Whatsapp Share Like
Simpan

Makanan merupakan salah satu unsur penting yang membantu tumbuh kembang si Kecil. Pola makan akan mulai terbentuk saat si Kecil berusia 1-3 tahun. Oleh karena itu, Ibu sebaiknya menggunakan pedoman makanan agar pola yang terbentuk sesuai. Pemberian makanan pada si Kecil tentu tidak bisa sembarangan. Ibu diharapkan dapat memberinya berbagai makanan yang sehat dan bergizi sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya. Berikut merupakan pedoman makanan si Kecil yang berusia 1-3 tahun. Yuk, simak ulasan lengkapnya!

Waktu makan yang tepat dan teratur untuk si Kecil 

Pedoman pertama yang Ibu sebaiknya pahami adalah mengenai waktu makan si Kecil. Apabila si Kecil telah memiliki waktu makan yang tepat dan teratur sejak dini maka kebiasaan tersebut akan terbawa hingga ia dewasa. Jadwal makan yang teratur akan berdampak positif pada kesehatan pencernaan si Kecil juga, lho. Untuk si Kecil yang masih mengkonsumsi ASI saja hingga usia 6 bulan, Ibu dapat memberikan ASI dengan jarak waktu sekitar 2-3 jam sekali. Setelah si Kecil mulai mendapatkan MPASI sampai usia 2 tahun, pemberian ASI dapat dilakukan 3 kali sehari pada pagi, siang, dan malam hari.

Saat si Kecil memasuki usia 2 tahun, biasanya ia tidak lagi mengkonsumsi ASI. Ibu dapat memberikan berbagai makanan sehat yang bisa dikonsumsi oleh si Kecil. Waktu makan dapat dibagi menjadi 3 kali yaitu pagi, siang, dan malam. Ibu dapat memberikan waktu khusus untuk memberikan si Kecil camilan sehat seperti biskuit atau buah pada sore hari. Makan dengan waktu yang tidak teratur dapat memicu berbagai penyakit lambung dan pencernaan. Selain itu, dengan menuruti waktu makan yang telah dibuat dapat menghindarkan si Kecil dari kegemukan akibat terlalu banyak makan, lho.

Jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi si Kecil 

Pedoman kedua yaitu mengenai jenis makanan untuk si Kecil. Ibu harus sangat teliti dan cermat dalam memilihkan jenis makanan untuk si Kecil. Pasalnya, si Kecil berusia 1-3 tahun membutuhkan nutrisi dan gizi seimbang karena sedang dalam masa pertumbuhan. Ibu diharapkan dapat memberikan berbagai jenis makanan yang tepat sehingga si Kecil tumbuh sehat dan kuat. Untuk si Kecil yang berusia 6 bulan hingga 1 tahun, Ibu dianjurkan memberikan makanan dengan tekstur lunak. Hal tersebut dikarenakan si Kecil belum bisa mengunyah dengan baik. Ketika memasuki usia 2 tahun, si Kecil sudah mulai bisa menerima makanan dengan tekstur padat dan agak keras.

Ibu dapat memberikan berbagai jenis makanan sehingga si Kecil tidak mudah bosan dan tidak menjadi pemilih. Makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan serat sebaiknya selalu dikonsumsi si Kecil. Beberapa jenis makanan tersebut di antaranya adalah nasi, kacang-kacangan, sayur-sayuran, buah, ikan, dan telur.

Porsi makan yang sesuai untuk si Kecil 

Pedoman makanan si Kecil yang ketiga adalah porsi makan yang sesuai. Ibu dapat membagi porsi makan si Kecil sesuai dengan kebutuhan kalorinya. Menurut angka kecukupan gizi dari Kementerian Kesehatan, rata-rata kebutuhan kalori anak 1-3 tahun adalah sekitar 1.125 kalori per hari. Untuk memenuhi kebutuhan kalori tersebut, porsi makan si Kecil diharapkan dapat seimbang dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur dan buah.

Porsi untuk makanan pokok kurang lebih sekitar 150 gram. Pada lauk hewani seperti daging dan ayam, si Kecil membutuhkan sekitar 75 gram. Lauk nabati yang terdiri dari kacang-kacangan memiliki porsi untuk sekali makan. Sayur dan buah sebaiknya diberikan tiga kali sehari. Porsi makanan si Kecil dapat berubah tergantung kebutuhannya. Faktor yang mempengaruhi perubahan porsi makan ini salah satunya adalah berat badan si Kecil. Untuk mengetahui porsi makan yang paling tepat dan sesuai untuk si Kecil, Ibu dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Ibu juga dapat menambahkan asupan susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI untuk menjaga keseimbangan nutrisi si Kecil. Terdapat 3 varian rasa yang tentu disukai si Kecil yaitu madu, vanilla, dan coklat. Kandungan di dalamnya sangat lengkap seperti omega 3, omega 6, minyak ikan, zat besi, asam sialat, dan sphingomyelin yang akan membuat si Kecil semakin pintar. Selain itu terdapat pula kandungan vitamin A, C, E, Send, Selenium, dan Serat Pangan Inulin yang berperan menjaga si Kecil selalu kuat. Ada pula kandungan protein, kalsium, dan vitamin D yang membantu proses penambahan tinggi si Kecil.