Share Like
Simpan

Perkembangan Otak si Kecil Saat Tidur Malam

Tidur Malam & Manfaatnya bagi Otak si Kecil 

Betapa menyenangkannya saat melihat si Kecil tidur dengan pulas. Wajahnya yang menggemaskan, genggaman jemarinya yang erat serta irama napasnya yang menenangkan seringkali membuat kita tersenyum dan tak bisa melepaskan pandangan darinya. 

Bu, sadarkah kalau di usia antara 0-12 bulan ini, si Kecil cenderung menghabiskan waktu sehari-harinya dengan tidur? Ya, saat ini waktu tidurnya bisa mencapai angka 14-18 jam sehari.  Ini bukannya tanpa sebab, Bu. Tidur baginya merupakan hal yang penting, tak kalah dengan makanan bayi dan ASI yang menjadi sumber nutrisi untuknya. Ini karena tidur lelapnya di malam hari akan memberikan kesempatan bagi organ  dalam tubuh si Kecil untuk berkembang dengan cepat. Salah satu organ terus berkembang saat si Kecil tidur adalah otaknya. 

Ketika pertama kali lahir di dunia, si Kecil hadir dengan otak yang perkembangannya baru mencapai 25%. Otaknya  itu memang sudah memiliki jutaan neuron, tapi hubungan yang tercipta antar sel tersebut masih terbilang sangat sedikit. Tidur nyenyak di malam hari dapat membantu mempererat hubungan antar sel tersebut.  Seperti yang dikemukakan oleh para ilmuwan di University of Colorado Boulder, di masa pertumbuhan ini,  tidur menjadi kesempatan bagi organ tubuh tersebut untuk bekerja lebih keras dalam membangun dan memperkuat hubungan terhadap sel-sel yang terdapat pada bagian kiri dan kanan otak si Kecil. Seiring dengan perkembangannya nanti, hubungan yang terbangun itu akan menjadi rangka dasar untuk membentuk koneksi antar sel yang lebih rumit lagi. Tak hanya itu, riset lain dari jurnal Brain Sciences di tahun 2013 juga menemukan fakta bahwa perkembangan hubungan antara otak bagian kanan dan kiri meningkatkan sebesar 20% di waktu tidur malam. 

Hubungan antara perkembangan otak dan waktu tidur si Kecil ini sendiri dapat Ibu temukan pengaruhnya di masa perkembangan si Kecil nanti. Berikut adalah beberapa contoh hasil penelitian yang sudah dirangkum oleh situs WebMD.com:

Bayi yang waktu tidurnya cukup cenderung lebih mudah bersosialisasi dan tidak banyak menuntut. Sedangkan bayi yang kurang tidur kemungkinan akan terlihat hiperaktif.

  • Kurangnya waktu tidur yang terjadi secara terus-menerus pada bayi di masa pertumbuhannya dapat ikut mempengaruhi kinerja otaknya di masa mendatang.
  • Berdasarkan hasil studi, anak dengan IQ tinggi cenderung  memiliki waktu tidur yang lebih panjang dibandingkan anak lainnya.

Membantu si Kecil Memenuhi Kebutuhan Tidurnya

Kira-kira apa saja yang dapat kita lakukan untuk membantu si Kecil mencapai waktu tidurnya itu? Sebelum itu, mari kita simak terlebih dahulu waktu tidur yang disarankan untuk si Kecil sesuai dengan usianya masing-masing, seperti yang sudah dikemukakan dalam situs Parents.com:

Tabel Kebutuhan Waktu Tidur Bayi  

Usia si Kecil Jumlah Waktu Tidur Waktu Tidur Malam

0-2 bulan 16-18 jam 8-9 jam

2-4 bulan 14-16 jam 9-10 jam

4-6 bulan 14-15 jam 10 jam

6-9 bulan 14 jam 10-11 jam

9-12 bulan 14 jam 10-12 jam

Untuk membantu si Kecil agar dapat tidur dengan tenang dan nyenyak di malam hari, cobalah membuat kebiasaan rutin menjelang tidur, misalnya dengan membiasakan untuk mengakhiri aktivitas bermain bersama si Kecil di kamar tidur agar ia dapat mengantisipasi waktu tidurnya. Selain itu, hindari pula mengajak si Kecil bermain dengan aktif menjelang tidur dan pilihlah acara bermain yang lebih tenang (misalnya, membaca buku bersama) sebagai permainan penutup untuknya.  Yang terakhir, pastikan kondisi perut si Kecil sudah terisi penuh dengan makanan bayi atau ASI yang bergizi agar ia dapat tidur lelap dan perkembangan otaknya pun dapat berjalan dengan optimal di waktu malam nanti. Selamat mencoba, Bu!