Whatsapp Share Like
Simpan

Setiap anak memiliki karakter tersendiri yang unik. Namun karakter pada anak tidak akan muncul begitu saja. Perlu proses yang panjang dan berkelanjutan agar si Kecil memiliki karakter yang kuat. Biasanya karakter si Kecil mulai terbentuk sejak si Kecil memasuki usia emas (3-6 tahun), tentunya dengan arahan dan peran serta dari Ibu juga ya.

Di usia 6 tahun, si Kecil akan mulai menunjukkan kecenderungan karakter yang ada pada dirinya. Si Kecil sudah memiliki sikap untuk menilai beberapa peristiwa yang mereka lihat atau dengar. Namun bisa dikatakan si Kecil belum konsisten dalam menilai baik atau buruk. Beberapa kali si Kecil akan bersikap berdasarkan rasa suka atau tidak suka terhadap peristiwa yang dihadapinya. Nah agar karakter si Kecil semakin kuat di usianya yang ke 6 Ibu perlu tahu nih apa saja sih rahasianya agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang berkarakter kuat?

Konsisten dan berkelanjutan

Salah satu hal yang cukup sulit dilakukan dalam proses pembentukan karakter si Kecil adalah melakukannya dengan konsisten dan berkelanjutan. Di usianya yang ke 6, si Kecil sudah memiliki banyak keterampilan yang berguna untuk setiap aktivitasnya. Namun bukan berarti Ibu berhenti untuk memberikan pengetahuan-pengetahuan baru untuk si Kecil.

Tetap berikan tugas-tugas ringan bagi si Kecil, jika memungkinkan berikan tugas-tugas baru agar keterampilan si Kecil meningkat. Jangan lupakan untuk tetap memberikan pengawasan pada si Kecil, tegur jika si Kecil salah dan berikan arahan yang tepat. Si Kecil akan belajar tentang konsistensi dari pengawasan yang Ibu lakukan. Karenanya, jika Ibu tidak konsisten maka akan berdampak negatif bagi perkembangan karakter si Kecil.

Agar si Kecil tidak bosan dalam melakukan rutinitasnya, berikan teman selama dia beraktivitas seperti Susu Bubuk Pertumbuhan Frisian Flag 456 PRIMANUTRI yang lezat. Frisian Flag memiliki 3 varian rasa Madu, Vanila, dan Cokelat yang lezat yang disukai oleh si Kecil. Frisian Flag juga diperkaya dengan Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), Minyak Ikan, Zat Besi, Serat Pangan Inulin, Tinggi Vitamin A, C, E, Zinc, Selenium, Kalsium, dan Vitamin D yang bagus untuk mendukung si Kecil menjadi pintar, kuat, dan tinggi.

Artikel Sejenis

Berikan contoh yang baik

Si Kecil merupakan peniru yang baik. Apapun yang Ibu lakukan akan dianggap si Kecil sebagai perbuatan yang boleh dilakukan oleh si Kecil. Terutama jika si Kecil masih kesulitan dalam membedakan mana yang baik mana yang tidak. Berikan pemahaman pada si Kecil tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Ibu bisa memberikan pengertian jika si Kecil melakukan hal yang tidak baik maka akan merugikan orang lain.

Untuk menghindari si Kecil menirukan hal-hal yang tidak baik Ibu wajib memberikan contoh-contoh perilaku yang baik pula. Misalnya ketika selesai makan, Ibu selalu meletakkan piring kotor di tempat cuci piring. Dengan melihat Ibu yang konsisten melakukan hal tersebut, si Kecil akan memahami bahwa piring yang kotor harus diletakkan di tempat cuci piring.

Jangan ragu untuk menyatakan salah

Selama proses belajar, tidak jarang si Kecil berulah dan melakukan kesalahan-kesalahan. Ada kalanya ulah si Kecil menjadi sangat keterlaluan hingga menimbulkan berbagai masalah. Jika si Kecil mulai melakukan kesalahan yang berat, bukan saat yang tepat bagi Ibu untuk memaklumi kesalahannya. Terus-menerus memaklumi kesalahan yang dilakukan si Kecil justru berdampak tidak baik bagi perkembangan karakter si Kecil.

Jika Ibu menilai kesalahan si Kecil sudah di luar kewajaran, jangan ragu untuk menegur si Kecil dan menyatakan bahwa ia salah. Ibu bisa memberi tahu dimana letak kesalahan yang dilakukan si Kecil kemudian memberi tahu bagaimana seharusnya sikap yang benar agar kelak si Kecil tidak mengulangi kesalahan tersebut.

Ajarkan si Kecil untuk berbagi

Tidak ada salahnya mengajarkan si Kecil untuk berbagi, terutama berbagi dengan teman bermain si Kecil. Dengan berbagi pada teman sebayanya si Kecil akan belajar bahwa memberi lebih baik dibandingkan dengan menerima.

Terbiasa berbagi akan bermanfaat bagi tumbuh kembang karakter si Kecil. Si Kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah meremehkan orang lain, tidak anti sosial, dan peduli dengan lingkungannya. . Si Kecil juga akan menjadi pribadi yang lebih tangguh dan tidak mudah iri ketika melihat kesuksesan orang lain.

Kunci dari keberhasilan pendidikan karakter untuk si Kecil adalah partisipasi aktif dari Ibu dan Ayah untuk melibatkan si Kecil dalam setiap aktivitas yang bermanfaat bagi perkembangan karakter si Kecil. Keempat cara di atas bisa Ibu sesuaikan dengan cara-cara si Kecil dalam bersosialisasi sehingga si Kecil tidak merasa terpaksa dalam belajar, lebih bahagia dalam beraktivitas dan proses pembentukan karakternya menjadi lebih maksimal.