Share Like
Simpan

Pulang dari kelompok bermain, si Kecil begitu saja melempar tasnya. Selesai bermain pun, si Kecil melemparkan begitu saja mainannya. Mengapa hal ini terjadi? Bagaimana menghentikan kebiasaan buruk ini?

Ketika melempar suatu barang, jari-jari terbuka agar barang yang sedang dipegang dapat dilepas; ini memerlukan keahlian motorik halus. Saat melempar barang, koordinasi tangan dan mata dan mata si Kecil juga dilatih supaya hasil lemparannya tepat. Jika bola dilempar, maka si Kecil akan belajar bahwa bola itu akan memantul, berbeda dengann sendok makannya, yang ketika dilempar, sendok akan terjatuh dan tetap di lantai.

Melempar sebenarnya adalah ‘keahlian’ baru yang merupakan bagian dari perkembangan si Kecil. Menjatuhkan sendok dan mendengarkan suara sendok ketika menyentuh lantai merupakan hal baru yang menyenangkan baginya. Selama masih dalam batas kewajaran, biarkan saja si Kecil bereksplorasi dengan ‘keahlian’ barunya itu. Namun ketika sudah menunjukkan tanda-tanda yang kurang baik, misalnya selalu melempar barang jika ngambek atau ketika keinginannya tidak terpenuhi, Ibu harus segera mengarahkan dan meredamnya agar tidak menjadi kebiasaan buruk yang akan terbawa sampai masa dewasanya nanti.

Berikut merupakan hal-hal yang dapat Ibu lakukan untuk mengantisipasi kebiasaan si Kecil melempar barang :

Beritahu barang apa saja yang boleh dilempar (bola, mainan pesawat dari kertas lipat) dan yang tidak boleh dilempar (buku, alat makan - meskipun terbuat dari plastik).

Jelaskan mengapa sesuatu barang tidak boleh dilempar, apa akibatnya jika barang tersebut dilempar dan berikan penggantinya. Jika suatu saat si Kecil melempar buku mewarnainya, katakan “Nak, buku bukan untuk dilempar, buku ini kan untuk belajar mengenal warna. Kalau buku ini rusak karena dilempar-lempar, nanti kakak tidak bisa mewarnai gambar-gambar lucu yang ada di buku ini lho. Ini Ibu bawakan bola kalau memang kakak ingin bermain lempar-lemparan, yuk kita main lempar bola di taman”.

Tentukan tempat dimana si Kecil boleh melempar bola “Kakak boleh main lempar bola, tetapi tidak di dalam rumah ya, hanya boleh di halaman”.

Jika si Kecil melempar barang karena marah atau frustasi, ajarkan cara lain untuk meredam atau menyalurkan kemarahan atau kekesalannya. Ajari si Kecil untuk mengekspresikan kekesalannya dengan kata-kata, bukan melempar barang. “Kalau kakak kesal, kakak ngomong sama Ibu ya, katakan pada Ibu apa yang membuat kakak kesal, jangan mengungkapkan kekesalan dengan melempar barang”.

Sejalan dengan pertambahan usia si Kecil, ‘kegemaran’ melempar barang ini lama kelamaan akan berkurang dan kemudian hilang. Yang penting Ibu selalu mengingatkan si Kecil bahwa melempar barang boleh-boleh saja asal yang dilempar adalah barang yang tepat, di tempat yang tepat, dan pada waktu yang tepat. Jangan memberikan hukuman, apalagi hukuman fisik. Bimbinglah si Kecil agar dia memiliki cara yang lebih efektif dalam mengeksplorasi sekelilingnya dan mengekspresikan perasaannya.