Whatsapp Share Like
Simpan

Berkeringat merupakan kondisi yang normal dialami oleh siapapun termasuk bayi. Saat si Kecil sedang menyusu, seringkali Ibu mendapati keringat mengalir deras di kepalanya. Melihat hal ini Ibu pun biasanya akan langsung panik. Namun sebenarnya hal ini tidak perlu Ibu khawatirkan secara berlebihan. Menurut pakar kesehatan, bayi yang sedang menyusu ataupun sedang tidur ternyata memang cenderung mengeluarkan keringat dalam jumlah yang cukup banyak. Ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Berikut penjelasannya untuk Ibu.

Kelenjar Keringat Belum Optimal

Bayi yang baru lahir hanya memiliki kelenjar keringat aktif di kepalanya. Ini sebabnya tubuh bayi tidak terlalu banyak berkeringat kecuali di bagian kepalanya. Selain itu kelenjar ini pun belum dapat bekerja dengan optimal untuk mengontrol pengeluaran keringat. Itu sebabnya perubahan suhu udara ke panas langsung membuat kepala bayi mengeluarkan banyak keringat.

Posisi dan Sentuhan Kulit ke Kulit

Ketika menyusui, akan terjadi sentuhan kulit ke kulit antara Ibu dan si Kecil. Tangan Ibu pun kerap menempel di kepala si Kecil bahkan posisi menyusui persis seperti memeluk. Dan biasanya Ibu juga si Kecil berada dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama. Perlu diingat bahwa tubuh Ibu dan si Kecil sama-sama mengeluarkan panas. Panas dari masing-masing tubuh ini pun bersatu yang membuat suhu semakin meningkat. Ini akan membuat bayi semakin hangat dan lama kelamaan berkeringat. Keringat merupakan cara alami si Kecil menurunkan suhu tubuhnya agar dia tetap merasa nyaman.

Suhu Udara

Lingkungan yang lebih hangat jelas membuat bayi berkeringat. Apalagi ditambah dengan menyusu dengan posisi menempel dengan badan Ibu untuk waktu yang cukup lama. Oleh karena itu kondisikan ruangan tetap sejuk ketika Ibu sedang menyusui si Kecil. Buka jendela untuk melancarkan sirkulasi udara atau menghidupkan pendingin ruangan. Ini juga akan menjaganya tetap nyaman dan tidak rewel.

Pakaian yang Salah

Saat bayi baru lahir biasanya Ibu ingin melindunginya dari udara luar agar tidak mudah terjangkit penyakit, kedinginan ataupun masuk angin. Ibu biasanya memakaikan pakaian berlapis serta membedong bayi. Namun justru ini yang membuat bayi mudah sekali berkeringat terutama saat menyusu. Kenakan pakaian senyaman mungkin dan menyesuaikan dengan suhu ruangan ketika Ibu menyusui. Selain itu penggunaan bahan pakaian juga bisa mempengaruhi. Si Kecil sebaiknya diberi pakaian yang berbahan katun dan hindari pakaian berbahan polyester. Bahan katun disarankan karena lebih mudah menyerap keringat dan lebih terasa nyaman untuk bayi. Sementara bahan polyester umumnya terasa lebih panas dan sulit menyerap keringat.

Banyak Otot yang Bekerja

Ketika menyusu biasanya banyak otot di bagian wajah dan mulut yang bekerja. Dan pada bayi, kerja di bagian otot ini saja pun membutuhkan tenaga yang cukup banyak. Tidak heran jika si Kecil menyusu pun kerap disebut sebagai olahraga. Tidak seperti orang dewasa yang butuh menggerakkan banyak otot dan anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama dahulu baru bisa berkeringat. Bagi bayi, olahraga rahang dan mulut saja pun sudah bisa membuatnya mengeluarkan keringat yang cukup banyak.

Demam

Pakar kesehatan mengatakan jika bayi Ibu yang disusui bagian pipi atau di bagian bawah dagunya panas, bisa jadi keringatnya bukan hanya karna menyusu tetapi juga karena sedang demam. Apabila Ibu menemukan perubahan pada suhu tubuh yang tidak biasa, maka sebaiknya segera periksakan si Kecil ke dokter dan beri perawatan lanjutan.

Gangguan Kesehatan Lainnya

Bayi berkeringat ketika menyusu merupakan hal yang normal. Dengan catatan keringat yang dikeluarkan masih dalam jumlah yang wajar atau tidak berlebihan. Ibu perlu waspada apabila keringat pada si Kecil disertai dengan gejala seperti lemas, suhu tubuh yang dingin, tidak mau menyusu, kejang, dan tetap mengeluarkan keringat dalam suhu yang dingin. Segera hubungi dokter spesialis anak kepercayaan Ibu sebelum si Kecil terjangkit penyakit yang lebih parah.

Setelah mengetahui alasan di balik keringat bayi ketika menyusui, diharapkan Ibu sudah tidak terlalu khawatir lagi. Bayi yang berkeringat bisa diatasi dengan berbagai cara seperti mengubah posisi menyusui lebih sering, diberikan pakaian yang nyaman, disusui di tempat yang sejuk, atau sekadar menyeka keningnya dengan menggunakan lap ataupun tisu. Selain itu berikan si Kecil keleluasaan untuk menggerakkan anggota tubuhnya agar dia merasa bebas dan nyaman serta tidak terlalu kepanasan. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut Ibu tidak hanya mencegah keringat si Kecil yang berlebih, tetapi juga membantu tumbuh kembangnya secara optimal. Bayi yang mendapatkan kenyamanan cenderung bisa hidup lebih sehat dan kuat menghadapi pengaruh luar ketika dia beranjak besar./p>