Share Like
Simpan

Hari ini saya sibuk sekali. Si Kecil sedang sakit. Ia flu berat dan suhu badannya dingin. Alhasil, seharian saya pun sibuk mengurusnya. Saya buatkan ia sup ayam hangat dan memberikannya obat untuk diminum. Tak lupa, saat ia sedang berbaring, saya sempatkan untuk memijat punggung si Kecil. Ia pun nampak lebih relaks dan bisa beristirahat dengan tenang.

Melihat hal tersebut, saya jadi teringat sesuatu. Dulu, saat masih bayi, si Kecil juga pernah demam. Wah, saya panik sekali karena ia jadi rewel sekali. Saya tidak tega mendengar tangisannya, namun juga bingung harus berbuat apa. Segala cara sudah dilakukan untuk menenangkan si Kecil. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk menelepon dokter keluarga untuk menanyakan solusinya.

Bu, kira-kira apa jawaban dokter? Coba saya tebak, pasti Ibu menjawab memberikan obat, bukan? Dulu, saya pun berpikiran hal yang sama dengan Ibu. Namun, tahukah Ibu jawaban apa yang diberikan?

“Wah, kurang disayang tuh, sama ibunya. Coba lebih sering dipeluk, digendong… pasti jauh lebih tenang!”

Mendengar pernyataan tersebut, saya bertanya-tanya dalam hati: benarkah? Apa hal tersebut manjur untuk menyembuhkan si Kecil? Tanpa pikir panjang, saya pun mencoba melakukannya. Setiap ada kesempatan, saya selalu memeluk si Kecil sambil memijat-mijat bagian tubuhnya secara perlahan. Awalnya ia memang masih menangis, namun lama-kelamaan intensitas tangisannya makin berkurang.

Punya Efek Menyembuhkan

Satu hal yang saya perhatikan saat kejadian itu, suhu badan si Kecil berangsur-angsur normal dengan semakin meningkatnya kontak fisik antara saya dan si Kecil. Antara percaya dan tidak ya, Bu? Begitu juga dengan saya. Melihat efeknya tersebut, saya pun mencoba browsing di Internet mengenai pengaruh sentuhan ibu terhadap kondisi si Kecil. Ternyata benar lho, Bu. Sentuhan dan ciuman dari Ibu berpengaruh positif terhadap si Kecil.

Dari berbagai sumber yang saya temukan, dituliskan bahwa kontak fisik antara Ibu dan si Kecil mempunyai efek menyembuhkan. Mengapa? Sebab, sentuhan dan ciuman dari Ibu memiliki efek menenangkan pada si Kecil. Kontak fisik tersebut membantu si Kecil untuk relaks dan tidur dengan nyenyak. Tubuhnya pun akan lebih punya banyak kesempatan untuk beristirahat, sehingga kemungkinan sembuh dari sakitnya pun menjadi lebih besar.

Katherine Harmon, seorang jurnalis dan peneliti asal Amerika Serikat menemukan dalam penelitiannya bahwa pada saat kontak fisik terjadi, tubuh Ibu melepaskan hormon oksitoksin yang memiliki efek menenangkan pada si Kecil. Dalam situs scientificamerican.com dituliskan bahwa tubuh Ibu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan suhu tubuh secara alami dengan tubuh si Kecil. Apabila suhu badan si Kecil meningkat, maka tubuh Ibu akan menyesuaikan dengan menurunkan suhu tubuhnya sendiri. Hal yang sama juga berlaku sebaliknya.

Ajaib ya, Bu? Selama ini mungkin kita hanya mengerti bahwa kontak fisik dengan si Kecil penting untuk meningkatkan keterikatan. Ternyata di balik itu, sentuhan dan ciuman dari Ibu juga memiliki efek menyembuhkan pada si Kecil. Benar kata orang, hubungan yang terjalin antara ibu dan anak memang luar biasa!