Cara memandikan bayi baru lahir tidak bisa dibilang mudah, apalagi bagi ibu baru yang memiliki anak pertama. Tetapi, cara memandikan bayi baru lahir juga tidak bisa dibilang sulit. Seorang ibu tentu akan merasakan bahagia sekaligus kebingungan di bulan pertama pasca melahirkan. 

Pasalnya, ada begitu banyak cara merawat bayi baru lahir yang tidak dimengerti si ibu baru. Sebut saja cara menggendong bayi, posisi menyusui yang nyaman, hingga cara memandikan bayi baru lahir.

Cara memandikan bayi baru lahir juga dapat Ibu masukkan ke dalam daftar yang perlu segera dipelajari. Sebab, kebanyakan ibu muda masih takut jika apa yang dilakukannya akan membuat bayi sakit, apalagi tubuh si Kecil masiih sangat mungil dan rapuh. Oleh karena itu, Ibu perlu tahu dengan tepat cara memandikan bayi baru lahir.

Seberapa Rutin Bayi Harus Dimandikan?

Bayi yang baru lahir tidak perlu terlalu sering dimandikan terlalu sering. Penting untuk Ibu ketahui bahwa saat mengganti popok bayi, Ibu juga ikut membersihkan tubuhnya. Tetapi kenapa tak perlu sering dimandikan? Alasannya, bayi yang baru lahir dan terlalu sering dimandikan bisa membuat kulitnya kering dan tidak nyaman.

Cara memandikan bayi baru lahir sebanyak 3 kali seminggu selama tahun pertamanya sudah cukup. Tapi, walaupun bayi dimandikan hanya 3 kali seminggu, Ibu tetap perlu membasuh muka, leher, tangan, bagian kemaluan dan pantatnya setiap hari. Hal ini juga dapat Ibu sesuaikan dengan kondisi si Kecil, mengingat Indonesia merupakan negara tropis yang suhu dan kelembapannya cukup tinggi.

Artikel Sejenis

Waktu Terbaik untuk Memandikan Bayi Baru Lahir

Soal waktu juga penting untuk Ibu pertimbangkan. Hindari memandikan bayi setelah ia minum ASI, karena itu akan membuat sang bayi tidak nyaman. Waktu yang disarankan untuk memandikan bayi adalah di pagi atau sore hari, lebih tepatnya ketika suasana hati bayi sedang baik dan tidak begitu mengantuk. Yang penting, Ibu harus memastikan bahwa suhu airnya pas agar si Kecil tidak kedinginan.

Pastikan agar Ibu sudah menyediakan beberapa perlengkapan berikut ini di dekat Ibu agar lebih mudah dijangkau ketika membutuhkannya setelah mengetahui cara memandikan bayi baru lahir: 

  • Waslap lembut
  • Ember atau bak mandi kecil
  • Sabun dan sampo khusus bayi
  • Handuk (disarankan yang ada penutup kepala atau hoodie)
  • Popok kering
  • Pakaian ganti

Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Cara memandikan bayi baru lahir bisa Ibu mulai di sebuah ruangan yang suhunya stabil, terutama dalam suhu ruangan 23-26 derajat Celcius. Jika tali pusar bayi sudah terlepas, Ibu bisa memandikan bayi di dalam bak mandi bayi. Langkah-langkahnya pun cukup sederhana, simak cara memandikan bayi baru lahir berikut:

  1. Siapkan air hangat

    Cara memandikan bayi baru lahir dimulai dengan menyiapkan bak mandi bayi dengan air hangat (dengan suhu kira-kira 37 derajat Celsius) setinggi 5 sentimeter. Kemudian pindahkan bayi ke dalam bak mandi dengan posisi agak tegak. Tahan bagian belakang kepala dan leher bayi dengan tangan Ibu yang tidak dominan. Artinya, gunakan tangan kiri untuk yang tidak kidal.

  2. Usap tubuh dengan lembut

    Setelah menahan bagian belakang kepala dan leher, cara memandikan bayi baru lahir bisa dimulai dengan mengusap lembut wajah si Kecil memakai waslap. Ikuti dengan kepala dan sekujur tubuhnya. 

    Lalu, tuang sabun mandi yang aman untuk bayi baru lahir di waslap. Usap lagi wajah dan seluruh badan bayi, jangan lupa untuk membersihkan setiap lekukan dan lipatan tubuhnya (tak perlu sampai ke dalam telinga atau hidung).

  3. Bersihkan area lipatan

    Cara memandikan bayi baru lahir selanjutnya adalah membersihkan kedua kelopak mata bayi dengan kain lembut atau kapas yang tidak banyak seratnya. Akhiri dengan membersihkan pantat bayi dan area kelamin, mulai dari depan ke belakang.

  4. Biarkan bayi menikmati waktu mandi

    Untuk memberi stimulasi indra peraba bayi, biarkan si buah hati menikmati waktu mandinya dan tuangkan air hangat ke perut atau bahunya secara perlahan. Angkat bayi dengan kedua tangan Anda dan bungkus dengan handuk yang kering. Peluk dan timang-timang bayi setelah mandi untuk menjalin ikatan dan kasih sayang antara ibu dan anak.

Hal yang perlu diperhatikan agar kulit bayi tidak cepat kering

Memperhatikan kulit bayi saat mandi adalah bagian penting dalam cara memandikan bayi baru lahir. Seperti diketahui, kulit bayi lebih tipis dan rapuh dari orang dewasa dan membutuhkan perawatan yang sangat lembut. Kulit bayi biasanya menyerap dan menurunkan kelembaban lebih cepat, sehingga membuatnya mudah kering. Karena itu, simak juga beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai cara memandikan bayi baru lahir tanpa membuat kulit kering:

  • Perhatikan waktu mandi

    Pastikan Ibu memandikan bayi tidak lebih dari 10 menit agar bayi tidak kedinginan membuat kulit bayi keriput. Hindari juga meninggalkan bayi terlalu lama berendam dengan air bersabun.

  • Oleskan pelembab setelah mandi

    Setelah mandi, Ibu dapat oleskan pelembab saat kulit bayi masih lembab dan baru saja dikeringkan dengan handuk. Jika kulit masih kering, oleskan lagi hingga 2-4 kali sehari. Gunakan krim pelembab dengan kandungan lanolin yang mampu melindungi kulit bayi dari iritasi, seperti ruam popok dan ruam pipi.

  • Hindari sabun mengandung detergen dan berbusa

    Gunakan bahan pembersih kulit yang lembut untuk bayi dan tidak mengandung banyak sabun. Hindari mandi busa karena ini dapat menghilangkan minyak alami dari kulit. Hindari juga menggunakan sabun antibakteri yang kaya akan wewangian karena bisa mengiritasi kulit. Pilih sabun yang memiliki phH netral.

  • Pakai baby oil

    Ibu juga bisa memberikan minyak bayi setelah badan kering dilap oleh handuk. Pilihlah baby oil yang mudah diserap dan ringan. Jika minyak tidak cepat diserap, dan tubuh bayi tetap berminyak setelah dioleskan justru akan memudahkan terjadinya iritasi. Apalagi jika tinggal di tempat yang panas dan bayi cenderung berkeringat.

Selain mengetahui cara memandikan bayi baru lahir, Ibu juga perlu mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil dengan cara memberikan ia ASI secara rutin. Namun jika ASI dirasa tidak cukup, Ibu bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Ibu bertanya susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya Bu!

Untuk itu, Ibu perlu meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil. Apalagi dilengkapi dengan rasa cokelat yang enak dan tidak enek.

Selain itu, Ibu juga perlu mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil dengan bantuan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Fitur ini memudahkan Ibu untuk memantau tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh, dan lingkar kepala si Kecil sesuai grafik pertumbuhan WHO . Yuk, coba fiturnya di sini.