Whatsapp Share Like
Simpan

Tubuh si Kecil yang masih dalam proses pertumbuhan terkadang mudah terserang penyakit. Penyakit bisa saja terjadi baik dari dalam maupun luar tubuh si Kecil. Sebab yang terjadi dari tubuh si Kecil berasal dari makanan yang dikonsumsinya. Sebab dari luar tubuh biasanya berasal dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan yang kotor akan membawa banyak penyakit kepada si Kecil. Perubahan udara juga sangat mempengaruhi daya tahan tubuh si Kecil. Biasanya si Kecil akan terkena penyakit ringan pada musim hujan dan kemarau.

Musim yang tidak menentu bahkan bisa membuat orang dewasa sakit apalagi si Kecil yang daya tahan tubuhnya belum sempurna. Musim kemarau membuat lingkungan menjadi gersang bahkan badan terasa mengering. Cuaca yang panas akan membuat si Kecil lebih banyak berkeringat. Keringat yang dikeluarkan mengurangi cairan di dalam tubuh. Cairan tubuh yang berkurang bisa menyebabkan dehidrasi. Sehingga Bu berikanlah si Kecil minum air putih yang cukup.

Saat musim kemarau cuaca panas sering disertai dengan debu yang berterbangan di udara. Si Kecil sangat sensitif oleh debu sehingga Ibu perlu menjauhkan si Kecil dari debu. Debu bisa menyebabkan gangguan pernafasan karena saluran udara terhambat oleh debu. Lindungilah si Kecil dari debu. Pernafasannya yang belum sempurna belum bisa menyesuaikan diri seperti orang dewasa. Biasanya orang dewasa akan menutup hidung ketika banyak debu di sekitarnya. Namun si Kecil tentu belum memiliki refleks seperti itu sehingga yang terjadi debu akan masuk ke sistem pernafasan.

Musim tentu saja tidak dapat Ibu hindari. Lalu bagaimanakah cara agar si Kecil terhindar dari penyakit di musim kemarau? Cuaca panas tentu membuat si Kecil banyak menghabiskan tenaga saat beraktivitas. Tenaga diperoleh dari makanan yang dikonsumsi oleh si Kecil. Ibu perlu mengatur pola makan si Kecil agar daya tahan tubuhnya bisa bertahan di musim kemarau. Daya tahan tubuhnya harus kuat agar terhindar dari penyakit. Berikanlah makanan yang bergizi dan membuat si Kecil lebih kuat.

Istirahat yang cukup pun sangat dibutuhkan saat musim kemarau. Buatlah si Kecil tidur sekitar 8-10 jam per hari. Dengan tidur stamina si Kecil akan kembali dan bisa bermain lagi. Kebanyakan aktivitas akan membuat si Kecil kelelahan. Biasanya penyakit akan mudah menyerang saat kondisi tubuh si Kecil lelah. Sehingga berikan jam tidur yang tepat untuk si Kecil agar bisa menabung staminanya lagi.

Artikel Sejenis

Si Kecil bisa diajak berolahraga sederhana di rumah. Olahraga akan membentuk tubuh si Kecil lebih kuat. Tubuh yang kuat tidak akan mudah dihinggapi penyakit. Bu ajaklah si Kecil berolahraga ringan sekitar 2 – 3 kali dalam seminggu dengan durasi waktu 30 menit. Ibu tidak perlu memaksakan si Kecil, berikan gerakan – gerakan sederhana yang mudah diikuti. Tentunya tidak membuat si Kecil terbebani.

Pemberian vitamin juga perlu untuk menjaga kesehatan tubuh si Kecil dan menangkal penyakit. Vitamin yang Ibu berikan harus disesuaikan dosis dan fungsinya. Berikan vitamin yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Tubuh yang kebal tidak akan mudah terkena penyakit.

Kebersihan juga harus dijaga saat musim kemarau. Kebersihan lingkungan dan tubuh si Kecil. Jauhkan si Kecil dari debu, asap dan polusi kendaraan bermotor. Bersihkan daerah sekitar rumah dan tempat bermain si Kecil dari sampah. Bersihkan bak mandi secara berkala sehingga mengurangi potensi berkembang biaknya nyamuk. Ketika cuaca panas si Kecil akan berkeringat dan lengket. Hal ini tentu akan memicu pertumbuhan bakteri di tubuh si Kecil. Agar tubuhnya tetap bersih maka Ibu perlu memandikan si Kecil.

Beberapa hal di atas mungkin bisa membantu Ibu untuk menjaga si Kecil tetap sehat di musim kemarau. Tubuh si Kecil masih sangat rentan terhadap penyakit. Ibu harus ekstra hati – hati agar si Kecil tetap sehat dan kuat. Namun jika si Kecil telah terkena penyakit seperti demam, flu, diare dan penyakit lainnya bawalah si Kecil berobat. Ibu juga perlu menyediakan obat sendiri di rumah sebagai pertolongan pertama si Kecil. Misalnya oralit untuk diare, poviden iodine untuk luka dan paracetamol untuk demam.

Bila si Kecil masih menyusu terus berikan ASI. Kandungan gizi yang kaya dari ASI akan membantu proses penyembuhan si Kecil. Ibu tidak disarankan memberikan obat diluar rekomendasi petugas kesehatan atau dokter. Pastikan juga si Kecil melakukan imunisasi agar tubuhnya lebih kebal terhadap penyakit. Ibu harus siap mendampingi si Kecil saat sakit. Kehadiran Ibu akan membantu proses penyembuhan si Kecil.