah, tanggung jawab di keluarga telah menanti. Lelah? Tentu saja. Sayangnya, daftar pekerjaan sebagai seorang Ibu tidak ada habisnya.

Bukan hanya lelah saja, Bu. Dulu, saya juga sering diliputi perasaan bersalah. Saking sibuknya dengan pekerjaan kantor, setiap kali pulang ke rumah, saya jadi merasa “absen” dalam proses tumbuh kembang si Kecil.  Sedih rasanya.

Setelah konsultasi dengan orang tua serta rekan sekantor, akhirnya saya menemukan solusinya, Bu. Kuncinya, dengan menyeimbangkan antara pekerjaan dan rumah. Yuk, kita simak tipsnya!

 

Bukan Waktu, Tapi Kualitas

Memang sih, waktu Ibu mungkin tidak sebanyak ibu rumah tangga lainnya. Tapi ingat, yang terpenting adalah kualitas, bukan kuantitas. Supaya waktu Ibu bersama si Kecil bisa optimal, coba lakukan hal-hal ini saat di rumah atau akhir pekan:

Pertama, bebaskan diri dari gadget dan pekerjaan kantor ketika di rumah. Sebaliknya, luangkan waktu Ibu bersama si Kecil, misalnya dengan bermain, menonton acara anak, atau mendongeng. Jika Ibu bekerja di rumah, sisihkan waktu sekitar 30 menit untuk bermain dengan si Kecil, atau membacakan cerita sebelum dia tidur. Si Kecil pasti senang!

Kedua, saat pulang, selalu peluk si Kecil, ya. Dia sangat membutuhkan sentuhan ibunya karena hal tersebut tak bisa didapatkannya di jam-jam Ibu sedang bekerja.

Terakhir, selalu dengarkan dan tanggapi obrolannya, Bu. Walaupun ia hanya bercerita tentang naga, kereta api, atau dinosaurus, cerita itu sangat berarti buatnya.

 

Miliki Asisten Rumah Tangga atau Babysitter yang Berkualitas

Memang Bu, ini butuh biaya lagi. Namun, jika hal tersebut bisa meningkatkan kualitas hubungan Ibu dengan si Kecil, mengapa tidak? Apalagi jika kita punya dana yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan ini. ART bisa membersihkan dapur, sementara Ibu mendongeng untuk si Kecil. Sementara pengasuh bisa menemani si Kecil, sementara Ibu bekerja.

 

Jauhkan Distraksi

Kok, setiap hari pekerjaan tak ada habisnya, ya? Padahal sudah membuat daftar apa saja yang harus dikerjakan. Terpaksa lembur lagi, deh.

Nah, mungkin jawabannya ada di distraksi atau si pengganggu, Bu. Di kantor, perhatian kita sering teralihkan saat ada rekan kerja mengajak mengobrol atau aplikasi sosial media yang terus ‘memanggil’. Tanpa sadar, kita sudah membuang waktu banyak yang harusnya bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Yuk, disiplin dan selesaikan pekerjaan tepat waktu. Hindari berlama-lama mengobrol dengan rekan kerja dan matikan aplikasi sosial media. Pekerjaan selesai, kita pun bisa bersantai dengan hati tenang!

 

Olahraga dan Waktu Untuk Diri Sendiri

Sudah lelah dan merasa bersalah, kok masih harus berolahraga? Jangan salah, Bu. Salah satu rahasia jadi Ibu yang bahagia adalah rutin berolahraga.

Ya, dengan olahraga, hormon endorfin yang menghasilkan kebahagiaan akan diproduksi tubuh. Selain itu, peredaran darah juga lebih lancar dan membuat Ibu lebih fokus dalam bekerja. Tak harus lari, nge-gym, atau yoga, kok. Pilih saja olahraga yang mudah dan bisa dilakukan di rumah.

Selain berolahraga, sesekali luangkan juga waktu berkualitas untuk diri sendiri. Bisa dengan satu jam di salon, berendam di bath tub, atau menghabiskan waktu satu kali sebulan bersama teman-teman tersayang.

 

Lupakan Hal-Hal Tak Penting    

Ibu, tidak semua hal perlu dipusingkan, kok. Terkadang kita suka membuang waktu memikirkan celetukan Ibu lain yang mengomentari pola makan si Kecil. Padahal, hal tersebut sangat menyedot energi dan waktu. Percayalah, yang terpenting Ibu telah memberikan usaha terbaik bagi si Kecil dan keluarga.

 

Menjadi Ibu adalah pekerjaan 24 jam, tanpa cuti, tanpa kontrak. Maka dari itu, yuk kita menghadapinya dengan bahagia dan hati yang ringan. Dengan tips di atas, semoga Ibu lebih bisa menyeimbangkan hidup antara merawat si Kecil dengan pekerjaan, ya!