Whatsapp Share Like
Simpan

Setiap Ibu, memiliki harapan besar agar si Kecil dapat memulai tahap awal kehidupannya dengan baik. Mulai dari pendidikan, keselamatan hingga kesehatan si Kecil. Ketiga hal ini menjadi dasar atau pondasi yang baik untuk si Kecil dapat berkembang sesuai dengan yang Ibu inginkan. Untuk bidang kesehatan, nutrisi akan memiliki peran besar dalam tumbuh kembangnya.

Salah satu nutrisi yang sangat penting untuk perkembangan si Kecil yakni Protein. Protein berperan besar, baik untuk pertumbuhan fisik dan kecerdasan si Kecil. Kecukupan Protein pada si Kecil akan menjamin pertumbuhan si Kecil serta kesehatannya secara keseluruhan. Nutrisi ini sangat dibutuhkan, hampir pada setiap usia si Kecil.

Dalam perannya sebagai nutrisi yang diperlukan tubuh, Protein tidak berperan menjadi pelengkap. Keberadaan nutrisi ini, serta komponen di dalamnya, berperan besar dalam pembentukan hormon, enzim, serta mengedarkan nutrisi lain yang diperlukan. Oleh karenanya, kecukupan asupan Protein harus dipastikan.

Kebutuhan Unik pada Masa Anak-anak

Kebutuhan Protein bisa dikatakan terus naik, seiring usia si Kecil yang semakin bertambah. Hal ini disebabkan karena ukuran tubuh si Kecil terus bertambah, secara otomatis kebutuhan nutrisinya juga akan terus naik. Utamanya pada masa anak-anak, pertumbuhan fisik si kecil akan sangat signifikan.

Wajarnya, si Kecil akan memiliki berat badan dua kali lipat lebih besar dari ketika dilahirkan pada usia lima bulan, dan empat kali lipat pada usia dua tahun. Hal yang sama juga terjadi pada tinggi badan si Kecil, yang akan menjadi dua kali lipat ketika si Kecil berusia empat tahun. Perkembangan ini menuntut adanya peningkatan nutrisi yang masuk ke tubuhnya.

Artikel Sejenis

Perkembangan fisik si Kecil akan mulai lebih stabil setelah usia empat tahun. Jika diukur, tinggi badannya hanya akan bertambah beberapa sentimeter saja setiap tahunnya. Ini bukan berarti si Kecil mengalami gangguan, namun memang tubuh manusia akan tumbuh lebih lambat dan stabil seiring bertambahnya usia.

Kebutuhan Protein si Kecil

Sebenarnya, untuk mengukur kebutuhan Protein yang diperlukan setiap hari bisa mengacu pada berapa berat badan si Kecil. Sederhananya, setiap pertambahan berat badan si Kecil, maka kebutuhan Protein semakin tinggi. Hal yang sama juga berlaku pada kebutuhan nutrisi lain seperti Kalori. Kedua nutrisi ini berperan untuk pertumbuhan, dan juga pembentukan hormon.

Untuk ukuran kebutuhan, sebenarnya tidak dapat dipastikan karena kebutuhan berbeda setiap individu. Sebagai acuan sederhana, Ibu dapat melihat berat badan si Kecil dan usianya. Wajarnya untuk si Kecil berusia empat hingga delapan tahun, kebutuhan Proteinnya adalah 0,95 gram per kilogram berat badannya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Ibu bisa memberikan berbagai makanan yang kaya akan Protein seperti olahan susu dan telur. Makanan ini tidak sulit didapatkan dan menjadi sumber asupan protein yang baik untuk si Kecil. Sumber lain bisa juga dimasukkan ke dalam daftar menu, seperti olahan kedelai dan sebagainya.

Variasi Sumber Protein

Untuk menentukan sumber asupan Protein, sebenarnya sangat direkomendasikan untuk kombinasi antara buah, sayuran, kacang-kacangan serta berbagai daging. Variasi sumber Protein ini penting, karena setiap makanan juga mengandung banyak nutrisi lain yang diperlukan oleh si Kecil. Dengan asupan makanan yang beragam, setiap kebutuhan nutrisinya bisa terpenuhi.

Disamping Protein, Ibu juga perlu mengukur takaran asupan Kalori yang dikonsumsi si Kecil. Kedua nutrisi ini, seperti telah diungkapkan sebelumnya, sama-sama penting untuk tumbuh kembangnya. Jika si Kecil mengkonsumsi Protein cukup namun tidak dengan Kalori, maka Protein yang masuk akan diolah jadi tenaga dan tidak optimal sebagai pembangun massa otot.

Baik Kalori maupun Protein, harus dikonsumsi pada takaran yang tepat dan seimbang. Keseimbangan asupan kedua nutrisi ini akan jadi kunci utama optimalnya perkembangan massa otot, pertambahan tinggi badan, serta kecerdasan si Kecil. Kombinasikan berbagai sumber Protein yang ada, agar si Kecil terpenuhi kebutuhan nutrisinya.

Meski terkadang si Kecil akan sangat memilih-milih makanan yang disukainya, Ibu harus pandai dalam mencari alternatif makanan yang mengandung nutrisi penting seperti Protein. Misalnya saja, akan ada masa ketika si Kecil sama sekali tidak mau memakan daging ayam, Ibu bisa mengganti jenis dagingnya menjadi daging merah.

Si Kecil merupakan peniru yang baik, oleh karenanya, pola makan yang dimiliki Ibu akan berpengaruh pada pola makan si Kecil juga. Untuk memastikan si Kecil tidak kekurangan asupan nutrisi, Ibu harus membiasakan pola makan yang tepat. Pola makan yang baik bisa seperti makan secara perlahan, makan tanpa distraksi (televisi atau smartphone), waktu makan yang teratur, dan sebagainya.

Pastikan asupan Protein si Kecil tercukupi, dengan berbagai sumber makanan yang divariasikan. Kecukupan Protein pada si Kecil akan mendukung pertumbuhan fisik si Kecil menjadi tinggi, kuat dan memiliki massa otot yang ideal.