Whatsapp Share Like Simpan

Rasanya manis, teksturnya lembut, dan mudah diolah menjadi hidangan yang lezat. Apalagi ya yang kurang dari ubi jalar? Bahan pangan yang satu ini memang jadi favorit banyak kalangan ya Bu, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Yang tak kalah penting, manfaat ubi jalar juga cukup penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil lho. 

Penting bagi Ibu untuk mengetahui manfaat ubi jalar agar bisa mengenalkan makanan ini sejak dini, karena ubi jalar sudah bisa Ibu olah sejak si Kecil mengonsumsi MPASI hingga makanan padat lainnya. Tapi, sebelum kita membahas mengenai manfaat ubi jalar, sebaiknya Ibu ketahui dulu beragam nutrisi yang terkandung di dalamnya. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini. 

Kandungan Nutrisi Ubi Jalar

Ubi jalar atau disebut juga dengan istilah ketela rambat mengandung beragam nutrisi yang penting bagi kesehatan. Dalam 100 gram ubi jalar mengandung sejumlah nutrisi, antara lain:

  • Air : 80,1 gram
  • Kalori : 76 kkal
  • Protein : 1,37 gram
  • Lemak : 0,14 gram
  • Karbohidrat : 17,7 gram
  • Serat : 2,5 gram
  • Gula : 5,74 gram
  • Kalsium : 27 gram
  • Sodium : 27 gram
  • Zat besi : 0,72 gram
  • Magnesium : 18 miligram
  • Fosfor : 32 gram
  • Kalium : 230 miligram
  • Vitamin C : 12,8 miligram
  • Kolin : 10,8 miligram
  • Beta karoten : 9,440 mikrogram

Di balik banyaknya nutrisi tersebut, tak heran jika manfaat ubi jalar cukup penting untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil. Lantas, apa saja manfaat ubi jalar bagi kesehatan tubuh? Yuk, kita cari tahu jawabannya di bawah ini, Bu. 

Ragam Manfaat Ubi Jalar untuk Anak

Berikut ini beberapa manfaat ubi jalar untuk si Kecil yang perlu Ibu ketahui, di antaranya:

Artikel Sejenis

  • Membantu meningkatkan daya tahan tubuh

    Tahukah Ibu ternyata manfaat ubi jalar dapat meningkatkan sistem imun tubuh si Kecil lho. Manfaat ubi jalar ini muncul berkat kandungan protein, vitamin A, dan vitamin E. Oleh karena itu, mengonsumsi ubi jalar bisa membantu mencegah si Kecil terserang penyakit karena imunitasnya cukup baik. 

    Meski begitu, ubi jalar bukan satu-satunya makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil ya, Bu. Ibu tetap harus memberikan ia makanan bergizi seimbang lainnya, terutama makanan tinggi protein hewani, seperti susu, telur, ikan, daging sapi, daging kambing, daging ayam, dan daging unggas. 

    Kandungan nutrisi-nutrisi tersebut bisa Ibu dapatkan juga dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ karena mengandung 9 AAE lengkap, 14 vitamin dan 9 mineral yang antara lain; zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi untuk meningkatkan sistem imun tubuh si Kecil. 

  • Menjaga kesehatan pencernaan

    Manfaat ubi jalar selanjutnya yaitu dapat menjaga kesehatan pencernaan. Seperti yang diketahui, sembelit atau konstipasi menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami oleh anak-anak. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya karena kekurangan konsumsi serat. Padahal, serat cukup penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan si Kecil.

    Nah, untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya Ibu berikan si Kecil asupan serat yang cukup, salah satunya dari ubi jalar. Manfaat ubi jalar ini bisa didapatkan berkat kandungan serat dan antioksidan di dalamnya. 

    Ibu tidak perlu khawatir karena asupan serat si Kecil juga bisa didapatkan dari susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ karena diperkaya dengan serat pangan inulin yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan si Kecil. 

  • Mendukung kesehatan mata

    Manfaat ubi jalar yang satu ini bisa didapatkan berkat kandungan beta karoten di dalamnya. Beta karoten merupakan salah satu nutrisi yang berperan untuk mengoptimalkan penglihatan dan mencegah risiko penyakit pada mata. Saat si Kecil mengonsumsi makanan yang mengandung beta karoten, tubuh akan mengubahnya menjadi vitamin A yang akan mendukung kesehatan mata. 

    Pemenuhan kebutuhan vitamin A juga bisa didapat dari asupan nutrisi pendukung dari susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ yang mengandung 14 vitamin dan 9 mineral termasuk vitamin A.

  • Mengendalikan kadar gula darah

    Melansir laman healthline.com, penelitian menunjukkan bahwa manfaat ubi jalar dapat mengendalikan kadar gula karena memiliki kadar indeks glikemik yang rendah. Selain itu, manfaat ubi jalar juga dipercaya dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah dan kolesterol jahat (LDL), serta meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. 

  • Mengurangi risiko penyakit

    Manfaat ubi jalar yang tak kalah penting yaitu dapat mengurangi risiko penyakit, salah satunya kanker. Ini karena ubi jalar mengandung antioksidan beta karoten yang diklaim dapat menurunkan risiko muncul beberapa jenis kanker, seperti kanker lambung, kanker usus besar, dan lainnya. 

Selain yang telah disebutkan, manfaat ubi jalar juga cukup penting untuk mengontrol berat badan, sebagai sumber energi tubuh, serta membantu meningkatkan asupan kalsium dalam tubuh. Kalsium bukan hanya penting untuk kesehatan tulang dan gigi, tetapi juga dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi ketegangan pada jantung, dan membantu mengatur denyut jantung dan kontraksi otot. 

Manfaat ubi jalar memang banyak, namun Ibu juga tetap harus memberikan si Kecil makanan ini sesuai dengan batas normal dan tidak berlebihan. Pastikan ia mengonsumsi makanan bergizi seimbang dari berbagai nutrisi yang ada, terlebih 9 Asam Amino Esensial (9 AAE).

Pentingnya Asupan Protein Hewani untuk Anak

Seperti yang sudah disebutkan ya Bu, manfaat ubi jalar memang penting bagi kesehatan, namun makanan ini termasuk protein nabati yang hanya mengandung 6 AAE. Sedangkan[DK1] dalam masa tumbuh kembang, si Kecil membutuhkan asupan protein hewani [DK2] yang lebih banyak karena mengandung 9 AAE yang lengkap. [DK3] Sayangnya konsumsi protein hewani di Indonesia ini masih rendah. 9 AAE merupakan komponen protein esensial yang berperan penting dalam fungsi dasar tubuh, yaitu untuk perkembangan otak serta menstimulasi hormon pertumbuhan otot dan tulang si Kecil.

Tanpa kehadiran 9 AAE yang lengkap, ada kemungkinan pertumbuhan si Kecil akan terhambat. Hal ini dibuktikan oleh penelitian dari J.Nutr dalam National Center for Biotechnology Information yang menunjukkan jika kekurangan semua jenis 9 AAE akan menghambat potensi tinggi badan dan kecerdasan si Kecil sebanyak -50%. Ibu tidak perlu khawatir, 9 AAE yang lengkap bisa didapatkan dari susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih.

Salah satu makanan bergizi yang mengandung 9 AAE lengkap adalah susu pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ yang diperkaya juga dengan DHA 4x lebih tinggi. 9 AAE dan DHA 4x lebih tinggi harus saling melengkapi agar kecerdasan dan tumbuh kembang si Kecil lebih optimal.

Ibaratnya, 9AAE adalah sebuah mobil, sedangkan DHA merupakan penumpangnya. Jadi, jika si Kecil kekurangan 9AAE, maka DHA dan nutrisi lainnya tidak bisa diantarkan ke tujuan masing-masing, yaitu ke dalam sel-sel tubuh. Maka dari itu, asupan 9AAE dan DHA harus saling melengkapi untuk meningkatkan perkembangan otak si Kecil agar lebih kreatif. 

Selain 9 AAE dan DHA 4x lebih tinggi, susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga mengandung kombinasi nutrisi penting untuk dukung perkembangan otak dan akal kreatif si Kecil, di antaranya DHA 4x lebih tinggi, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi.

Semua nutrisi prima dalam Frisian Flag PRIMAGRO 1+ bisa Ibu dapatkan dengan harga terjangkau, pilihan ukuran yang sesuai kebutuhan, serta 3 pilihan rasa yang lezat (madu, cokelat, dan vanila) yang pastinya disukai anak-anak. 

Meskipun Ibu bisa meningkatkan kesehatan si Kecil dari manfaat ubi jalar dan asupan nutrisi lainnya, tetap saja Ibu perlu memantau tumbuh kembang si Kecil secara berkala. Tapi Ibu tidak perlu khawatir karena caranya cukup mudah, yaitu dengan memanfaatkan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima

Fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima mirip seperti posyandu, namun bisa dilakukan secara online jadi lebih mudah dan praktis. Melalui fitur ini, Ibu bisa memantau tumbuh kembang si Kecil sesuai grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC. Yuk, langsung coba fiturnya di sini.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz