Whatsapp Share Like
Simpan

Perkembangan si Kecil memang memiliki tahap yang berbeda-beda. Ada yang lebih cepat duduk namun ada juga yang lebih lambat. Usia paling cepat untuk duduk sendiri terjadi pada usia 6,5 bulan sedangkan untuk yang paling lambat di usia 9 bulan. Namun jika si Kecil memiliki waktu yang lebih lama untuk duduk sendiri Ibu tidak perlu cemas. Karena si Kecil mungkin memiliki pertumbuhan yang lebih lambat dibanding bayi lainnya.

Banyak faktor yang menyebabkan si Kecil belum bisa duduk sendiri. Kurangnya latihan yang Ibu berikan kepada si Kecil. Saat proses pertumbuhan si Kecil masih perlu dilatih. Banyaknya waktu yang dihabiskan di luar rumah membuat si Kecil jarang berlatih duduk. Misalnya banyak waktu dihabiskan di mobil, jalan, mall, dan tempat lainnya.

Ibu perlu memberikan si Kecil waktu yang lebih banyak untuk belajar duduk. Seringlah habiskan waktu bermain dengannya. Ajari si Kecil cara duduk dengan berbagai rangsangan. Buatlah suasana belajar duduknya lebih menyenangkan, misalnya dengan bermain. Jika si Kecil belajar duduk dengan senang, ia akan lebih cepat duduk sendiri.

Selain kurangnya latihan, ukuran tubuh si Kecil yang lebih besar juga menjadi penyebab ia belum bisa duduk sendiri. Untuk tubuh yang lebih besar membutuhkan tenaga yang lebih besar pula untuk menopang tubuhnya. Tidak seperti bayi lainnya yang memiliki bobot tubuh normal. Ibu perlu terus membantu si Kecil agar bisa menopang tubuhnya sendiri.

Ibu bisa membantu si Kecil belajar duduk dengan menopang tubuhnya atau memegang tangannya. Latih terus si Kecil mengendalikan tubuhnya agar cepat terbiasa dengan posisi duduk. Dengan latihan terus-menerus, si Kecil akan memiliki memori akan cara duduk. Ibu juga tidak disarankan bila terlalu memaksakan si Kecil. Berikan kepercayaan kepada si Kecil agar dia mampu duduk sendiri.

Artikel Sejenis

Berilah motivasi saat si Kecil belajar duduk. Motivasinya bisa dengan memberikan semangat saat dia mencoba untuk duduk. Bisa juga dengan memberi tepuk tangan sebagai bentuk penghargaan untuk si Kecil. Dengan begitu si Kecil akan lebih termotivasi untuk duduk dan ingin melakukannya terus.

Lalu cara apa sajakah yang bisa Ibu lakukan agar si Kecil bisa duduk sendiri? Kemampuan untuk duduk sendiri ini juga merupakan gerak motorik si Kecil. Kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Sehingga banyak cara yang dapat Ibu lakukan untuk merangsang si Kecil. Ajarkan si Kecil duduk melalui tummy time. Ketika si Kecil sudah tengkurap, mengangkat kepala, dan bisa menggerakkan lehernya ke kanan dan ke kiri, itu tandanya si Kecil sudah siap belajar duduk. Sehingga rangsang si Kecil untuk melakukan tummy time karena bermanfaat untuk memperkuat otot leher, tubuh bagian atas (otot perut), dan tulang belakang si Kecil.

Si Kecil juga bisa belajar duduk melalui kursi bayi. Ibu juga bisa mendudukkan si Kecil di tempat tidur atau tempat lain dengan permukaan datar. Tapi untuk tahap ini ajari si Kecil duduk dengan sandaran di belakang punggungnya. Sandaran berfungsi untuk menahan tubuh si Kecil yang belum bisa ia topang sendiri.

Latihlah keseimbangan si Kecil agar ia mampu duduk dengan tegak. Sebelum si Kecil bisa duduk sendiri, ia perlu memahami keseimbangan. Cara melatih keseimbangan dapat dilakukan dengan mendudukkannya di kursi bayi agar ia tahu seperti apa rasanya duduk. Ibu juga bisa melatih keseimbangan si Kecil dengan memangkunya. Biarkan sejenak agar si Kecil bisa menyeimbangkan badannya. Kembali topang tubuhnya jika keseimbangannya mulai goyah.

Ketika si Kecil bermain, Ibu bisa menyelipkan beberapa trik agar merangsang si Kecil duduk. Misalnya dengan menantang si Kecil untuk melewati bantal. Jika si Kecil berhasil maka ia akan mengangkat perut dan tubuhnya. Dan ini langkah awal yang baik untuk merangsang ia bisa duduk. Ibu juga bisa mengajak si Kecil bermain di sofa atau di tempat tidur. Misalnya dengan bermain berdiri lalu duduk. Pertama-tama buatlah si Kecil dalam posisi berdiri lalu angkat si Kecil ke udara dan turunkan di sofa atau tempat tidur dalam posisi duduk. Selain menyenangkan cara ini bisa merangsang gerak motorik si Kecil.

Agar bisa duduk dengan baik si Kecil harus memiliki otot yang kuat. Untuk menopang seluruh tubuhnya tentu harus dengan tenaga yang besar pula. Berilah latihan yang rutin kepada si Kecil agar bisa lebih cepat duduk. Namun Ibu juga tidak boleh lupa untuk pemenuhan energinya. Berikan asupan yang baik agar memberi tenaga kepada si Kecil.