Berkeringat merupakan kondisi yang normal dialami oleh siapapun termasuk saat Ibu mendapati bayi berkeringat saat menyusu. Sering kali di momen menyusui, Ibu akan menyadari kepala bayi berkeringat saat menyusu. 

Banner AKP
Banner Register

Melihat kepala bayi berkeringat saat menyusu, beberapa Ibu mungkin akan merasa panik. Namun sebenarnya hal ini tidak perlu Ibu khawatirkan secara berlebihan. Menurut pakar kesehatan, bayi berkeringat saat menyusu atau saat tidur ternyata memang cenderung normal dan keringat yang keluar memang terbilang cukup banyak.

Penyebab Bayi Berkeringat Saat Menyusu

Ada beberapa penyebab bayi berkeringat saat menyusu dan tidur bisa terjadi. Berikut penjelasannya untuk Ibu:

  • Kelenjar Keringat Belum Optimal

    Penyebab bayi berkeringat saat menyusu yang pertama adalah karena saat bayi baru lahir hanya memiliki kelenjar keringat aktif di kepalanya. Ini sebabnya tubuh bayi tidak terlalu banyak berkeringat kecuali di bagian kepalanya. 

    Selain itu kelenjar ini pun belum dapat bekerja dengan optimal untuk mengontrol pengeluaran keringat. Itu sebabnya perubahan suhu udara ke panas langsung membuat bayi berkeringat saat menyusu terutama di bagian kepalanya.

    Artikel Sejenis

  • Posisi dan Sentuhan Kulit ke Kulit

    Penyebab bayi berkeringat saat menyusu selanjutnya yaitu karena sentuhan kulit ke kulit antara Ibu dan si Kecil. Tangan Ibu pun kerap menempel di kepala si Kecil bahkan posisi menyusui persis seperti memeluk. Dan biasanya Ibu juga si Kecil berada dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama. 

    Perlu diingat bahwa tubuh Ibu dan si Kecil sama-sama mengeluarkan panas. Panas dari masing-masing tubuh ini pun bersatu yang membuat suhu semakin meningkat. Sehingga sangat wajar jika bayi berkeringat saat menyusu. Keringat merupakan cara alami si Kecil menurunkan suhu tubuhnya agar dia tetap merasa nyaman.

  • Suhu Udara

    Lingkungan yang lebih hangat jelas bisa jadi penyebab bayi berkeringat saat menyusu. Apalagi ditambah dengan menyusu dengan posisi menempel dengan badan Ibu untuk waktu yang cukup lama. 

    Oleh karena itu kondisikan ruangan tetap sejuk ketika Ibu sedang menyusui si Kecil untuk mencegah bayi berkeringat saat menyusu. Buka jendela untuk melancarkan sirkulasi udara atau menghidupkan pendingin ruangan. Ini juga akan menjaganya tetap nyaman dan tidak rewel.

  • Pakaian yang Salah

    Saat bayi baru lahir biasanya Ibu ingin melindunginya dari udara luar agar tidak mudah terjangkit penyakit, kedinginan ataupun masuk angin. Ibu biasanya memakaikan pakaian berlapis serta membedong bayi. 

    Namun justru ini penyebab bayi berkeringat saat menyusu dan tidur. Menurut penelitian, selain membuat si Kecil tidak nyaman, kepanasan, dan berkeringat, memberikan pakaian berlapis pada si Kecil akan membuat kulitnya sulit untuk bernapas.

    Untuk mencegah bayi berkeringat saat menyusu, kenakan pakaian senyaman mungkin dan menyesuaikan dengan suhu ruangan ketika Ibu menyusui. Selain itu penggunaan bahan pakaian juga bisa mempengaruhi. 

    Si Kecil sebaiknya diberi pakaian yang berbahan katun dan hindari pakaian berbahan polyester. Untuk mencegah bayi berkeringat saat menyusu atau di aktivitas lainnya, penggunaan bahan katun disarankan karena lebih mudah menyerap keringat dan lebih terasa nyaman untuk bayi. Sementara bahan polyester umumnya terasa lebih panas dan sulit menyerap keringat.

  • Banyak Otot yang Bekerja

    Ketika menyusu biasanya banyak otot di bagian wajah dan mulut yang bekerja. Dan pada bayi, kerja di bagian otot ini saja pun membutuhkan tenaga yang cukup banyak. Tidak heran bayi berkeringat saat menyusu karena aktivitas ini kerap disebut sebagai olahraga. 

    Tidak seperti orang dewasa yang butuh menggerakkan banyak otot dan anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama dahulu baru bisa berkeringat. Bayi berkeringat saat menyusu bisa disebabkan karena ia olahraga rahang dan mulut.

  • Demam

    Bayi berkeringat saat menyusu dengan gejala bagian pipi atau di bagian bawah dagunya panas, bisa jadi keringatnya bukan hanya karna menyusu tetapi juga karena sedang demam. Apabila Ibu menemukan perubahan pada suhu tubuh yang tidak biasa, maka sebaiknya segera periksakan si Kecil ke dokter dan beri perawatan lanjutan.

  • Gangguan Kesehatan Lainnya

    Bayi berkeringat saat menyusu merupakan hal yang normal. Dengan catatan keringat yang dikeluarkan masih dalam jumlah yang wajar atau tidak berlebihan. 

    Ibu perlu waspada apabila bayi berkeringat saat menyusu atau saat aktivitas lainnya disertai dengan gejala seperti lemas, suhu tubuh yang dingin, tidak mau menyusu, kejang, dan tetap mengeluarkan keringat dalam suhu yang dingin. Segera hubungi dokter spesialis anak kepercayaan Ibu sebelum si Kecil terjangkit penyakit yang lebih parah.

Setelah mengetahui alasan di balik bayi berkeringat saat menyusu, diharapkan Ibu sudah tidak terlalu khawatir lagi. Bayi berkeringat saat menyusu bisa diatasi dengan berbagai cara seperti mengubah posisi menyusui lebih sering, diberikan pakaian yang nyaman, disusui di tempat yang sejuk, atau sekadar menyeka keningnya dengan menggunakan lap ataupun tisu. 

Selain itu berikan si Kecil keleluasaan untuk menggerakkan anggota tubuhnya agar dia merasa bebas dan nyaman serta tidak terlalu kepanasan. 

Dengan memerhatikan hal-hal tersebut Ibu tidak hanya mencegah bayi berkeringat saat menyusu, tetapi juga membantu tumbuh kembangnya secara optimal. Bayi yang mendapatkan kenyamanan cenderung bisa hidup lebih sehat dan kuat menghadapi pengaruh luar ketika dia beranjak besar.

Jangan lupa untuk selalu memastikan asupan nutrisi untuk si Kecil ya Bu. Penting buat Ibu selalu semangat menjaga produksi dan kualitas ASI untuk tumbuh kembang si Kecil. Jika perlu, Ibu bisa konsumsi asupan nutrisi pendukung supaya lebih optimal.

Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Ibu harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya (AKG 2019) begitu juga dengan protein dan nutrisi penting lainnya. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Ibu juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung 9AAE (9 Asam Amino Esensial yaitu jenis protein siap serap yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh) untuk mendukung pertumbuhan sel otak, otot dan tulang si Kecil serta menjaga kesehatan ibu dan 9 nutrisi penting lainnya seperti: tinggi asam folat, omega 3 (ALA)/DHA, Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng agar kebutuhan nutrisi Ibu selama periode menyusui tercukupi dan produksi ASI meningkat .

Frisian Flag Primamum adalah susu ibu menyusui dengan 9AAE + 9 Nutrisi Penting untuk melengkapi nutrisi Ibu dan si Kecil selama periode menyusui. Dua gelas Frisian Flag Primamum mengandung energi sebanyak 360 kalori, protein 18 gram, DHA 68 mg dan 9 nutrisi penting lainnya dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan ibu menyusui. DHA dibutuhkan si Kecil untuk mendukung pertumbuhan sel otaknya di 1000 Hari Pertama Kehidupannya. Frisian Flag Primamum tersedia dalam rasa cokelat yang lezat, tidak membuat enek atau mual serta enak disajikan dalam kondisi hangat maupun dingin.

Selain pemenuhan nutrisi, Ibu juga bisa mengetahui progres pertumbuhan dan perkembangannya melalui fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Di fitur ini, tinggi badan anak, berat badan, lingkar kepala, dan indeks massanya akan diukur, serta disesuaikan dengan grafik pertumbuhan dari WHO. Yuk coba sekarang!