Whatsapp Share Like
Simpan

Anak usia 3 tahun biasanya masih memiliki sifat egosentris yang kuat. Hal tersebut berarti bahwa dunia ini seolah hanya berpusat pada dirinya. Akibatnya, semua kemauan si Kecil selalu ingin dipenuhi. Di satu hari terkadang Ibu juga akan menemukan si Kecil menangis kencang atau mengamuk saat keinginannya tidak dituruti. Lalu, di lain waktu Ibu mungkin akan mendapati si Kecil merebut mainan milik temannya.

Kejadian seperti itu terkadang terasa mengganggu sekali ya, Bu. Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, bisa jadi kedepannya si Kecil akan mengalami kesusahan dalam berinteraksi dengan teman sebayanya, lho. Oleh karena itu, ada kiat-kiat khusus yang perlu Ibu lakukan untuk menumbuhkan sikap positif pada si Kecil. Salah satunya adalah dengan mengajarkan berbagi padanya sejak dini.

Kemampuan berbagi disebut sebagai salah satu keterampilan sosial yang berguna dan perlu dikuasai oleh seorang anak dalam hidupnya. Penguasaan kemampuan ini memiliki banyak manfaat lho bagi kehidupan si Kecil bahkan hingga sampai masa dewasanya nanti. Penanaman perilaku berbagi mendorong perkembangan aspek sosial-interpersonal si Kecil. Anak yang dibiasakan untuk berbagi akan merangsang tumbuhnya berbagai sikap pro-sosial. Yuk Bu, cari tahu lebih jelas lagi manfaat ajarkan berbagi pada anak berikut ini!

  1. Menambah Relasi dan Lingkungan Sosial
    Kebiasaan berbagi si Kecil bermanfaat untuk mengembangkan relasi dan lingkungan sosial mereka. Anak yang suka berbagi cenderung disukai, sehingga memudahkannya untuk menjalin hubungan baik dengan orang lain. Si Kecil bisa punya banyak teman deh!
  2. Meredam Konflik
    Kemampuan berbagi si Kecil juga mampu meredam berbagai konflik yang mungkin timbul dalam interaksi sosial, khususnya dengan saudara dan teman-teman bermainnya.
  3. Cegah Sifat Pelit
    Ajarkan berbagi dapat mencegah anak memiliki sifat kikir atau pelit. Seperti yang Ibu tahu sifat ini memang sudah menjadi sifat alami manusia. Mengajarkan berbagi mampu mengikis sifat pelit anak, sekaligus menumbuhkan sifat rendah hati.
  4. Tumbuhkan Empati, Kikis Egoisme
    Ketika anak diajarkan untuk berbagi maka empatinya pun sedikit demi sedikit akan tumbuh makin menguat. Dengan kemampuan empati ini si Kecil akan semakin pintar dalam memahami orang lain, lebih peka, dan peduli kepada kebutuhan sesama. Alhasil, sifat egois dan mau menang sendiri si Kecil makin lama akan berkurang dengan sendirinya, Bu.
  5. Ajarkan Kebersamaan
    Dengan berbagi seorang anak diajarkan tentang sebuah kebersamaan terutama dalam hakikatnya sebagai makhluk sosial. Anak akan semakin paham bahwa sebagai manusia ia tidak bisa hidup sendiri, namun pasti membutuhkan orang lain begitu pula sebaliknya.
  6. Pupuk Sikap Bersyukur
    Berbagi juga menjadi cara mudah untuk mengajarkan anak bagaimana cara bersyukur terhadap apa yang dimilikinya. Melalui tindakan berbagi, anak juga belajar tentang ketulusan dan rasa ikhlas, memberi tanpa mengharap imbalan atau pamrih. Berbagi bisa membuat anak merasa bahagia dan nyaman. Tahukah Ibu? Saat memberi atau menolong orang, otak akan memproduksi dopamin (hormon kebahagiaan) yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  7. Menumbuhkan Sikap Gotong Royong
    Anak yang tidak diajarkan keteladanan dalam berbagi akan tumbuh dengan keegoisan. Perasaan enggan bergaul dengan orang lain akan terkesan menjadi hal yang biasa, bahkan hingga anak dewasa nantinya (http://anggunpaud.kemdikbud.go.id, 2018). Ketika anak diajarkan untuk terbiasa berbagi maka dengan enteng pula ia akan melangkahkan kaki ketika diminta ikut serta dalam kegiatan gotong royong.


Nah, banyak kan Bu manfaat positif yang didapat dengan mengajarkan si Kecil sikap berbagi? Maka dari itu, yuk mulai latih si Kecil untuk terbiasa berbagi. Cara utama dan paling penting untuk ajarkan anak berbagi adalah melalui keteladanan orang tua. Bila orang tua memiliki sikap murah hati, otomatis si Kecil diajari pula untuk bersikap murah hati. Misalnya, saat Ibu tak segan memberi uang pada pengamen yang mungkin mampir di depan rumah atau berbagi masakan sup dengan tetangga di beberapa kesempatan.

Cara berikutnya adalah dengan melibatkan langsung si Kecil dalam pengalaman berbagi. Ibu bisa memulainya dengan mengajak dan melibatkan si Kecil dalam berbagai kegiatan sosial, misalnya berkunjung ke panti asuhan. Di lain waktu Ibu bisa juga meminta si Kecil memasukkan uang di kotak infak masjid dekat rumah. Atau bisa pula ajak si Kecil bermain dengan teman-temannya, lalu bawalah mainan yang bisa dibagi, misalnya krayon, lego, kartu, buah-buahan plastik, dll. Ajak si Kecil untuk meminjamkan beberapa mainannya pada anak lain.

Artikel Sejenis

Mudah kan Bu? Yuk, mulai praktikkan dengan si Kecil di rumah!