Whatsapp Share Like
Simpan

Tidak ada satupun orang tua di dunia ini yang ingin melihat anaknya gagal. Tentu semua orangtua menginginkan agar anaknya kelak menjadi orang yang sukses dan bisa dibanggakan. Lalu, bagaimana caranya untuk mempersiapkan  agar bisa meraih kesuksesannya kelak?

Nah, salah satu cara yang wajib dilakukan Ibu adalah menanamkan sikap optimis dan percaya diri pada . Kedua sikap ini penting ditanamkan pada anak dalam proses tumbuh kembangnya terutama di masa emasnya. Pada usia  yang ke-6 ini pun sudah seharusnya Ibu telah melakukan kiat-kiat tertentu untuk memupuk tumbuhnya kedua sikap hidup positif bagi anak.

Optimis diartikan sebagai sebuah cara berpikir positif, dimana seorang anak selalu memiliki harapan untuk dapat  berhasil dalam usaha yang dilakukan. Anak yang optimis memiliki sifat pantang menyerah, tidak mudah berputus asa ketika harus menghadapi sebuah persoalan. Sementara, sikap percaya diri adalah kondisi ketika seorang anak mampu melihat dirinya secara positif dan bernilai (Ilhamuddin & Muallifah, 2019).

Anak yang optimis dan percaya diri akan memiliki kesiapan yang lebih baik dan berani dalam menghadapi dinamika kehidupan masa depannya nanti. Terlebih di usianya yang ke-6 ini anak pun akan mulai memasuki kehidupan pra-sekolah. Mereka akan memiliki lingkungan sosial baru. Maka, kemampuan untuk dapat bersikap optimis dan percaya diri amat diperlukan terutama disaat anak harus bergaul dan berinteraksi dengan teman-teman barunya.

Berikut ini akan disampaikan tiga manfaat penting menanamkan sikap optimis dan percaya diri pada anak.

Artikel Sejenis

  • Optimisme dan kepercayaan diri meningkatkan kualitas kesehatan dan hidup . Kedua sikap ini mendorong  menjadi pribadi yang periang, ekspresif, antusias dan penuh semangat. Alhasil,  akan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik sehingga tidak mudah sakit.
  • Anak yang memiliki sikap optimis dan percaya diri menjadikannya pintar bergaul serta berinteraksi dengan teman-teman maupun orang baru. Dengan kemampuan bergaulnya ini,  bisa dengan mudah untuk menjalin relasi yang harmonis dengan orang-orang di sekitarnya.
  • Sikap optimis dan percaya diri bisa memberikan anak kemampuan untuk mengendalikan stress hingga masa dewasanya nanti, sehingga ia akan terjauh dari rasa depresi atau frustasi.

Hal tersebut bahkan sudah dibuat penelitian lho Bu, oleh Salkind dan Cohen, seorang ahli psikologi perkembangan. Dalam penelitiannya tersebut ditemukan bahwa anak yang selalu tersenyum gembira, mereka jarang mengalami sakit ringan seperti influenza ataupun demam (Ilhamuddin & Muallifah, 2019 dalam buku “Psikologi Anak Sukses!”).

Tentu Ibu juga penasaran: Bagaimana sih caranya membuat anak jadi pribadi yang optimis dan penuh kepercayaan diri? Untuk mengetahuinya yuk simak kiat-kiat berikut ini...

  1. Hentikan Kebiasaan Mengeluh

    Pada dasarnya anak adalah seorang peniru ulung. Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh orangtua haruslah selalu menjadi teladan positif bagi . Yuk, awali dengan mulai menghentikan kebiasaan mengeluh pada Ayah atau Ibu!

    Saat terjadi sesuatu hal yang terasa menjengkelkan, Ibu harus bisa menahan semua keluhan yang mungkin ada di hati Ibu. Tunjukkan pada anak untuk tidak hanya fokus  pada permasalahan namun bagaimana memandang persoalan tersebut dari sisi yang positif serta mencari solusi. Dengan begitu anak akan belajar terbiasa berpikir positif!

  2. Percayakan Tanggung Jawab pada

    Ibu bisa mulai untuk memberikan sebuah tanggung jawab sederhana pada  untuk memupuk optimisme dan kepercayaan dirinya. Suatu hari cobalah untuk memberi  sebuah tugas sederhana seperti memintanya mengantarkan sebagian sup buatan Ibu kepada tetangga samping rumah. Tugas ini bisa mendorong kepercayaan dirinya terutama ketika harus berkomunikasi dengan tetangganya, bahkan sekaligus mengajarkan sikap berbagi lho. Ibarat kata, “sambil menyelam minum air” kan, Bu?

  3. Beri Dukungan Positif

    Yuk Bu, bantu anak untuk mengatasi semua ketakutan-ketakutannya. Dukung dan berikan  semangat untuk berani mencoba hal-hal baru tanpa takut salah atau gagal. Jangan terlalu ketat melarang-larang anak melakukan berbagai hal hanya karena kekhawatiran berlebihan Ibu. Biarkan  bereksplorasi serta memperbaiki kesalahan yang mungkin dibuatnya. Jadi, jangan lekas memarahi  ya Bu jika dia melakukan kesalahan?

  4. Pujian untuk Anak

    Berikan  pujian secukupnya saat ia berhasil melakukan sesuatu atau meraih prestasi tertentu. Pengakuan dan pujian di waktu yang tepat akan membuat anak makin percaya diri lho. Jangan pelit untuk memuji anak ya, Bu..

Berbagai kiat tersebut dapat mulai Ibu terapkan pada  untuk menumbuhkan optimisme dan kepercayaan diri anak. Yuk Bu, terus semangat wujudkan kesuksesan  di masa depan.