Whatsapp Share Like
Simpan

Si Kecil umumnya mulai dikenalkan dengan makanan saat memasuki usia 6 bulan dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Tahapan pengenalan MPASI juga harus disesuaikan dengan usia si Kecil. Hal tersebut dikarenakan pencernaan si Kecil yang belum sempurna, sehingga tekstur makanan untuk si Kecil harus disesuaikan dengan kemampuan si Kecil dalam mencerna makanan. Ibu bisa memberikan makanan dari yang bertekstur cair hingga pada untuk si Kecil.

Pada usia 0-6 bulan, Ibu cukup memberikan ASI sebagai satu-satunya sumber nutrisi untuk si Kecil. Menginjak usia 6 bulan, Ibu mulai dapat mengenalkannya makanan. Perlu Ibu ingat, untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil, Ibu perlu mengetahui kesiapan si Kecil dan kebutuhan nutrisinya. Kesiapan si Kecil salah satunya adalah pemberian tekstur makanan yang sesuai untuknya.

Berikut merupakan tahapan pemberian makan bertekstur untuk si Kecil:

Usia 6 Bulan

Pada usia ini, tekstur makanan yang dapat Ibu berikan untuk si Kecil adalah berupa makanan lumat, misalnya bubur saring, pure, atau makanan yang ditumbuk/dihaluskan. Pastikan tekstur yang diberikan tidak terlalu cair. Untuk mengetahui tingkat kepadatannya, makanan yang diletakkan di sendok tidak akan mudah tumpah. Ibu bisa menambahkan ASI agar si Kecil tidak kaget dengan rasa baru selain ASI.

Usia 7-9 Bulan

Memasuki usia ini, Ibu bisa memberikan sayuran dan buah-buahan yang dihaluskan. Misalnya, alpukat, ubi dan wortel yang sudah dimasak terlebih dahulu. Pilihan makanan lain yaitu bubur dan kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang merah, atau bubur dari sari tahu. Ibu juga bisa memberikan yoghurt tanpa pemanis dalam porsi kecil. Protein si Kecil dapat terpenuhi melalui makanan seperti ikan tanpa tulang, ayam atau jenis daging lain. Potong halus sebelum dikonsumsi si Kecil.

Artikel Sejenis

Usia 10-12 Bulan

Mendekati 1 tahun usianya, si Kecil mulai bisa mengonsumsi makanan yang sama seperti orang dewasa, hanya saja perlu dipotong kecil-kecil atau dihaluskan agar aman saat dikunyah dan ditelan. Pada usia 10 bulan, si Kecil diharapkan telah mampu mengonsumsi makanan semi padat. Memasuki usia 12 bulan, si Kecil sudah memiliki kemampuan gerakan rotasi pada mulutnya karena rahangnya yang mulai stabil. Sehingga, si Kecil sudah bisa mengunyah makanan padat.

Saat memasuki usia 1 tahun si Kecil memang telah siap mengonsumsi makanan padat. Namun, Ibu sebaiknya mengetahui tiga tanda saat si Kecil benar-benar siap mengonsumsi makanan padat, antara lain:

  1. Ketika si Kecil dapat mengangkat lehernya dan duduk tanpa harus disangga

    Kemampuan otot dan punggung memiliki peranan penting pada tumbuh kembang si Kecil. Jika si Kecil sudah mampu mengangkat lehernya dan duduk dengan baik, maka si Kecil telah siap menerima makanan yang lebih kompleks dari MPASI. Posisi duduk membuat si Kecil lebih nyaman dan aman saat menelan makanan.

  2. Tidak lagi memiliki refleks mendorong makanan yang Ibu berikan

    Refleks ini umumnya terjadi pada si Kecil yang menyusu. Jika diberikan makanan dan refleks tersebut muncul pada si Kecil, berarti ia belum siap menerima makanan padat. Mengunyah dan menelan membutuhkan koordinasi yang baik antara mulut, lidah, dan sistem pencernaan. Jika perkembangannya sudah baik dan siap menerima makanan padat, maka refleks tersebut tak lagi muncul.

  3. Si Kecil mulai tertarik dengan makanan

    Umumnya si Kecil menunjukkan bahwa ia tertarik dengan makanan dengan cara memperhatikan piring Ibu saat makan bersama, memperhatikan sendok dan garpu serta menarik makanan menggunakan tangannya. Jika sudah menunjukkan tanda tersebut, maka si Kecil telah siap mengonsumsi makanan padat.

Sebagai catatan penting Ibu dalam memberikan makanan untuk si Kecil, Ibu sebaiknya selalu mengawasi si Kecil dan jangan pernah meninggalkan si Kecil saat makan. Selain itu, hindari makanan yang dapat membuat si Kecil tersedak, seperti kacang tanah yang memiliki tekstur keras. Tak hanya itu, Ibu sebaiknya memberikan produk seperti kacang-kacangan, telur utuh, dan ikan saat si Kecil memasuki usia 1 tahun ke atas. Hal tersebut dikarenakan bahan makanan tersebut memiliki potensi alergi yang lebih besar pada si Kecil.

Perlu bagi Ibu untuk menyesuaikan waktu pemberian makanan padat dan bertekstur sesuai dengan usia dan kemampuan mencerna makanan. Perhatikan tekstur dan kebersihan makanan. Jika perlu konsultasikan dengan dokter spesialis anak.