Share Like
Simpan

 Seperti layaknya seorang atlet sepak bola profesional, si Kecil tampak bersemangat berlari dan menggiring bola untuk dimasukkan ke dalam gawang bersama kawan-kawan sepermainannya atau bersama keluarga. Aktivitas seru ini tak jarang membuat baju dan kepala si Kecil jadi basah kuyup bersimbah keringat, dan tentu banyak energi yang dikeluarkannya.

Aktivitas fisik lain yang mungkin menjadi salah satu hobi si Kecil seperti futsal, bulu tangkis, lompat tali atau sekadar berlarian akan membutuhkan suplai energi ekstra agar tubuhnya kuat dan pertumbuhannya tetap optimal. Aktivitas fisik yang menggunakan otot ini, tidak hanya mengeluarkan energi dan beberapa zat mineral melalui keringatnya, tetapi menyebabkan otot-otot kecilnya yang bekerja ekstra perlu ‘bahan bakar’ dan ‘bahan pembangun’ untuk pemulihan kembali. Aktivitas si Kecil yang tinggi saat usia ini perlu asupan nutrisi yang kaya akan gizi dan dapat menyediakan ‘bahan bakar’ dan ‘bahan pembangun’ untuk pemulihan otot-ototnya kembali, di samping untuk pertumbuhan fisiknya yang optimal.

Para ahli telah mempelajari bahwa kandungan karbohidrat dan protein susu cokelat memiliki manfaat yang tepat untuk mengisi kembali ‘bahan bakar’ otot. Peneliti juga menemukan kandungan susu cokelat yang diminum para atlet membantu pembentukan protein pada otot yang merupakan tanda pemulihan dan kembalinya otot pada kondisi yang lebih baik setelah melakukan latihan fisik.

Nutrisi dalam susu cokelat juga dapat meningkatkan kadar glikogen dalam otot yang berfungsi sebagai ‘bahan bakar’ dalam 30-60 menit setelah latihan fisik. Kandungan dalam susu cokelat terbukti lebih baik dalam hal membantu pemulihan otot setelah berolah raga, bila dibandingkan jenis minuman dengan kandungan karbohidrat lainnya, seperti minuman untuk olah raga. Hal ini telah terbukti pada suatu penelitian, dimana atlet-atlet yang mengonsumsi susu cokelat setelah latihan mengayuh sepeda dapat berlatih kembali dalam waktu yang lebih lama serta lebih berenergi. Periode kritis setelah olah raga untuk mengembalikan kondisi otot adalah dalam 2 jam setelah melakukan latihan atau aktivitas fisik, sehingga atlet tetap prima melakukan aktivitas fisik selanjutnya. Nah, Ibu bisa bayangkan bukan, bila hal ini terjadi juga pada si Kecil setelah berolah raga dan berlari-larian, tentu ia membutuhkan waktu agar otot-ototnya cepat pulih dan kembali ke kondisi yang prima agar tetap dapat melanjutkan aktivitas fisiknya.

Susu cokelat dengan kandungan protein whey juga lebih cepat dicerna dan diserap, sehingga asam amino dengan cepat disebarkan dalam peredaran darah segera setelah mengonsumsi susu cokelat. Protein whey ini juga dapat meningkatkan pembentukan dan perbaikan otot. Kandungan kasein dalam susu cokelat pun memberikan manfaat bagi si Kecil, karena protein ini dicerna dan diserap lebih lambat daripada protein whey, sehingga kadar asam amino dalam sirkulasi darah akan bertahan selama beberapa jam setelah dikonsumsi. Kasein juga bermanfaat membantu mengurangi kerusakan otot. Selain itu, susu cokelat juga dapat menggantikan cairan dan elektrolit (seperti natrium, kalsium dan magnesium) yang keluar melalui keringat saat si Kecil aktif beraktivitas.

Nah Ibu, susu cokelat dapat diberikan pada si Kecil dengan segala kebaikannya untuk mendukung aktivitas fisiknya serta mendukung pertumbuhannya tetap optimal. Cobalah menu berbahan dasar susu cokelat Frisian Flag 123/456 yang terdapat dalam ibudanbalita.com/resep.