Share Like
Simpan

Untuk sebagian ibu hamil, terkadang kehamilannya tidak berjalan seperti yang diharapkan. Adanya suatu masalah kesehatan, baik pada janin maupun sang ibu, membuat dokter menganjurkan ibu hamil untuk bed rest, atau tirah baring. Ternyata bed rest dapat berdampak kurang baik apabila tidak dilakukan dengan semestinya..

Beberapa alasan kesehatan yang mengharuskan bed rest yakni:
- Hamil kembar, atau ibu hamil yang telah berusia di atas 35 tahun, atau yang pernah mengalami keguguran
- Pre-eklamsia. Kondisi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, adanya protein dalam urin, dan pembengkakan di bagian wajah dan kaki.
- Perdarahan vagina. Bisa disebabkan beberapa hal, seperti letak plasenta tidak semestinya atau terjadi suatu komplikasi yang mengakibatkan plasenta terpisah dari rahim sebelum janin siap dilahirkan.
- Leher rahim (serviks) lemah, sehingga terbuka sebelum waktunya
- Terjadi masalah pada serviks, yang merupakan tanda-tanda awal persalinan (tepat waktu ataupun prematur)
- Pertumbuhan janin lemah
- Setelah menjalani suatu tindakan medis.

Bila gangguan ibu hamil disebabkan oleh tekanan darah tinggi, bed rest bertujuan untuk mengurangi stres, baik secara fisik maupun emosional, dengan harapan dapat menurunkan tekanan darah. Bila terjadi perdarahan vagina, bed rest dimaksudkan untuk mengurangi perdarahan yang bisa saja diperburuk akibat banyak bergerak atau berolahraga.

Kadang-kadang dokter merekomendasikan bed rest ‘campuran’. Maksudnya, Ibu disarankan untuk banyak berbaring di sofa atau tempat tidur, namun dilarang untuk berolahraga, mengangkat barang berat, ataupun berhubungan intim. Sebagian dokter menganjurkan untuk membatasi semua aktivitas, kecuali saat makan dan mandi, dan bahkan ada yang mengharuskan bed rest di rumah sakit. Pada saat bed rest, sangat penting untuk menggerakkan otot-otot kaki agar darah tetap mengalir. Sedangkan lamanya waktu untuk bed rest akan berbeda-beda, bisa hanya dalam beberapa hari, beberapa minggu, hingga beberapa bulan.

Saat dianjurkan untuk bed rest, tanyakanlah pada dokter atau bidan kegiatan fisik apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Ada ibu hamil yang tidak boleh turun dari tempat tidur, dan ada yang masih boleh melakukan hal-hal ringan dan terbatas di dalam rumah. Biasanya dokter akan meminta ibu hamil untuk berbaring miring untuk memudahkan darah mengalir ke plasenta, atau berbaring dengan kaki dan punggung ditinggikan.

Bed rest yang berkepanjangan bisa menimbulkan berbagai gangguan, seperti sakit punggung, nyeri otot dan pinggul, sakit kepala, depresi, stres, konstipasi, pusing, dan lain-lain. Namun, berdasarkan rekomendasi terbaru dari para ahli, berbagai efek samping dari bed rest dapat dikurangi dengan mengonsumsi makanan yang sehat, lengkap, dan seimbang,serta tetap bergerak, setidaknya sesuai yang diizinkan oleh dokter/bidan.

Nah, bila Ibu saat ini tengah disarankan untuk bed rest, tanyakan segala sesuatunya pada dokter/bidan Anda. Dengan begitu, kehamilan Ibu bisa tetap terjaga tanpa mengalami efek samping apa pun.