Whatsapp Share Like
Simpan

Mulai usia empat tahun si Kecil akan bertambah aktif dalam bergerak serta beraktivitas. Si Kecil mulai senang dan lebih banyak bermain di luar rumah bersama dengan teman-teman sebayanya. Risiko anak untuk terpapar bakteri dan infeksi tentunya makin bertambah besar pula. Yuk Bu, kenali tentang beberapa jenis sakit dan gangguan kesehatan yang umum diderita oleh anak di usia 4-6 tahun.

Kekurangan Zat Besi

Di usia ini anak seringkali susah makan daging dan sayur. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya kekurangan zat besi pada tubuh anak. Dampak kekurangan zat besi bagi si Kecil bisa sangat signifikan seperti timbulnya perilaku buruk, kelelahan, pertumbuhan lambat, dan terjadinya infeksi secara berulang. Kekurangan zat besi dapat dicegah dengan konsumsi bahan makanan yang kaya zat besi, di antaranya adalah daging merah dan sayuran hijau. Kecukupan vitamin C juga patut diperhatikan karena zat ini diperlukan untuk penyerapan zat besi pada tubuh.

Obesitas

Selain menyerang orang dewasa, obesitas atau kelebihan berat badan juga dapat menyerang anak-anak lho, Bu. Obesitas terjadi ketika keberadaan kalori yang dikonsumsi tubuh lebih banyak daripada yang dapat dibakar. Obesitas dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan yang lebih parah di masa dewasa seperti penyakit diabetes, jantung koroner, dll. Beberapa kebiasaan yang menyebabkan anak malas bergerak dan kurang beraktivitas di antaranya adalah kebiasaan menonton tv atau bermain gadget. Apalagi jika ditambah dengan konsumsi cemilan yang berlebih. Oleh karena itu, Ibu perlu untuk membiasakan serta mengajak anak aktif bergerak dengan berbagai permainan fisik ataupun olahraga ringan, daripada membiarkannya seharian duduk diam menonton tv atau gadget.

Selesma

Selesma atau pilek adalah kondisi yang umum dialami oleh anak yang menyebabkan hidung mereka meler/berair. Pilek biasanya berlangsung selama kurang lebih tiga minggu dan biasanya dialami si Kecil rata-rata 6-10 kali dalam setahun (Ensiklopedia Perkembangan Anak Jilid I, 2009). Dalam kondisi seperti ini hidung anak akan terus mengeluarkan cairan yang bisa jadi membuat hidung tersumbat. Oleh karena itu Ibu perlu membantu si Kecil membuang ingusnya. Jangan lupa juga untuk mengajarkan anak untuk tidak memakai lengan baju atau tangannya ketika mengelap ingus. Ajari anak untuk mengelap menggunakan tisu.

Demam

Demam pada anak dapat disebabkan oleh berbagai macam hal seperti kelelahan atau efek tumbuh gigi dan usai imunisasi. Demam bisa juga merupakan salah satu bentuk reaksi dari tubuh anak yang timbul akibat adanya suatu infeksi baik oleh virus maupun bakteri. Ibu perlu tahu bahwa saat terjadi demam, itu berarti bahwa daya tahan tubuh (antibodi) anak Ibu sedang berperang melawan infeksi. Demam ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh anak di atas normal. Ibu bisa dengan mudah mendeteksinya dengan meraba bagian dahi, pipi, leher, atau lengan anak.

Artikel Sejenis

Meski terlihat sepele, demam perlu penanganan khusus yang tepat agar tidak berlanjut ke gejala yang lebih parah seperti terjadinya kejang/step. Penangan pertama yang bisa dilakukan Ibu di rumah adalah melakukan pengompresan pada anak dengan menggunakan air hangat di dahinya. Untuk mencegah suhu tubuh meningkat terlampau tinggi Ibu juga perlu memberi si Kecil obat penurun panas. Tapi, jika demam anak tidak membaik dalam waktu 2-3 hari bisa jadi merupakan tanda adanya penyakit yang lebih serius. Ada baiknya Ibu perlu segera memeriksakan anak ke dokter.

Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan yang biasa dialami si Kecil adalah sembelit dan diare. Sembelit adalah kondisi dimana anak kesusahan BAB dikarenakan fesesnya yang mengeras. Biasanya sembelit pada anak disebabkan oleh kurangnya konsumsi serat, meski bisa juga akibat efek pemakaian obat-obatan tertentu. Sembelit dapat dicegah dengan membiasakan anak untuk mengkonsumsi sayur dan buah kaya serat serta menjaga asupan air minum.

Gangguan pencernaan lainnya adalah diare, ditandai dengan seringnya frekuensi BAB serta feses encer. Pertolongan pertama yang dapat Ibu lakukan adalah menjaga kondisi cairan tubuh si Kecil agar anak tidak mengalami dehidrasi yakni dengan terus memberinya air minum. Ibu juga dapat memberi cairan oralit serta obat diare. Jika diare tidak membaik dalam waktu 24 jam Ibu perlu mengunjungi dokter.

Beberapa gangguan kesehatan di atas mungkin akan dialami oleh anak Ibu di rumah. Untuk tetap menjaga kondisi tubuh si Kecil agar tetap kuat melawan penyakit, Ibu perlu membiasakan hidup sehat sejak dini seperti makan-makanan bergizi, membiasakan cuci tangan (sebelum makan, setelah BAB, dan sehabis bermain), istirahat dan minum cukup, serta olahraga teratur agar anak tetap aktif. Jangan lupa juga untuk menyediakan berbagai obat-obatan umum di kotak P3K Ibu, misalnya minyak kayu putih, obat penurun panas, obat diare, oralit, dll.