Whatsapp Share Like
Simpan

Terkadang, banyak Ibu yang tidak sadar tengah hamil dan bahkan kehamilannya sudah memasuki minggu ke tiga. Padahal, janin mulai berkembang pada minggu ini dan semua kebutuhan nutrisi harus mulai dipenuhi agar semuanya tetap lancar. Setiap minggunya, janin mengalami berbagai perkembangan penting. Perkembangan ini sangat bergantung pada asupan nutrisi dari sang Ibu. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan tidak sembarang makan.

Sebelum lebih lanjut membahas kebutuhan nutrisi Ibu, yuk ketahui apa saja yang mungkin terjadi pada Ibu dan si Kecil saat kehamilan berusia tiga minggu ini.

  1. Morning Sickness
    Kondisi ini dimana Ibu selalu merasa mual atau ingin muntah. Namun, meskipun disebut Morning Sickness, rasa mual mungkin terjadi selain di pagi hari. Penyebab dari kondisi ini adalah meningkatnya kadar hormon estrogen, hormon human chorionic gonadotrophin (Hcg), yaitu hormon yang mulai diproduksi setelah konsepsi atau pembuahan, dan peningkatan hormon progesteron meningkat, dimana pergerakan usus kecil, esofagus, dan perut menurun dan menyebabkan mual.
  2. Stres
    Bukan hanya asupan makanan dan kegitan fisik saja yang mempengaruhi kesehatan si Kecil. Kesehatan mental Ibu ternyata berpengaruh juga. Ketika Ibu depresi, tubuh cenderung menghasilkan beberapa bahan kimia beracun seperti hormon kekebalan tubuh yang tahan terhadap kortisol. Stres dapat mempengaruhi mental anak ketika lahir nanti dan yang terparah, stres juga bisa jadi pemicu terjadinya keguguran.
    Maka dari itu, kesehatan Ibu perlu dijaga sebaik mungkin. Dukungan moral akan sangat berguna karena dengan ini Ibu bisa menjauhi hal-hal yang bisa menjadi pemicu stess itu sendiri.
  3. Perkembangan Janin
    Meskipun belum terasa secara fisik, berbagai perkembangan si kecil sedang terjadi di dalam janin. Salah satunya adalah pembentukan ari-ari agar Ibu dapat merawat si Kecil dengan semua asupan makanan dan nutrisi dari luar. Oleh karena itu, sangat penting bahwa Ibu dapat segera mulai menjaga asupan makanan dan tidak sembarangan mengkonsumsi makanan.

Berkonsultasi pada dokter kandungan harus terus rutin dilakukan meskipun usia kehamilan Ibu belum menginjak satu bulan. Ibu dapat berkonsultasi mengenai makanan atau nutrisi apa saja yang diperlukan agar si kecil dapat berkembang dengan normal dan sehat.

Berikut sedikit pencerahan mengenai asupan makanan yang dapat Ibu pertimbangkan:

  1. Asam Folat
    Asam folat sangat dibutuhkan untuk Ibu pada awal dan akhir kehamilan untuk mencegah cacat lahir pada bagian otak dan sumsum tulang belakang pada si Kecil. Sumber makanan yang mengandung asam folat tinggi diantaranya adalah:
    • Makananan yang berasal dari hati hewan seperti hati ayam, hati sapi, dan hati unggas,
    • Sayuran seperti bayam, asparagus, seledri, brokoli, buncis, lobak hijau, wortel, kacang panjang, dan selada.
    • Buah-buahan seperti alpukat, buah sitrus (jeruk nipis, lemon, jeruk bali, dan lain sebagainya), buah bit, pisang, tomat, dan cantaloupe atau melon jingga.
    • biji-bijian diantaranya biji bunga matahari (kuaci), gandum dan produk olahan gandum (pasta), dan jagung.
    • Kacang-kacangan seperti lentil, kacang polos hitam, kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, serta kacang polong.
    Selain itu, Ibu zaman sekarang bisa dengan mudah mendapatkan sumber asam folat dari produk susu bubuk pertumbuhan. Frisan Flag Mama mengandung kadar asam folat yang cukup tinggi sehingga kebutuhan asam folat Ibu dan si Kecil dapat terpenuhi.
  2. Protein
    Kebutuhan protein Ibu hamil meningkat sebanyak lebih dari  20 gram dari biasanya yang hanya perlu 56-57 gram per hari (AKG 2013) . Fungsi dari protein ini sendiri yaitu salah satunya berengaruh besar sebagai sumber kalori karena kebutuhan kalori Ibu hamil pun ikut bertambah. Selain itu, protein merupakan zat pembangun yang berguna untuk memperbaiki sel yang rusak dan membentuk sel-sel yang baru. Karena itu, penting untuk mengontrol asupan protein karena pada usia awal kehamilan banyak terjadi perkembangan sel, janringan dan organ si Kecil. Protein bisa didapatkan dengan mudah, dari telur, tahu, tempe, ikan, ayam, daging, kacang-kacangan, susu, dan produk susu. Dalam sehari, Ibu perlu mengonsumsi makanan sumber protein setidaknya 2-3 porsi.
  3. Vitamin A
    Vitamin A diperlukan si Kecil untuk perkembangan penglihatannya. Tapi jangan lupa, karena Ibu pun tetap butuh vitamin A, asupan yang diperlukan jadi bertambah dari sebelumnya.
    Sumber makanan yang mengandung vitamin A cukup mudah didapatkan, seperti makanan dengan sumber hewani, seperti kuning telur, produk susu, dan minyak ikan. Sementara itu, buah-buahan dan sayuran mengandung karoten, yang oleh tubuh kemudian diubah menjadi vitamin A. Sumber-sumber karoten adalah aprikot, brokoli, wortel, daun-daunan hijau, berbagai jenis jeruk, dan ubi.
  4. Kalsium
    Ibu pasti sudah mengetahui yang satu ini. Kalsium dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi si Kecil agar tumbuh PIKAT (Pintar, Kuat, dan Tinggi). Karena selain tulang, kalsium juga dapat memperlancar peredaran darah serta kerja otot dan saraf. Sumber makanan yang mengandung kalsium yang mudah didapat seperti susu, brokoli, kale, teri, salmon dan ikan berlemak lainnya.
  5. Zat Besi
    Zat besi berfungsi sebagai pembentik hemoglobin yang bekerja mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh Ibu dan si Kecil. Kekurangan zat besi disebut Anemia zat besi, yang meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan depresi postpartum. Ibu bisa mencukupi kebutuhan zat besi Anda dari daging merah tanpa lemak, ayam, ikan, sayuran hijau (seperti bayam dan brokoli), dan kacang-kacangan.


Selalu perhatikan dan kontrol nutrisi Ibu dan si Kecil mulai dari awal kehamilan. Tidak harus menggu sampai perut membesar, karena justru perkembangan si Kecil harus selalu diimbangi dengan asupan nutrisi, gizi dan dukungan moral sejak dari minggu pertama kehamilan. Sebagai tambahan nutrisi di masa awal kehamilan, Ibu dapat mengkonsumsi susu ibu hamil Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA. Dengan rasa cokelat yang lezat serta kandungan sumber protein, kalsium, asam folat, zat besi, dan serat pangan inulin mendukung kesehatan janin dan mama.

Artikel Sejenis