Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) sesuai anjuran ahli nutrisi dan WHO, dapat diberikan saat si Kecil berusia di atas 6 bulan. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut pencernaan si Kecil sudah mulai berkembang. 

Perlu bagi Ibu untuk mulai mengenalkan jenis makanan pada si Kecil. Selain itu, MPASI diberikan untuk mencukupi nutrisi si Kecil yang terus bertambah tinggi seiring dengan bertambahnya usia. 

MPASI juga memiliki fungsi untuk membangun kebiasaan makan si Kecil serta melatih lidah dan gigi si Kecil dalam mengeksplorasi berbagai macam rasa dan tekstur. Tahapan pemberian MPASI bisa disesuaikan berdasarkan usianya. 

Penting untuk mengetahui bahwa jenis dan kepadatan makanan perlu diperhatikan dalam pemberian MPASI. Tenang Bu, berikut merupakan tips tahapan MPASI yang bisa Ibu berikan untuk si Kecil:

  • Usia 6 Bulan

    Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang dapat diberikan pada usia 6 bulan adalah buah segar yang diberikan dalam bentuk puree (makanan yang ditumbuk atau dihaluskan). Kandungan karbohidrat pada buah segar akan mudah dicerna oleh si Kecil.

    Artikel Sejenis

    Sebaiknya, hindari untuk memberi makan si Kecil makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi ataupun bubur yang terbuat dari beras. Hal itu dikarenakan karbohidrat kompleks sulit untuk dicerna si Kecil.


    Buah yang aman dan memiliki nutrisi tinggi untuk bayi 6 bulan antara lain, jeruk, jambu biji merah, pepaya, melon, semangka, mangga, pisang, apel, dan pir. Dalam penyajiannya, kurangi penambahan gula dan garam agar si Kecil mengenali rasa alami makanan tersebut.

  • Usia 7-8 Bulan

    Pada usia ini si Kecil telah diperbolehkan mencoba makanan yang lebih kompleks seperti bubur dicampur dengan sayuran. Pada tahap pengenalan MPASI di usia ini sebaiknya tidak ditambah dengan protein hewani, jika ingin menambahkan protein bisa diganti dengan tempe. 

    Makanan lain yang dapat diberikan adalah beras merah, ubi jalar merah, ubi jalar ungu, jagung manis, dan labu kuning. Dalam penyajiannya, Ibu perlu memperhatikan kelembutan makanan agar bisa dicerna oleh si Kecil. 

    Selain itu, sayuran yang bisa dikonsumsi pada usia ini antara lain, bayam, kangkung, wortel, brokoli, tomat, kol, dan buncis. Sayuran-sayuran tersebut disajikan dalam bentuk bubur lembut, kemudian saat memasuki usia 8 bulan mulai dikenalkan dalam bentuk bubur saring.

  • Usia 9-10 Bulan

    Memasuki usia 9 bulan si Kecil sudah bisa dikenalkan dengan protein hewani dikombinasikan dengan sayuran dan sumber karbohidrat. Makanan yang mengandung protein tinggi yang dapat dikonsumsi si Kecil antara lain, telur, hati sapi/ayam, ikan, ayam, daging sapi, dan keju. 

    Ibu dapat mengolahnya sebagai campuran bubur yang akan diberikan pada si Kecil. Selain itu, si Kecil juga mulai bisa dikenalkan dengan makanan kacang-kacangan seperti, kacang hijau dan kacang merah. Saat menginjak usia 10 bulan si Kecil mulai dikenalkan dengan bentuk makanan tim.

  • Usia 11-12 Bulan

    Makanan yang dikenalkan pada usia ini disajikan dalam bentuk tim. Ibu sudah bisa memberikan buah dan biskuit sebagai makanan selingan si Kecil.

    Ibu perlu mengetahui juga untuk tetap membatasi penambahan gula dan garam pada si Kecil untuk menjaga cita rasa makanan. Penambahan gula dan garam dibatasi guna mengurangi efek jangka panjang tentang preferensi rasa yang terbawa hingga dewasa. Apabila si Kecil terbiasa makan manis atau asin pada masa kecilnya, maka kemungkinan preferensi rasa manis dan asin tersebut akan terbawa hingga dewasa.

Dalam memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI), Ibu juga perlu tetap mengatur jadwal pemberian ASI kepada si Kecil. Porsi MPASI yang terlalu banyak bisa mengakibatkan si Kecil memiliki nafsu minum ASI kurang. 

Sebaliknya, jika ASI yang terlalu banyak diberikan, nafsu makan dan preferensi si Kecil terhadap makanan akan berkurang. Keseimbangan keduanya harus tetap dijaga dengan membuat jadwal yang mengatur kedua hal tersebut.

ASI dapat tetap diberikan pada jam biasa si Kecil minum susu, kemudian diselingi dengan MPASI. Untuk menjaga kualitas ASI, Ibu dapat mengkonsumsi susu ibu hamil dan menyusui Frisian Flag PRIMAMUM sebanyak 2 gelas sehari.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil.

Jika ASI dirasa kurang, Ibu bisa memberikan si Kecil susu pendamping ASI yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (9 AAE) dan DHA 4x lebih tinggi, tentunya sesuai dengan anjuran dari dokter ya, Bu. Kedua nutrisi ini sangat penting untuk mengoptimalkan kecerdasan dan tumbuh kembang si Kecil. 

Untuk pemberian MPASI pertama, ada baiknya Ibu berikan sekitar 2-3 kali sehari. Frekuensi MPASI yang diberikan kepada si Kecil juga tidak lebih dari 2-3 kali sendok makan dewasa. Dengan memberikan makanan yang bernutrisi tinggi melalui MPASI, si Kecil tidak hanya memiliki kebutuhan gizi yang cukup namun juga memiliki perkembangan otak, perkembang tulang, dan daya tahan tubuh yang optimal.

Selain itu, dalam melakukan MPASI, selalu pastikan kandungan MPASI terbuat dari bahan-bahan alami yang segar. Hindari memilih makanan yang terlalu banyak proses dalam pembuatannya. Hal tersebut mencegah hilangnya zat-zat alami dan kualitas rasa dari makanan.

Ibu juga perlu mencukupi kebutuhan gizi harian si Kecil dengan tepat. Caranya cukup mudah, Ibu bisa menggunakan fitur Kalkulator Gizi dari Akademi Keluarga Prima untuk mengetahui berapa kebutuhan gizi harian si Kecil sesuai dengan usia dan kondisi kesehatannya. Coba fiturnya di sini ya, Bu!