Whatsapp Share Like
Simpan

Persaingan di dunia semakin lama makin ketat. Majunya teknologi komunikasi semakin mengaburkan batasan antara satu negara dengan negara lain. Komunikasi yang terjalin juga akan semakin intens, dengan menggunakan bahasa yang sama-sama dimengerti tentunya. Pada akhirnya, bahasa akan menjadi hal utama kelancaran komunikasi yang terjadi.

Kemampuan berbicara dalam bahasa asing nantinya akan sangat diperlukan, baik untuk orientasi sosial maupun orientasi bisnis. Dengan memiliki kemampuan berbahasa asing, maka nilai jual akan semakin tinggi, dan jalinan pertemanan juga akan makin luas. Secara sosial, memiliki kemampuan bahasa asing sangat menguntungkan untuk menjalin koneksi lintas negara.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk mempelajari bahasa asing? Jawabannya adalah sejak dini. Sedini ketika si Kecil mulai fasih berbicara bahasa Ibu yang digunakan. Ibu bisa mulai mengenalkan dan mengajarkan bahasa asing, guna membekali si Kecil untuk masa depan yang lebih baik dan memudahkannya dalam kehidupan.

Bahasa asing yang diajarkan pada si Kecil memiliki banyak manfaat, baik secara sosial maupun dilihat dari sisi perkembangan kecerdasannya. Si Kecil yang pintar berbahasa asing akan menjadi orang yang lebih kreatif dibandingkan dengan temannya yang tidak belajar bahasa asing.

Kemajuan Faktor Kognitif

Mempelajari bahasa asing berhubungan dengan beberapa keuntungan perkembangan kognitif si Kecil. Anak yang belajar bahasa asing sejak dini, terbukti memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dibandingkan dengan temannya. Selain itu, si Kecil juga akan terlatih berpikir kritis, meningkat daya ingatnya, serta memiliki kemampuan berpikir lebih fleksibel.

Artikel Sejenis

Perkembangan kognitif yang didapatkan ini sangat bermanfaat untuk masa depannya. Dengan perkembangan yang optimal, si Kecil akan meraih prestasi akademis yang lebih memuaskan, serta tentu kesempatan karir yang akan lebih luas lagi.

Kemampuan Linguistik

Ada mitos yang mengatakan bahwa belajar bahasa asing ketika masih anak-anak akan menghambat perkembangan kemampuan berbicara si Kecil dengan bahasa  ibu yang digunakan. Padahal kenyataannya si kecil yang mempelajari bahasa asing akan lebih mampu mengembangkan penggunaan bahasa ibu yang digunakan sehari-hari.

Belajar mengenai kata-kata baru pada bahasa asing akan meningkatkan perbendaharaan kata yang dimiliki si Kecil, baik pada bahasa asing maupun bahasa ibunya. Si Kecil akan menemukan satu pola tertentu dalam penggunaan bahasa asing, sehingga akan lebih mudah ketika di kemudian hari mempelajari bahasa asing lainnya.

Kesempatan Karir

Penguasaan terhadap bahasa asing secara otomatis juga akan meningkatkan kesempatan kerja si Kecil di masa depan. Hal ini berhubungan dengan era globalisasi, dimana kebutuhan tenaga kerja tidak lagi dibatasi dengan batas negara atau wilayah. Kesempatan karir ini akan terbuka lebar baik untuk perusahaan nasional maupun multinasional.

Memiliki kesempatan karir yang lebih luas akan berbanding lurus dengan kesempatan mendapatkan gaji yang lebih tinggi pula. Mempelajari bahasa asing sejak usia dini bisa menjadi bekal yang amat berharga yang diberikan Ibu untuk si Kecil menghadapi masa depan dengan lebih siap.

Meningkatkan Empati

Ketika si Kecil belajar bahasa asing, maka ia akan belajar kosakata baru yang belum dikenalnya. Selain itu juga si Kecil akan lebih memahami struktur kalimat serta penggunaannya. Yang jarang diketahui, belajar bahasa asing juga dapat menjadi sarana belajar mengenai budaya asing yang baru untuk si kecil.

Pengenalan pada budaya lain akan meningkatkan empati si Kecil karena ia akan memiliki kesempatan untuk melihat dunia dari sudut pandang lain. Kemampuan memahami emosi orang lain dan memberikan respon yang sesuai dapat memudahkan si Kecil masuk ke pergaulan baru sehingga memiliki lebih banyak teman.

Jika dilihat pada iklim dunia kerja saat ini, bahasa yang sudah menjadi bahasa ‘wajib’ mungkin merupakan bahasa Inggris. Sebagai bahasa internasional, bahasa ini sebaiknya diajarkan pada si Kecil sejak dini. Pelajaran ini kini bisa didapatkan pada tingkat paling awal pendidikan formal si Kecil, seperti playgroup atau taman kanak-kanak.

Proses belajar bahasa asing juga menuntut si Kecil untuk terus mengasah daya ingat, kemampuan berpikir, serta kemampuan interpretasinya. Ketiga hal ini ketika dikuasai dengan baik maka akan berdampak langsung pada prestasi si Kecil di sekolah. Secara emosional, si Kecil juga akan lebih mampu menerima perubahan dan siap menghadapi hal baru yang belum pernah ditemuinya.

Sebagai seorang Ibu, penting untuk memberikan persiapan pada si Kecil untuk menghadapi masa depannya. Pelajaran bahasa asing yang diberikan serta latihan terus menerus ketika di rumah bisa mempercepat si Kecil untuk menguasai bahasa asing tersebut. Untuk menunjang pembelajarannya, selain latihan rutin Ibu juga bisa memberikan asupan nutrisi yang kaya akan kandungan Omega 3 dan 6, minyak ikan, Zat Besi, Asam Sialat serta Sphingomyelin yang tercantum pada label nutrisi. Seluruh nutrisi ini bisa didapatkan pada Frisian Flag 456 PRIMANUTRI, yang juga memiliki rasa yang nikmat.