Share Like
Simpan

Setelah sukses dengan serangkaian acara Analisis Sidik Jari Cerdas Frisian Flag, berikut adalah testimonial para Bunda yang sudah berpartisipasi dalam acara tersebut :

Menurut saya FPA (Finger Print Analysis) adalah salah satu sarana untuk mengetahui secara gamblang bakat-bakat genetik seseorang walaupun sebenarnya kita sendiri dapat merasakan dan memplotkan what kind of person kita itu.

Pada saat anak saya baru satu, saya sangat penasaran dengan bakat apa yang dia bawa dari diriku dan suami, tapi saat itu saya belum terinfokan FPA ini. Setelah anak kedua saya lahir dan berumur hampir dua tahun, saya mulai melihat perbedaan sikap dan kemampuan dari si sulung dan si bungsuku. Ada rasa khawatir akan salah pola asuh sehingga pada saat saya terinfo akan FPA, langsung saya tertarik untuk mengetahui bakat genetik mereka. Bahkan setelah hasil FPA mereka dianalisis, saya dan suami ikutan utk melakukan FPA.

Setelah hasil FPA dibahas, betapa luar biasanya hasil tersebut. Kenapa? Karena saya melihat kesamaan dengan real life-nya. And the most important thing is, saya bisa menyikapi perbedaan dari mereka berdua, membuka kesempatan untuk mereka berdua menggapai cita-citanya, dan dapat mengawal mereka tumbuh sesuai dengan minat dan bakat genetiknya.

Dengan begitu saya sebagai orangtua berharap anak-anak saya dapat mem-boost up kelebihannya dan mendongkrak kelemahannya, dengan kata lain saya bisa memberikan stimulasi yang sesuai dengan bakat genetiknya.
Demikian pula dengan pola asuh, saya bisa menerapkan pola asuh yang sesuai dengan karakter mereka.

Sekarang, tidak ada lagi keragu-raguan buat saya untuk memberikan option masa depan untuk anak-anak. Semoga FPA ini menjadi sarana yang berguna pula untuk semua ayah dan ibu untuk mengetahui siapa buah hatinya yg sebenarnya.

Kesimpulan saya adalah dengan mengetahui bakat genetiknya melalui FPA ini kita bisa menerapkan stimulasi yang sesuai dan dengan gizi yang sempurna , Insya Allah anak-anak kita dapat tumbuh menjadi anak-anak yg 'hebat'...amiin. Terima kasih.”

 

 

 

 

 

 

 

Testimoni di atas oleh: Ibu Endang (Ibu dari 2 anak balita)
 

 

Saya sebagai orangtua yang sudah melakukan fingerprint kepada anak merasa sangat terbantu dalam pemahaman untuk mengembangkan kemampuan anak. Saya dapat membedakan cara mendidik kedua anak saya, yang kebetulan mempunyai kemampuan dan karakter yg berbeda.

Untuk si kakak yang sudah 12 tahun saat ini terlihat lebih mandiri dan terbuka serta sudah mulai bisa memahami karakter dan kemampuan diri sendirinya seperti apa. Bahkan dia sudah mulai dapat memperkuat kelemahan-kelemahannya sendiri di samping semakin memperkuat segala kemampuannya. Kebetulan buat si kakak ini kami awalnya agak kewalahan dalam memahami kemauannya, tetapi setelah fingerprint yang menyatakan bahwa pola pikir si kakak ini out of the box, kami sebagai orangtua jadi mulai belajar memahami pola pikirnya.

Sedangkan buat si adik yang baru 2 tahun, kami sudah mulai membantunya untuk memperkuat kelemahan-kelemahan dengan menggunakan kemampuannya sendiri. Dengan adanya hasil dari fingerprint ini kami pribadi merasa terbantu. Demikian kira-kira kesan kami.”

Testimoni di atas oleh: Satriawan Fransiska (Ibu dua anak – 12 tahun dan 2 tahun)
 

 

Setelah membaca testimoni tentang analisa sidik jari barusan, pasti Bunda yang belum pernah mencoba penasaran dengan apa dan bagaimana sih analisa sidik jari itu? Yuk simak artikel berikut ini:

 

HUBUNGAN POLA SIDIK JARI DENGAN OTAK

Pola sidik jari terbentuk sejak janin dalam kandungan usia 13 minggu – 19 minggu. Pola sidik jari juga bersifat herediter/diturunkan dari orang tuanya dan dipengaruhi oleh DNA seseorang.

Pada tahun 1986, telah dilakukan penelitian oleh Dr. Rita Levi Montalcini dan Dr Stanley Cohen, tentang adanya korelasi antara Nerve Growth Factor (NGF) dan Epidermal Growth Factor (EGF). Pada penelitian ini ditemukan korelasi antara pola garis epidermal kulit dengan sistem pertumbuhan saraf yang menunjukkan terdapatnya hubungan pola sidik jari dan otak.

Seperti kita ketahui sistem saraf pusat itu terhubungkan dengan bagian-bagian dari otak yang merupakan pusat semua aktivitas fisik dan mental seseorang. Setiap bagian-bagian otak pada area pre frontal, frontal, occipital, parietal dan temporal mempunyai fungsi fungsi yang berbeda dan kekuatan/dominansi yg berbeda. Sehingga logis bila pola sidik jari sesorang itu bisa memanifestasikan kerja dari bagian bagian otak tersebut.

Namun memang apa yang terekam pada sidik jari sekarang, tidak 100% merupakan manifestasi sesorang saat itu. Karena faktor pembentukan/pendidikan oleh lingkungan juga ikut berperan

- Dr Syailendra WS. SpKJ.
Guru Besar Fakultas Psikologi Univ.Padjajaran

 

 

APAKAH SUDAH PERNAH ADA YANG MELAKUKAN PENELITIAN ILMIAH DENGAN MEMANFAATKAN METODE SIDIK JARI?

“Sidik jari saat ini menjadi topik hangat yang diperdebatkan mengenai keabsahan ilmiahnya. Namun, perlu dipahami bahwa pemanfaatan sidik jari juga sudah dipergunakan dari dahulu.

Hal ini dilakukan oleh Zhai Guijun, dalam makalahnya “Report on Study of Multivariate Intelligence Measurement through Dermatoglyphic Identification” yang dipublikasi pada 15 april 2006.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini :

The study on multivariate intelligence measurement through dermatoglyphic identification (finger print) makes physiological and physical measurement of human intelligence possible.
Multivariate intelligence measurement through dermatoglyphic identification is capable to accurately identify the intelligence difference and personality difference of individuals.
Therefore it may be used by schools or institutions in making appropriate selection of different talents.
Dermatoglyph is the external existence of human genes and brains, and may also be considered as a representation of DNA sequence.

Penelitian pengukuran kecerdasan multivariant melalui identifikasi dermatoglyphic (sidik jari) membuat pengukuran fisiologis dan fisik dari kecerdasan manusia.
Multivariant pengukuran kecerdasan melalui identifikasi dermatoglyphic mampu secara akurat mengetahui perbedaan kecerdasan dan perbedaan kepribadian individu. Oleh karena itu metode ini dapat digunakan oleh sekolah atau lembaga-lembaga dalam membuat pilihan yang tepat dari bakat yang berbeda.
Dermatoglyph adalah keberadaan eksternal dari gen manusia dan otak, dan mungkin juga dianggap sebagai representasi dari rangkaian DNA.

 

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan penelitian yang dilakukan Zhai Guijun, finger print analysis (FPA) dapat dijadikan sebagai salah satu metode untuk mengukur potensi yang dimiliki oleh individu, dengan melihat beberapa faktor di bawah ini:

• Setiap anak merupakan individu unik yang berbeda, yang membutuhkan stimulasi tepat disesuaikan dengan gaya belajar dan potensi alamiahnya
• Berdasarkan penelitian, sidik jari ini mulai muncul pada saat janin berusia 13 minggu dan tidak akan berubah hingga pribadi tersebut meninggal dunia.
• Karena data yang diolah merupakan data biometrik (sumbernya adalah faktor biologis tubuh) maka sidik jari seseorang bersifat permanen, spesifik dan klasifikatif.
• Secara empiris, dari 100% subjek penelitian, 75% menyatakan gambaran hasil analisa sidik jari relevan dengan kondisi anak yang sebenarnya.
• Dalam pengolahan validitas analisa sidik jari memang tidak bisa dibandingkan dengan psikometri karena sumber datanya berbeda yaitu faktor biologis dan psikologis.
Selain itu, dapat dimaklumi terdapat 25% yang menyatakan hasilnya ada sedikit perbedaan dengan perilaku sehari-hari karena perilaku sehari-hari sudah dipengaruhi oleh lingkungan, sedangkan analisa sidik jari adalah potret gambaran asli seorang anak ketika ia terlahir ke dunia.”

- Efnie Indrianie M.Psi, psikolog anak


Sebagai mitra orang tua dalam pemenuhan nutrisi dan stimulasi anak untuk raih hari esok yang terbaik bagi buah hatinya, Susu Pertumbuhan Frisian Flag 123 & 456 melanjutkan komitmennya untuk membantu orangtua dalam mengembangkan potensi dan kecerdasan alamiah anak secara optimal melalui “Sidik Jari Cerdas Frisian Flag 2011”

Dilatarbelakangi hasil penelitian ilmiah, analisis Sidik Jari Cerdas Frisian Flag 2011 kini menghadirkan rangkaian inovasi analisis gaya belajar, soft skill, gaya eksplorasi dan analisis potensi bakat anak. Selain itu, analisis sidik jari kini juga bisa diterapkan bagi ibu untuk mengetahui kecenderungan cara yang digunakan dalam mengasuh buah hati, sehingga diharapkan Ibu dapat mengombinasikan gaya asuhnya dengan potensi alamiah anak untuk pengembangan anak yang optimal dan raih esok yang lebih baik bagi buah hati.

Demikian Bunda manfaat dari analisis sidik jari. Bagi Bunda yang belum pernah mengikuti acara analisis sidik jari ini, tunggu kabar dari kami untuk dapat mempersembahkan Sidik Jari Cerdas di kota Bunda ya! Bunda yang sudah pernah mengikuti analisis ini juga boleh menceritakan pengalamannya pada kolom
komentar di bawah ini.

 

Salam hangat untuk keluarga, ya Bun! :)