Whatsapp Share Like Simpan

Ibu merasa telinga bayi bau? Ternyata telinga bayi bau umumnya muncul karena si Kecil mengalami infeksi telinga bagian tengah (otitis media) yang disebabkan oleh adanya gangguan pada fungsi saluran eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga bagian tengah dengan tenggorokan. 

Saluran eustachius ini berfungsi untuk menyamakan tekanan udara pada telinga bagian luar dan telinga bagian tengah. Nah, kalau saluran tersebut tidak berfungsi dengan normal, maka akan menyebabkan penumpukan cairan di belakang gendang telinga si Kecil. Jika cairan di belakang gendang telinga menumpuk dan tidak dapat mengalir keluar, hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan bakteri dan virus, pada akhirnya akan memicu infeksi telinga bagian tengah dan telinga bayi bau. 

Apa Saja Gejala Infeksi Telinga pada Bayi?

Selain memicu telinga bayi bau, berikut adalah tanda dan gejala infeksi telinga lainnya yang perlu Ibu waspadai, antara lain:

  1. Keluarnya cairan warna putih kekuningan

    Infeksi yang dialami si Kecil mungkin memicu telinga bayi bau, tetapi gejalanya mungkin saja bukan hanya itu lho, Bu. Gejala lain yang bisa muncul yaitu keluarnya cairan berwarna putih kekuningan dari dalam telinga si Kecil. Gejala ini mengindikasikan adanya lubang kecil di bagian gendang telinga. Namun, Ibu tidak perlu khawatir berlebihan ya, karena keluarnya cairan putih atau kekuningan ini bisa berhenti begitu infeksi diobati. Oleh karena itu, jika telinga bayi bau, sebaiknya Ibu tidak membiarkan kondisi tersebut secara terus menerus.

  2. Si Kecil rewel

    Selain telinga bayi bau dan munculnya cairan, gejala lain yang mungkin dialami si Kecil yaitu rewel terus menerus. Rewel ini disebabkan oleh rasa nyeri yang dialami oleh si Kecil pada bagian telinganya. 

    Artikel Sejenis

  3. Si Kecil kehilangan nafsu makan

    Gejala selanjutnya saat si Kecil mengalami infeksi telinga yaitu kehilangan nafsu makan. Kok bisa ya infeksi telinga berkaitan dengan nafsu makan si Kecil? Ternyata bisa Bu, karena saat si Kecil mengalami infeksi telinga, ia akan cenderung malas untuk makan dan minum, sebab infeksinya tersebut membuat kegiatan mengunyah dan menelan jadi lebih sakit. Maka dari itu, infeksi telinga bukan sekadar memicu telinga bayi bau ya, Bu. 

  4. Si Kecil jadi sulit tidur

    Saat mengalami infeksi telinga, si Kecil juga mungkin akan mengalami kesulitan saat tidur karena posisi berbaring akan membuat infeksinya jadi lebih terasa menyakitkan. Ibu perlu konsultasi dengan dokter untuk mengatasi hal ini agar si Kecil lebih nyaman saat tidur. 

  5. Muncul demam

    Seperti penyakit infeksi pada umumnya, infeksi telinga pada bayi juga bisa menyebabkan si Kecil mengalami demam. Hal ini karena demam merupakan respons alami kekebalan tubuh untuk melawan infeksi.

  6. Si Kecil kesulitan mendengar dan masalah ketidakseimbangan tubuh

    Infeksi yang dialami si Kecil juga bisa mengganggu pendengarannya lho, Bu. Ini karena adanya penumpukan cairan di bagian tengah telinga si Kecil. Jika infeksi sudah menyebar ke telinga bagian dalam, hal ini bisa mengganggu keseimbangan tubuh. 

Bagaimana Mengatasi Telinga Bayi Bau karena Infeksi?

Mungkin sebagian Ibu akan bingung dan khawatir saat telinga bayi bau. Namun, sebaiknya Ibu tidak perlu khawatir karena umumnya telinga bayi bau karena infeksi bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, Ibu tetap perlu hati-hati jika telinga bayi bau masih tetap muncul setelah 2-3 hari. Sebab, kondisi tersebut menandakan si Kecil mengalami infeksi yang serius. Sebaiknya Ibu memeriksakan kondisi si Kecil ke dokter.

Telinga bayi bau karena infeksi bakteri bisa diatasi dengan pemberian antibiotik sesuai dengan resep dokter. Pastikan Ibu memberikan obat setelah berkonsultasi dengan dokter agar tidak menimbulkan kondisi lain pada tubuh si Kecil. 

Adakah Perawatan di Rumah untuk Mengatasi Telinga Bayi Bau?

Seperti yang telah disebutkan, sebaiknya Ibu konsultasi dengan dokter untuk mengatasi telinga bayi bau akibat infeksi yang berlangsung berhari-hari. Namun, kira-kira adakah pertolongan pertama yang bisa Ibu lakukan di rumah untuk membantu mengatasi telinga bayi bau? Jawabannya ada, Bu. Pertolongan pertama ini fungsinya untuk membantu mengurangi gejala yang muncul, tetapi tetap saja Ibu perlu bantuan dokter jika merasa ragu dan kondisinya sudah berpengaruh terhadap kesehatan tubuh si Kecil secara keseluruhan.

Nah, berikut adalah beberapa tips pertolongan pertama yang bisa Ibu lakukan untuk membantu mengatasi telinga bayi bau akibat infeksi:

  1. Berikan si Kecil kompres hangat

    Pertolongan pertama yang mudah yaitu dengan cara menempelkan kompres hangat pada telinga si Kecil selama sekitar 10-15 menit. Hal ini bisa membantu mengurangi rasa sakit yang dialami oleh si Kecil.

  2. Jaga kecukupan cairan tubuh si Kecil

    Ibu juga perlu memastikan bahwa cairan tubuh si Kecil sudah tercukupi dengan baik dari asupan ASI dan air putih yang ia konsumsi. Hal ini karena setiap kali si Kecil menelan ASI atau air putih, saluran eustachius di telinganya akan terbuka. Dengan begitu, cairan yang menumpuk atau terperangkap di dalam telinga dapat mengalir keluar.

  3. Tinggikan kepala si Kecil 

    Pertolongan pertama telinga bayi bau akibat infeksi yang lainnya yaitu dengan cara meninggikan kepala si Kecil. Hal ini bisa mempercepat pengeringan cairan di telinga bagian tengah. Namun, sebaiknya hindari meletakkan bantal langsung di bawah kepala si Kecil ya, Bu, lebih baik letakkan 2 tumpukan bantal di bawah kasurnya. 

    Selain itu, ada beberapa hal yang bisa Ibu lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi pada telinga si Kecil. Berikut ini beberapa di antaranya:

    • Memberikan si Kecil ASI setidaknya 6-12 bulan karena antibodi yang terkandung dalam ASI akan melindungi si Kecil dari infeksi telinga sehingga mencegah munculnya telinga bayi bau akibat infeksi.
    • Hindari menyusui si Kecil dalam posisi tidur terlalu sering, sebaiknya susui ia dalam posisi yang semi tegak dan nyaman.
    • Jauhkan si Kecil dari paparan asap rokok karena paparan asap rokok bisa membuat infeksi telinga jadi lebih parah.

Sebaiknya Ibu segera temui dokter jika setelah 2-3 hari pengobatan, telinga si Kecil tak kunjung sembuh dan tidak ada perbaikan gejala. Apalagi jika si Kecil tetap mengalami gejala-gejala di atas atau bahkan muncul gejala tambahan lainnya, seperti keluar darah dan nanah dari dalam telinga. 

Bayi dan anak-anak memang lebih rentang mengalami infeksi, bukan hanya infeksi telinga. Hal tersebut disebabkan oleh sistem imun tubuhnya yang masih berkembang dan belum sempurna. Selain itu, saluran eustachius bayi juga lebih kecil dan pendek sehingga menjadi lebih mudah tersumbat. Seiring pertumbuhan si Kecil, saluran eustachius akan membesar dan cairannya pun bisa lebih mudah mengering. 

Sebagai salah satu cara untuk membantu sistem imun tubuh si Kecil tetap kuat, Ibu perlu memberikan ia ASI secara rutin, terlebih bagi bayi berusia 0-6 bulan yang belum boleh mengonsumsi MPASI. Maka dari itu, Ibu juga perlu meningkatkan kualitas ASI dengan cara mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil. Apalagi rasa cokelatnya lezat dan tidak bikin enek sehingga bisa membantu Ibu memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

Yang tak kalah penting, Ibu juga harus memantau tumbuh kembang si Kecil secara berkala, caranya cukup mudah yaitu dengan memanfaatkan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Fitur ini bisa dikatakan sebagai posyandu online yang memudahkan Ibu untuk memantau tumbuh kembang si Kecil sesuai dengan grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC. Yuk, langsung gunakan fiturnya di sini.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz