Whatsapp Share Like
Simpan

Suatu hari, saya pernah berjanji mau mengajak si Kecil untuk ikut olahraga lari di komplek rumah. Sayangnya ketika hari yang dijanjikan tiba, mendadak hujan.  Alhasil, muncul ide di kepala saya untuk mengajak mereka menghibur si Kecil melalui permainan ‘Meniru Gerakan Hewan’.

Cara bermainnya seperti ini, Bu:

  1. Ajak anggota keluarga si Kecil untuk bermain di tempat yang cukup luas, misalnya ruang keluarga.
  2. Sebelum mulai bermain, ajak semua pemain untuk memutuskan 2 atau 3 jenis gerakan yang harus ditiru. Misalnya: lari bagaikan kuda, berjinjit cepat seperti tikus, dan bergoyang seperti bebek.
  3. Tunjuk salah satu anggota keluarga (bisa juga dengan cara hom pim pa) sebagai pemimpin yang memberi instruksi gerakan saat bermain.
  4. Setelah terpilih, minta ia menyebutkan satu jenis gerakan yang harus ditirukan. Pemberi Perintah bisa mengganti jenis gerakan kapan pun ia mau. Lebih serunya lagi, kalau ia mengganti aba-aba dengan cepat.
  5. Setiap pemain harus bisa mengikuti gerakan yang diinstruksikan Pemberi Perintah.

Pada akhirnya, pemain yang salah menirukan gerakan harus keluar dan ia yang terakhir bertahan jadi pemenangnya.

Lelah? Tentu saja, Bu. Namun, mengingat manfaat permainan ini sangat baik bagi tumbuh kembang si Kecil, saya justru senang untuk melakukannya berkali-kali. Hitung-hitung sebagai pengganti olahraga lari yang batal, permainan ini baik manfaatnya untuk melatih fleksibilitas gerakan pada tubuh karena pada umumnya, saat memasuki usia 3 dan 4 tahun, anak-anak sudah dapat bergerak dengan lincah.

Baiknya lagi, aktivitas ini juga dapat meningkatkan daya imajinasi serta keterampilan berekspresi si Kecil. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat untuk menunjang kemampuan bersosialisasinya saat bermain di dalam kelompok. Melalui permainan sederhana, ternyata banyak manfaat yang bisa di dapat si Kecil lho, Bu. Energi yang dikeluarkan untuk permainan ini pun tak jauh berbeda seperti ketika si Kecil melakukan olahraga lari lho, Bu. Menarik, kan?

Artikel Sejenis

Nah, melihat pertumbuhan si Kecil yang begitu pesat, saya jadi memperhatikan betul kandungan nutrisi pada menu makanan sehari-hari agar tumbuh kembangnya semakin optimal. Tidak lupa berbagai jenis makanan yang baik bagi tulang dan tubuh seperti:

  • Telur

    Selain mengandung Vitamin D, bagian putih pada telur juga sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh si Kecil karena  memiliki kandungan protein yang tinggi.

  • Tahu

    Makanan yang berasal dari kacang kedelai ini terkenal sebagai makanan tersehat di dunia. Baiknya lagi, menurut Whfoods.com, rutin mengonsumsi tahu dapat mengurangi risiko terkena kanker lho, Bu.

  • Jeruk

    Meskipun rasanya sedikit asam, namun manfaatnya sangat baik bagi tubuh, Bu. Kandungan Vitamin C, Vitamin D, Kalsium, dan juga kandungan serat yang tinggi sangatlah baik bagi kesehatan tulang dan juga pencernaan si Kecil.

  • Bayam

    Tidak hanya mengandung Kalsium yang baik untuk tulang, bayam juga mengandung Vitamin K, Magnesium, dan Fosfor. Kandungan tersebut sangatlah ampuh mencegah penyakit asma dan kanker, menjaga kesehatan rambut serta kulit, begitu juga sebagai pengatur gula darah pada si Kecil.

Tidak lupa, sebagai pelengkap nutrisi sehari-harinya, saya menjaga agar tetap rutin memberi si Kecil susu Frisian Flag Karya sebanyak tiga kali sehari. Saat sarapan, setelah makan siang, dan sebelum tidur. Kandungan Vitamin dan Mineral pada susu pertumbuhan Frisian Flag dapat membantu si Kecil mengembangkan kreativitasnya sehingga ia dapat tetap aktif bermain dan berkarya di masa pertumbuhannya ini.

Selamat menikmati waktu bermain dengan si Kecil, Bu. Ternyata ada faedahnya juga saya batal olahraga lari, jadi terpikirkan tips alternatif olahraga anak melalui permaianan ini untuk dibagikan ke Ibu. Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk dapat menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu ya, Bu.