Whatsapp Share Like
Simpan

Sebagian Ibu memiliki pengalaman dengan keluarnya ASI lebih awal yakni selama masa kehamilan. Banyak di antaranya yang merasa was-was hingga bertanya-tanya: mungkin tidak sih ASI keluar bahkan saat calon bayi belum lahir? Jawabannya adalah mungkin sekali!

Keluarnya ASI pada masa kehamilan adalah hal yang wajar dialami oleh beberapa perempuan. Hal ini biasanya terjadi pada masa-masa menjelang akhir trimester ketiga kehamilan, termasuk saat kandungan berusia 36 minggu. Namun tidak pula menutup kemungkinan kondisi tersebut dialami oleh Ibu dengan usia kandungan yang lebih muda.

Peristiwa ini dapat terjadi karena protein pembentuk ASI sudah mulai diproduksi oleh kelenjar susu sejak usia kehamilan menginjak 16 minggu. Keluarnya ASI di masa kehamilan merupakan pertanda bahwa Ibu sudah siap untuk memberikan ASI bagi bayi lho. Jadi tak perlu merasa terlalu cemas apalagi sampai stress. Ingat ya Bu, kondisi stress tidak baik bagi kesehatan Ibu maupun si Kecil dalam kandungan.

Di sisi lain beberapa Ibu ketakutan jika nantinya kolostrum bagi calon bayi tidak akan keluar lagi usai persalinan akibat peristiwa keluar ASI di masa kehamilan. Apalagi kolostrum ini sangatlah penting bagi bayi baru lahir karena mengandung antibodi. Antibodi dalam kolostrum berguna agar bayi kuat melawan berbagai penyakit yang mungkin menyerang.

Tapi tenang saja Bu, cairan yang keluar dari payudara saat masa kehamilan bukanlah kolostrum, kok. Pada saat calon bayi nanti lahir, kolostrum secara otomatis tetap akan keluar dengan sendirinya.

Artikel Sejenis

Yang menjadi catatan adalah ketika beberapa Ibu kadang masih termakan mitos yang mengatakan jika ASI keluar sebelum bayi lahir, dapat mengurangi produksi paska persalinan. Faktanya, keluar atau tidaknya ASI dari masa hamil bukan patokan keberhasilan menyusui ketika bayi sudah lahir (dalam buku “Superbook for Supermom: Bagian 1”). Produksi ASI tetap akan terjaga sesudah persalinan asalkan asupan nutrisi dan gizi yang berguna mendorong dan memperbanyak produksi ASI bagi Ibu tetap terpenuhi. Oleh karena itu, jangan lupa minum susu Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA, dengan tagline untuk kebaikan janin dan Mama dengan rasa cokelat yang lezat.

Namun terkadang, keluarnya ASI atau rembes ASI ini terasa mengganggu. Apalagi jika hal tersebut terjadi pada saat Ibu berada dalam sebuah acara di luar rumah dan bertemu dengan banyak orang. Maka, berikut ini akan disampaikan beberapa tips untuk menyiasati ASI rembes saat hamil.

  1. Gunakan Bantalan Payudara

    Untuk mengatasi rembesan ASI yang dirasa berlebih dan mengganggu, cobalah gunakan bantalan payudara, baik dari kain, tisu maupun model breast pad sekali pakai yang praktis. Bantalan ini berfungsi untuk mencegah timbulnya bekas noda susu pada pakaian. Caranya, pasangkan bantalan tersebut pada bagian dalam cup bra. Gunakan bantalan pada siang dan malam hari.

    Jika memilih menggunakan kain yang bisa dicuci ulang, carilah yang berbahan lembut serta nyaman bagi kulit payudara maupun dada. Namun jika memilih breast pad, Ibu bisa membelinya dari apotek maupun toko perlengkapan bayi.

    Tapi harus diingat ya Bu, sering-seringlah dan secara teratur ganti bantalan payudara. Bergantilah saat bantalan dirasa sudah terlalu penuh untuk menghindari bau tidak sedap dari ASI yang menumpuk lama. Hal ini juga dilakukan agar kulit payudara Ibu tidak lembab sehingga bisa memicu infeksi jamur. Jangan malas untuk jaga kebersihannya ya, Bu!

  2. Pakai Bra Khusus

    Pakailah bra khusus untuk masa kehamilan yang berbahan nyaman serta tidak terlalu ketat. Opsi lainnya adalah Ibu bisa juga menggunakan model sport bra.

  3. Hindari Aktivitas Perangsang

    Hindari melakukan pemijatan atau pemerasan payudara. Kegiatan ini justru akan merangsang cairan payudara yang keluar makin banyak. Pemijatan payudara pada Ibu hamil juga berpotensi menimbulkan kontraksi kehamilan. Pemijatan atau pemerasan baru dapat dilakukan atas seijin dokter kandungan atau bidan. Biasanya anjuran pemijatan tersebut dilatarbelakangi oleh adanya kondisi kesehatan khusus pada Ibu, misalnya pada pasien hamil penderita diabetes.

    Jika payudara Ibu merasa lebih kencang atau agak keras lebih baik agar mengompresnya saja bukan memijat. Lakukan pengompresan dengan menggunakan air hangat.

  4. Pilih Pakaian yang Sesuai

    Gunakan pakaian yang berbahan tebal, berwarna gelap serta bermotif untuk menyamarkan ASI yang mungkin rembes di baju. Hindari pilih pakaian yang berbahan tipis dan memiliki warna terang. Ibu bisa juga menyiasati kondisi ini dengan menambah aksesoris pakaian seperti jaket, kardigan, atau syal.

Mudah kan Bu, tips-tipsnya? Yuk, mulai terapkan dan hilangkan kecemasan akibat ASI rembes saat hamil!